icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Dear Ex and Mistakes

Dear Ex and Mistakes

icon

Bab 1 Kesendirian

Jumlah Kata:1138    |    Dirilis Pada: 01/03/2022

ry ke enam bulan

epat saji ini menuju salah satu meja. Langkahnya ringan sekali meski membawa banyak burger dan sod

kan lagi perhatianku pada sketsa-sketsa gaun anak-anak yang tengah kukerjakan. Meski ini bukan pekerjaan utama yang memberiku gaj bulana

ntuk mencari suasana baru. Di hari kerja seperti saat ini, restauran cepat saji tak seramai saat akhir minggu.

, kita sudah bersama selama in

ceria. Jika sudah begini, fokusku jadi sedikit goyah dan bola mataku mau tak mau melirik lagi pada se

a. Iyuh, menjijikkan. Kalau uang jajannya kurang, lebih baik makan bakso kaki lima saja alih

n formal yang Bu Rahma tugaskan padaku. Tiga bulan lagi butik tempatku bekerja akan mengikuti acara tahunan dan Bu Rahma sedang ingin mengeluarkan koleksi baju formal yang bisa dipakai un

lirik sekilas pada layar da

u beliau ya. Ada yang mau pesan gaun katanya. Bu

melihat responsku. Aku tak perlu menjawab pesannya, karena setelah ini a

pku tak pernah mudah. Sungguh, urusan lembur setiap hari dan terus menggambar hanyalah satu dari sekian hal kecil yang kunikmati. Masih banyak

you, s

n telingamu lelah sendiri. Aku hanya berharap, kelak kamu tak akan menyesali dan menangisi apa yang te

imaginasiku menjadi nyata. Hidupku tak semudah dan seindah harapan juga bayanganku. Jadi, ketika aku berimajinasi dan menuangkan semua itu di atas kertas, lalu bekerja keras hingga ak

gaun toska berenda yang kurancang untuk anak usia tujuh tahun ini. Soal hidup, baiknya semua k

a lagi. Mungkin orangtuanya menghubungi dan meneriaki mereka untuk lekas berada di rumah. Kasihan, anak ingusan itu belum tahu pentingnya aturan dan norma ketat. Orang tua bersikap keras bukan berarti me

ya pa

ng membuatnya harus ada di kelas setiap malam. Berbeda dengan aku yang tak memiliki keinginan untuk mengenyam bangku kuliah. Memiliki kemampuan menjahit dan menggambar desain baju sudah cukup bagiku. Bu Rahma mengarahk

sana, Bu Rahma tengah bersiap di ruangannya. Beliau memintak

an bahan itu serta cara perawatannya. Nanti, setelah dia memutuskan, baru saya lanjutkan rancangan itu dan membuatkan unt

ana di sini sampai jam sepuluh malam, Bu. Mau potong

menatapku dengan binar sendu. Aku tahu arti tatapan itu kepadaku. Selalu begitu, sejak enam tahun lalu, saat p

han dan hidupmu." Wanita itu berkata lirih sebelum masuk ke dal

am tahun lalu. Bagiku, menjalani hari sendiri dalam sepi seperti ini jauh lebih baik dan menentramkan, daripada harus berteriak marah dan menangis hingga tertekan batin sendiri. Menghabiskan energi dan waktu untuk m

**

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dear Ex and Mistakes
Dear Ex and Mistakes
“Bagiku, lebih baik seperti ini. Hidup dalam kesendirian dan rasa hampa yang kuharap mampu mengobati kecewa dan luka dalam hati. enam tahun pergi dan sendiri, hatiku masih terasa nyeri. Tak apa, kuyakin waktu kan mengobati sakit ini seiring kesendirian yang kupertahankan. Kami menikah, dengan cinta, dengan rasa percaya. Namun, ia menghianati semua saat kami harus terpisah jarak. Aku pergi tanpa sudi bertemu dengannya setelah kupergoki ia mendua. Rasanya sakit, saat pengorbanan yang kulakukan ternyata tak sedikitpun berharga di matanya. Enam tahun berlalu. Aku masih terseok dengan hati yang selalu perih setiap mengingat bagaimana ia mencium wanita itu. Saat hidupku sudah mulai tenang dengan sepi dan hampa yang kubuat, takdir mengujiku dengan pertemuan kami. IA datang dan tinggal dekat denganku, lalu menawarkan masa depan yang dulu pernah ia janjikan kepadaku lagi.”
1 Bab 1 Kesendirian2 Bab 2 Sita3 Bab 3 Frustrasi4 Bab 4 Perhatian Dimas5 Bab 5 Pertanyaan Dimas6 Bab 6 Tentang Jodoh7 Bab 7 Rumah Tangga Dimas dan Ratih8 Bab 8 Tentang Dimas9 Bab 9 Sakit10 Bab 10 Bertengkar11 Bab 11 Keraguan12 Bab 12 Minta Rujuk13 Bab 13 Kesibukan Ratih14 Bab 14 Jalan Terpisah15 Bab 15 Semakin Jauh16 Bab 16 Terkuak17 Bab 17 Perasaan Dimas18 Bab 18 Pendekatan19 Bab 19 Bicara20 Bab 20 Pulang21 Bab 21 Ratih dan Seno22 Bab 22 Jalan Takdir23 Bab 23 Sikap Dimas24 Bab 24 Project25 Bab 25 Mantan Suami dan Calon Suami26 Bab 26 Tegang27 Bab 27 Bertengkar28 Bab 28 Melarikan Diri29 Bab 29 Penyesalan30 Bab 30 Melepaskan31 Bab 31 Merelakan32 Bab 32 Rekonsiliasi33 Bab 33 Masih Cinta34 Bab 34 Kondangan35 Bab 35 Melepas Rindu36 Bab 36 Rujuk37 Bab 37 Menikah38 Bab 38 Ungkapan Cinta39 Bab 39 Bulan Madu40 Bab 40 Perjalanan Baru41 Bab 41 Ratih di Mata Dimas42 Bab 42 Romansa Rumah Tangga43 Bab 43 Sikap Ratih44 Bab 44 Memutuskan Sendiri45 Bab 45 Undangan Seno46 Bab 46 Kejutan Untuk Keluarga47 Bab 47 Perhatian Dimas48 Bab 48 Khawatir49 Bab 49 Kehamilan Ratih50 Bab 50 Perjuangan Ratih51 Bab 51 Rengkuhan52 Bab 52 Bahagia