icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT

Bab 3 Bendera Perang

Jumlah Kata:1161    |    Dirilis Pada: 25/04/2022

Sebenarnya seleraku tak jauh beda dengan

beli di luar, padahal aku tidak hobi mas

aja ini kelebihan. Artinya tidak perlu boros-boros beli makanan jadi.

hkan bekas memasak tadi. Bukan takut diberi kata mutiara dari Marta, memicu percekcokan hanya semakin menambah ha

ncul dengan ponsel di tangan dan langsung duduk saat baru tiga send

alah sengaja membuat piring dan sendok sering beradu

n jiwa tanpa belas kasih itu. Kalau tidak, pasti kebodohan hakiki yang sekar

g merontah membayangkannya. Kebetulan tersisa banyak, lebih tepat sengaja menyisaka

us semua tentangnya? Apa gunanya aturan yang dibuat mereka, kalau hanya a

epan mama atau papa nantinya, apalagi

oreng tadi, dia tiba-tiba marah tak jelas. Halo

abku berusaha tenang deng

narnya?" Tatapn

berdiri mencuci tang

kena serangan jantung, ka

sini karena keegoisanmu?"

k terdiam. Matanya nyalang bak menelanjangi tubuhku. Ada rasa ngeri

egas meninggalkan pria egois itu dengan wajah memerah. Tak lupa

Apalagi memang aku telah terbiasa dengan sikap mengala

, supaya si penyandang nama bersikap lembut, selembut sinar bulan yang m

lembut, atau minimal dibicarakan baik

a sah, tentu memudahkan mencari cara mempersatukan mereka. Setelahnya, aku pergi dari kehidupan

ngar teriakan Ma

ng cari rumah sewa. Satu tas ukuran sedang, kuisi lima pasa

mama mertua baru saja menelepon untuk hadir, juga berencana terus

g saat keluar kamar. Aku memilih mengendarai motor sendiri. Per

i itu tampak aneh meliha

bil!" titahny

alaikat," ujarku terus menyindir,

gelud urat leher, Ha?!" Mas R

erbeda." Wah, ternyata dalam keadaan baper pun kalimatku bis

el banget." Marta tiba-tiba muncul dengan nada meremehka

aranya terdengar parau. Ternyata dia baru bangun tidur.

tenyata telingamu lebih parah," ujar M

nekan dada agar bersabar, sambil

alagi orang tersebut tak pernah mengusiknya." Kutatap sejoli itu bergan

patah, kamu jual, aku beli. Meski sepenuhnya belum yakin mampu melakuk

hanya memanggil namaku saat terdesak. Saat tak mampu ber

gan mimik entah. Lagian buat apa menunggunya? Menunggu mereka mempertontonkan perpisah

*

g sampai ke tujuan, aku santai saja mengendarai, bahkan sengaja beberapa kali singgah memberi ca

ikawal, bak putri da

kendaraan yang berada antara motorku dan mobilnya. Aku jadi penasa

asanya orang yang terlalu menjaga ima

i, masih ada yang benar-benar menjaga akh

n. Entah kapan dia melewatiku. Untung otak dan iman masih sejalan. Kalau tidak, entah ap

nuh diri. Aku hanya dijadikan korban. Ast

tot sambil meraih kunci yang dia samb

au ...," ancamnya

suara agar tak mengundan

kunci motor di atas kepalanya. Dia a

pat saat tangan i

a diciptakan untuk menuruti keadaan. Mungkinkah a

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT
MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT
“Sebulan setelah pesta meriah akad pernikahanku dengan Mas Rio, konon lelaki yang bergelar suami itu, menikah siri dengan pacarnya sekaligus sahabatku. Kami hidup seatap. Namun, sikap Mas Rio dan Marta hanya menganggapku setan, menjadi yang ketiga. Aku diperlakukan tak selayak istri, pun tak sebagai pembantu. Intinya, aku hanya dianggap pajangan. Pajangan yang hanya mengambil tempat. Namun, tak berarti sama sekali. Entah apa yang merasuki Mas Rio, hingga suatu malam dia mendatangi kamarku dan mengambil paksa kehormatan yang selama ini kujunjung tinggi. Di pagi hari, barulah aku tahu jawabannya. Saat istri terkasihnya-Marta. Berteriak histeris akibat cemburu. Setelah mengetahui, kehormatan itu adalah ganti mahar agar tak sia-sia, jantungku seakan berhenti berdetak. Harga diriku sebagai istri dan wanita, sungguh telah terinjak-terinjak menjadi berkeping-keping. Aku melajukan motor di pagi buta untuk menceritakan kebobrokan rumah tanggaku kepada orang tuaku dan orang tua Mas Rio. Namun, sayang jauh panggang dari api. Pernikahan itu memang direncakanan karena ketiadaan cinta. Ke manakah hendak mengadu? Jika aku memang hanya dijadikan tumbal? Baiklah, aku akan pergi. Mencari obat pada luka di hati, mencari penawar pada lara di sukmaku. Kukirim tulisan pesan pamit ke nomor Mas Rio sebelum menghilangkan semua jejak tentang di mana keberadaanku. Selamat tinggal tanah kelahiran.”