icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dicintai Adik Ketemu Gede

Bab 9 Mewakili Fadlan

Jumlah Kata:1170    |    Dirilis Pada: 23/03/2022

r sendiri," gumamku seraya mengelap pipi

ngat akan Fadlan yang kini mungkin masih dal

aku tak masalah. Toh, yang nyium itu anak SD. Sekarang, kan, beda lagi. Uda

n bahwa tadi itu hanya kebiasaan masa kecil yang belum bisa Vivi

naik panggung! Fadlan, kan, sudah menyuruhmu untuk mengabadikan momen p

i toilet dan melenggang masuk ke area lapangan utama, di mana tempat itu dijad

nyaman. Sekilas kulihat Vivi sedang bercanda ria dengan tem

anaknya cukup pendiam. Saking pendiamnya, dia selalu jadi bahan olokan. Dia takkan berani mengadu pada

anggil sambil melambai

yang mengerumuninya perlahan memberi

sindir Vivi sembari menunjuk ke arah

n tertawa kecil

jemput Encang. Udah mendingan dan nggak sakit lagi, tapi Eny

n, ada Abang. Nah, kamu juga bisa tenang dan bis

i ...." Dia menunduk, tangannya

ti a

nggak

an,

Vivi. Yang cakep ya," selanya ser

ma. Mereka tertawa cekikikan. Tak lama setelah pidato selesai, Pak Kepsek pun menyuruh para lulu

u memotret Vivi, tiba-tiba pikiranku diseret kembali pada kenangan masa lalu ket

ya lagi untuk kembali mengenang semua itu." Aku bergumam

g menyalami jajaran guru serta para staf. Satu persa

Ke mana dia? Apa mungkin sedang bersama teman-temannya? Atau mungkin ...." Be

sung menyusul ke mana Vivi dibawa oleh mereka. Vivi semakin jauh dari pandangan. Aku terus berjalaan lurus menyusuri

itu sekuat te

bil saling oles krim kue. Ruang kelas itu telah disulap menjadi ruang pesta. Semua berhenti dan diam saat aku tiba. Mata me

sesaat. Mungkin karena harinya bertepatan denga

belas menit ke belakang, di mana saat V

kan soal ulang tahunnya, tapi

setiap tahun aku selalu ingat. Lalu, mengapa ti

nya Vivi dengan raut wajah murung. Pert

n kepala. "Enggak, Vi. Cuma

dah, nggak usah beral

i ini doang. Jangan marah, ya. Sekarang gini, deh. Kamu

tanyanya

ya, apapun. Kamu m

n tatapan mengharap. "Bang Agam yang bayar tiketnya," tambahnya. Kini, ga

lau hari ini Fadlan sudah menyuruhku untuk

tu. Soalnya, hari ini ada yang lebih spesial sudah menunggu

ng ke kita," goda teman-temannya serentak. Mereka b

edas, "Itu tem

yg lagi dikejar cowok, nih," celetuk gadi

yum. Tapi Vivi langsung mendengkus, sehingga yang la

bangku sendiri. Udah, lah, jangan sembarangan ngomon

langsung memeluk diri, dan

sudah begitu banyak dan besar, bisa-bisanya dia tak meras

pa buat Vivi?! Tujuannya apa?" Ak

dulu. Lagian, Fadlan juga tak menyuruh

lmarhum ibunya untuk terakhir kali, dia takkan mungkin pergi dan bakal ngajak kamu. Tapi, terp

a sumr

, y

ya

tusias. Apalagi mereka. Semua pasang ma

bilang apa, soalnya Fadlan sengaja

dlan hanya pesan d

a lagi? Terpaksa aku katakan yang sejujurnya. Toh, Fadla

ngerti dan tak mema

kapan perg

an, kita pergi s

ke

nyum leba

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dicintai Adik Ketemu Gede
Dicintai Adik Ketemu Gede
“Bagaimana jadinya jika seorang remaja berusia tujuh belas tahun mencintai pria dewasa berusia dua puluh enam? Remaja itu terus mengejarnya, bahkan memaksa untuk menikahinya seusai lulus SMA. Sebut saja namanya Vivi, gadis belia yang mendadak menyimpan rasa pada Pria bernama Agam Permana-seseorang yang sudah hidup di lingkungannya selama sepuluh tahun lamanya. Vivi terus saja memupuk rasa, hingga cinta yang dipendam pun dinyatakan juga. Agam yang selama sepuluh tahun menganggap bagai saudara pun bingung dan berusaha menghindar, terlebih sahabatnya-Fadlan-mengaku telah mencintai sosok Vivi. Sayangnya perasaan tak dapat dibohongi. Lambat laun Agam jatuh hati. Akankah keduanya bersatu? Bagaimana dengan Fadlan sahabatnya? Ini adalah cerita romansa. Menghadirkan kisah rumit antara remaja dengan orang dewasa. Membuat sosok Agam dilema antara harus memilih cinta atau persahabatan. Berisi tentang isi hati yang sulit terungkap, juga tiga hati yang kian hari kian terkoyak. Bisakah ketiganya melalui semua masalah tanpa adanya permusuhan?”