icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dicintai Adik Ketemu Gede

Bab 4 Perasaan Lega

Jumlah Kata:1185    |    Dirilis Pada: 22/03/2022

Gina. Namun, terkadang rindu masih saja datang, dan aku tetap mey

asaan ini terlupakan. Salah satunya menjelajah negeri dan mendaki gunung. Namun, se

aku kembali merajut kisah asmara dengannya lagi sebab dia telah berpisah dengan suaminya. Permintaan yang tak masu

ntuk menggalinya lagi, 'kan? Perpisahan kala itu sudah membuktikan bahwa kita tak bisa lagi bersama.

t isak tangis. Pelan da

u sadar diri mengingat statusku saat ini,"

aku menolaknya karena status janda yang dia sa

pi, kamu tahu, 'kan, aku masih belum bisa menjalin hubungan lagi? Baik dengan orang lain atau

sak tangis yang kudengar.

n sangat kejam. Bagaimana caraku untuk bisa menebus

rti yang kukatakan sebelumnya, untuk menjalin

ung pun mulai normal. Kurebahkan diri di atas ranjang sambil menatap lan

ini. Sekali lagi maaf untuk yang pernah terjadi dulu,

aku sekarang baik-baik saja, percayalah. Jangan terjebak di masa lalu yang mun

rena Mas sudah bersedia bicara denganku. Kututup dulu teleponnya. Semoga kamu sehat

baik. Dan, kalau kamu butuh teman untuk sekadar sharing, kirimi sa

ra, isaknya

kamu sudah tak mau berur

a menjalin hubungan sebagai

rap dia sedang menggariskan senyum

Bibir ini sed

anlah suatu dosa yang harus dihindari. Tak melulu membahas tentang kegalauan atau mengingat se

u yang penasaran pun bangkit dan berdiri di ambang pintu. Kulihat Nyak M

aak!" raung

Sini!" Teriak Nyak Ma

is'. Melainkan keributan antara ibu dan anak di lingkungan rumah kost, yaitu Nyak Marni dan Vivi. Enta

ost lainnya bahkan sudah terbiasa, termasuk aku. Bukannya melerai, yang

mukan Nyak Marni, Vivi menoleh ke arah si

Vivi!" Dia menyerukan

rni. Bukannya berhenti, Vivi malah semakin mempercepat lari

ewot. Vivi malah mengabaikanku, dia mengintip dari balik

i benar-benar menyusul Vivi.

di sana! Keluar

Enyak pasti getok Vivi pak

ak Marni tampak semakin meletup-letup. Sapu

, bukan Vivi!" teriakku panik saat sa

kena pukul juga, lu?!" ancam Nyak Marni.

erteriak. Menyela seraya

buhku. Ketakutanku mulai tumbuh, aliran darahku serasa mendidih kala terdengar gemeretuk gigi

Marni seraya memukulkan ujung sapu ijuk ke ba

an sengajaaa! Aww

ivi bilang

! Berani-beraninya elu se

an sapu Nyak Marni berkat Vivi. Lalu, Vivi sendiri berteriak-teriak tanpa

ra Fadlan nyaring di belakang Nyak

dipukul juga

n kemarahan ibu kost. Nyak Marni pun kembali menatapk

agi ada diskon gede, lo

rni, si penggila diskon langsung

ertinya trik Fadlan berhasil. Terbukti dari perubahan nada bicara Nyak Marn

i dan tak lagi mempedulikan Vivi, "Minggir, jangan mengha

u menghela napas lega.

"Udah pergi, Bang

isikan!" deham Fadlan menyindir. Aku baru ters

r pada Fadlan yang raut wajahnya tampak kesal. Sementara Vivi

ergi tanpa permisi, "Makasih, ya, Bang Fadlan.

begitu juga padaku,"

sinis. Ah, perasaanku jadi tak enak. Bar

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dicintai Adik Ketemu Gede
Dicintai Adik Ketemu Gede
“Bagaimana jadinya jika seorang remaja berusia tujuh belas tahun mencintai pria dewasa berusia dua puluh enam? Remaja itu terus mengejarnya, bahkan memaksa untuk menikahinya seusai lulus SMA. Sebut saja namanya Vivi, gadis belia yang mendadak menyimpan rasa pada Pria bernama Agam Permana-seseorang yang sudah hidup di lingkungannya selama sepuluh tahun lamanya. Vivi terus saja memupuk rasa, hingga cinta yang dipendam pun dinyatakan juga. Agam yang selama sepuluh tahun menganggap bagai saudara pun bingung dan berusaha menghindar, terlebih sahabatnya-Fadlan-mengaku telah mencintai sosok Vivi. Sayangnya perasaan tak dapat dibohongi. Lambat laun Agam jatuh hati. Akankah keduanya bersatu? Bagaimana dengan Fadlan sahabatnya? Ini adalah cerita romansa. Menghadirkan kisah rumit antara remaja dengan orang dewasa. Membuat sosok Agam dilema antara harus memilih cinta atau persahabatan. Berisi tentang isi hati yang sulit terungkap, juga tiga hati yang kian hari kian terkoyak. Bisakah ketiganya melalui semua masalah tanpa adanya permusuhan?”