icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dicintai Adik Ketemu Gede

Bab 5 Peringatan

Jumlah Kata:1113    |    Dirilis Pada: 22/03/2022

k separuh. Cahayanya bahkan takkan mampu menembus kaca jendela kama

ni penghuninya kebanyakan mahasiswa atau para pekerja sepertiku yang notabene jomlo, meskipun tidak semua, si

etan. Kami lebih senang istirahat penuh selagi libur bekerja. Sebab, kalau waktu l

arannya seperti biasa. Dia heboh sendiri. Namun, kehebohannya

g Ag

et. Tak lama pintu kamar kami terbuka. Vivi kini berdi

tampak panik, membuat Fa

ni ngamuk lagi?!" Fadla

alu mengalihkan pa

ivi sebentar," pintanya deng

Sekilas mataku beradu tatap dengan Fadlan. Rasa ta

Kulepaskan pegangan tangannya se

p. Pemiliknya mau pulang kampung. Mau, ya? Pliiis ... kalau perginya sendiri pasti Eny

kan. Fadlan terlihat sok sibuk main ponsel, padahal kuyakin hatiny

ivi membuatku kembali

t." Aku terpaksa bohong. "Pergi sama

ku langsung menoleh. Vivi me

sa ya, Bang?" tanyanya d

angguk,

angkat sekarang?" se

Dia mulai menggaruk

u," katanya. Dia pun berlalu ke l

njang. Mulutnya menganga l

jaket yang menggantung di balik pintu. Tak ketinggalan kunci mobil milikn

gan yang bahkan belum dia mulai selalu gagal. Entah kenapa? Semoga saja sekarang pilihan Fadlan tepat.

um, "Apa aku harus buka usaha

pa menit mengatakan candaan pada diri sendiri. S

erutkan dahi, "Ada

bol hijau, tanda p

Lan. A

Bang Fadlan tiba-tiba mogok. Pliis. Bantuin Vivi sek

kamu yang pegang, Vi

vi tadi mau nelepon Abang, tapi ternya

segera datang menyusul sebelum waktu semakin larut. P

di atas lemari kemudian langsung tancap gas. Fadlan

i sama aku

adlan bisa mengendarai sepeda motor, dia pasti lebih memilih kembali dan meminjamnya, ketimban

baikan perutnya?" ta

Habisnya, kalau ditambah dengan keboh

makai helm dan nai

." Vivi berkata. Dia tampak kurang e

m seraya mengucap, "Hati-hati d

eyel. Untungnya, jarak ke tempat penyewaan baju tradisional itu tak terlalu ja

masuk?" tanya Vi

uruhku pada Vivi. Kudorong bahunya.

saku untuk mengambil ponsel. Sud

lik kalau ud

Kalau dia ngajak, jangan

esan temanku. Aku mengulum se

kubilang Vivi itu sudah kuanggap

a panggilannya. Baru dua detik kuangkat, serbua

bakal aku bawa-bawa gebetanmu itu ke tempat lain.

i juga walau katamu kalian itu seperti saudara. Kalau ser

. Tak percaya kalau Fadlan punya pi

pa ke

saudara kandung saja. Percayalah, Vivi hanya menganggapku sebagai abangnya. Tidak lebih. Pun denganku. Ja

erdiam. Membiarkan kuot

ak

ocah yang masih bau kencur. Emangnya

malah jatuh cinta!" Fadlan mempe

ak b

rcipta. Mungkin Fadlan di sana sedang ber

upercaya. Ma

goodie bag berwarna merah marun berukuran sedang. Dia mengangkat g

lihat. Dia juga sedikit berdandan. Pantas saja Fadlan kesemsem. Walau begi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dicintai Adik Ketemu Gede
Dicintai Adik Ketemu Gede
“Bagaimana jadinya jika seorang remaja berusia tujuh belas tahun mencintai pria dewasa berusia dua puluh enam? Remaja itu terus mengejarnya, bahkan memaksa untuk menikahinya seusai lulus SMA. Sebut saja namanya Vivi, gadis belia yang mendadak menyimpan rasa pada Pria bernama Agam Permana-seseorang yang sudah hidup di lingkungannya selama sepuluh tahun lamanya. Vivi terus saja memupuk rasa, hingga cinta yang dipendam pun dinyatakan juga. Agam yang selama sepuluh tahun menganggap bagai saudara pun bingung dan berusaha menghindar, terlebih sahabatnya-Fadlan-mengaku telah mencintai sosok Vivi. Sayangnya perasaan tak dapat dibohongi. Lambat laun Agam jatuh hati. Akankah keduanya bersatu? Bagaimana dengan Fadlan sahabatnya? Ini adalah cerita romansa. Menghadirkan kisah rumit antara remaja dengan orang dewasa. Membuat sosok Agam dilema antara harus memilih cinta atau persahabatan. Berisi tentang isi hati yang sulit terungkap, juga tiga hati yang kian hari kian terkoyak. Bisakah ketiganya melalui semua masalah tanpa adanya permusuhan?”