icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT

Bab 2 Tersesat

Jumlah Kata:1175    |    Dirilis Pada: 25/04/2022

Habibie inilah, aku dan Marta melewati ma

nggol sambal mencicipi kuliner khas daerah Bugis. Sebe

sang istri tercinta Ibu Ainun, kokoh berdiri di tengah kolam, dikelilingi air ma

u pada pasangan san

ngakhiri jalan-jalan tanpa

ini tak akan pernah menyamai Belia

kuliah di kampus berbasic agama yang terletak di Lembah Harapan, sedang Marta di kampus tengah kota.

doh tidak ditentukan dari adanya istilah pacaran? Bukankah s

sanakan di masjid Agung depan tugu makam pahlawan 40 ribu nyawa. Di tempat inilah

karena diri ini orangnya introvert? Atau karena tak berdaya dengan pernikahan

ini memasukkan anak kunci ke kamarku, jam sudah menunjuk ang

an sejak kehadiran Marta, aku tak pernah dianggap ada.

telinga

ng dia lakukan padaku adalah pilihan terbaik. Hitung-hitung memberi pelajaran gimana

enggaji anak-anak TPA dekat rumah, selalu mengajarkan akan perbuatan baik meski orang

na, jantung ini kaget saat tangan

, sekarang!" titahny

intanya? Pertanyaan ini kusimpan dalam hati sambil menilik gesturnya dan m

luar, biasanya juga gitu," jawabku ketus membuang asal

k biasa makan makanan luar." Nadanya mulai melemah,

?" tanyaku

yang nggak bisa makan di luaran sama mama?" sangga

ng kebaikan dan kesehatannya diingat. Tapi, lupa wejangan gimana

rido dia kelaparan. Memang aku tak pernah sanggup menolak keinginan wanita bijak dan dermawan itu, apalagi

tumis dengan sedikit air sebagai sayur. Sedang pauknya cukup menggoreng ikan jenis

ju ke kamar. Masih sempat meliriknya

di incaran semua karyawan di sebuah NV show room mobil yang pemiliknya salah satu keluarga yang pernah

u bergandengan? Ditambah pekerjaan Marta sebagai sekertaris sebuah pembiayaan, hampir miri

memikirkan mereka. Toh, hasilny

*

k bisa ngeberesin peralatan

ang hendak membuka kulkas untuk mengambil baha

h, jadi itu yang dipersoalkan? Hanya gara-gara kelupaan setelah menjawab tele

kor mata mereka menikmati nasi kuning warung depan rumah. Lalu Mas Rio? Sepertinya hanya berani pada

ah membatalkan niat tadi meracik sarapan sesuai selera sekaligus terpaksa berangkat ke toko sedini begin

lemah? Apakah menjaga kebahagian orang tua mes

n di pipi ini mengalir. Biarkanlah isakan ini terdengar

*

Mas Rio menghadangku di pintu utama saat pulang lambat seperti malam

anku lemah akibat air mata tak dapat ditahan apabila membela diri dalam keadaan emosi. Entah kenapa sumber air itu nggak bisa diajak damai

aku. Sepertinya ini kali pertama pria bertubuh tinggi

n?" sengitku dengan bibir bergetar. "Apa kalian

n terjadi, butiran beni

engar perkataanku yang selalu lembut

lkan rumah ini," ujarku lagi sambil mengusa

apa nyuruh kita ke kampung," jawa

utup pintu kamar setengah membanting. Tak kuhiraukan kepanikan di wajah kedua orang di lua

a artinya sama sekali? Bukankah setiap ora

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT
MENIKAH DENGAN PACAR SAHABAT
“Sebulan setelah pesta meriah akad pernikahanku dengan Mas Rio, konon lelaki yang bergelar suami itu, menikah siri dengan pacarnya sekaligus sahabatku. Kami hidup seatap. Namun, sikap Mas Rio dan Marta hanya menganggapku setan, menjadi yang ketiga. Aku diperlakukan tak selayak istri, pun tak sebagai pembantu. Intinya, aku hanya dianggap pajangan. Pajangan yang hanya mengambil tempat. Namun, tak berarti sama sekali. Entah apa yang merasuki Mas Rio, hingga suatu malam dia mendatangi kamarku dan mengambil paksa kehormatan yang selama ini kujunjung tinggi. Di pagi hari, barulah aku tahu jawabannya. Saat istri terkasihnya-Marta. Berteriak histeris akibat cemburu. Setelah mengetahui, kehormatan itu adalah ganti mahar agar tak sia-sia, jantungku seakan berhenti berdetak. Harga diriku sebagai istri dan wanita, sungguh telah terinjak-terinjak menjadi berkeping-keping. Aku melajukan motor di pagi buta untuk menceritakan kebobrokan rumah tanggaku kepada orang tuaku dan orang tua Mas Rio. Namun, sayang jauh panggang dari api. Pernikahan itu memang direncakanan karena ketiadaan cinta. Ke manakah hendak mengadu? Jika aku memang hanya dijadikan tumbal? Baiklah, aku akan pergi. Mencari obat pada luka di hati, mencari penawar pada lara di sukmaku. Kukirim tulisan pesan pamit ke nomor Mas Rio sebelum menghilangkan semua jejak tentang di mana keberadaanku. Selamat tinggal tanah kelahiran.”