icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dear Ex and Mistakes

Bab 6 Tentang Jodoh

Jumlah Kata:1180    |    Dirilis Pada: 02/03/2022

et, Mbak. S

uk perempuan ini. "Pakai jepitan mutiara, Mbak, bagus nanti. Rambut Mbak Si

nghilang berganti senyum sendu dan tatapan mata yang terlihat sedih. "Nahas banget, Mba

ta menghadapi kepahitan hidup mereka. Hidupku sudah pahit, dan ak

mencoba bertahan tahunan dengan Dimas saja, nyatanya menikah hanya dalam hitunga

sesan si duda setelah cerai dari istri pertamanya, membuat ibu saya jadi mau menerima perjodohan ini. Ibu tidak memikirkan say

cara tentang hati, apalagi dari hati ke hati. Aku lebih suka memendam apap

Entahlah, aku berharap pria itu tak tertarik k

itu. Saat Sita selesai melakukan transaksi di meja kasir dan meninggalkan butik ini, pikiranku ter

erasaanku bersambut. Kami mulai menjalin hubungan saat kelas dua SMA dan melakukannya diam-diam. Saat kelulusan, Dimas berkata ia akan kuliah teknik i

a perlu menunggu empat tahun hingga Dimas lulus dan itu bukanlah waktu yang lama. Aku mengumpulkan sedikit demi sedikit hasil kerjaku dair konveksi, karena yakin bahwa hubungan kami

jadi istrinya. Bapak tahu, Ratih pasti memilihmu, tetapi Bapak harus memastikan kepastian

npa bertanya kepadaku dulu. Memang bukan perjodohan, tetapi cara Bapak mengingatkanku pada Siti Nurbaya ya

Aku mencintai Dimas dan setia kepadanya hingga pria itu mendapat kerja di sebuah perusahaan IT nasional. Aku

a yang Bapak katakan kepada kami. Ia terdiam dan menunduk. Membuatku terasa seperti berada di batas tipis antara hidu

lan lagi untuk menikahi Ratih. Dua minggu lagi, saya a

lamarku dengan sederhana, karena Dimas mengatakan kepada mereka secara mendadak. Tak mengapa bagiku,

u empat kali gajian dan gajiku belum besar. Aku masih juni

merasa bersalah. Tidak seharusnya Bapak menekan Dimas agar segera menikahiku. Usia kami masih dua puluh tiga dan pernikahan bukan hal nomor sat

kahan, pakai uangku saja. kita buat acara

k ada katering apalagi organ tunggal. Ibuku dibantu para tetangga memasak banyak menu untuk hidangan para tamu. Bapak pun

mberiku pengalaman menakjubkan itu. Bibir kami saling bertemu dengan ragu, lalu tawa lirih dan senyum ma

lai milikku dengan lembut dan penuh perasaan. Membuatku yakin jika Dimas benar mencintaiku sepenuh hati. Takut-

h kubayangkan akan kudapat bersama Dimas, pria yang kucintai sepenuh hat

hangat kulit tubuhnya memberiku sengatan asing yang membuatku merasa ringan dan m

apati kami bisa berada di titik ini. "Aku cinta juga sama kamu," ucapnya saat melepas ciuman kami, sebelum kemb

ya harus menerima kenyataan pahit yang menghancurkan hidupku. Pernikahanku terasa indah

kah cepat menuju kamar mandi demi menyelesaikan kepedihan yang membuat pandanga

un nyatanya, semua itu tak bisa hilang meski aku sudah pergi menjauh selama enam tahun. Bahkan, s

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dear Ex and Mistakes
Dear Ex and Mistakes
“Bagiku, lebih baik seperti ini. Hidup dalam kesendirian dan rasa hampa yang kuharap mampu mengobati kecewa dan luka dalam hati. enam tahun pergi dan sendiri, hatiku masih terasa nyeri. Tak apa, kuyakin waktu kan mengobati sakit ini seiring kesendirian yang kupertahankan. Kami menikah, dengan cinta, dengan rasa percaya. Namun, ia menghianati semua saat kami harus terpisah jarak. Aku pergi tanpa sudi bertemu dengannya setelah kupergoki ia mendua. Rasanya sakit, saat pengorbanan yang kulakukan ternyata tak sedikitpun berharga di matanya. Enam tahun berlalu. Aku masih terseok dengan hati yang selalu perih setiap mengingat bagaimana ia mencium wanita itu. Saat hidupku sudah mulai tenang dengan sepi dan hampa yang kubuat, takdir mengujiku dengan pertemuan kami. IA datang dan tinggal dekat denganku, lalu menawarkan masa depan yang dulu pernah ia janjikan kepadaku lagi.”
1 Bab 1 Kesendirian2 Bab 2 Sita3 Bab 3 Frustrasi4 Bab 4 Perhatian Dimas5 Bab 5 Pertanyaan Dimas6 Bab 6 Tentang Jodoh7 Bab 7 Rumah Tangga Dimas dan Ratih8 Bab 8 Tentang Dimas9 Bab 9 Sakit10 Bab 10 Bertengkar11 Bab 11 Keraguan12 Bab 12 Minta Rujuk13 Bab 13 Kesibukan Ratih14 Bab 14 Jalan Terpisah15 Bab 15 Semakin Jauh16 Bab 16 Terkuak17 Bab 17 Perasaan Dimas18 Bab 18 Pendekatan19 Bab 19 Bicara20 Bab 20 Pulang21 Bab 21 Ratih dan Seno22 Bab 22 Jalan Takdir23 Bab 23 Sikap Dimas24 Bab 24 Project25 Bab 25 Mantan Suami dan Calon Suami26 Bab 26 Tegang27 Bab 27 Bertengkar28 Bab 28 Melarikan Diri29 Bab 29 Penyesalan30 Bab 30 Melepaskan31 Bab 31 Merelakan32 Bab 32 Rekonsiliasi33 Bab 33 Masih Cinta34 Bab 34 Kondangan35 Bab 35 Melepas Rindu36 Bab 36 Rujuk37 Bab 37 Menikah38 Bab 38 Ungkapan Cinta39 Bab 39 Bulan Madu40 Bab 40 Perjalanan Baru41 Bab 41 Ratih di Mata Dimas42 Bab 42 Romansa Rumah Tangga43 Bab 43 Sikap Ratih44 Bab 44 Memutuskan Sendiri45 Bab 45 Undangan Seno46 Bab 46 Kejutan Untuk Keluarga47 Bab 47 Perhatian Dimas48 Bab 48 Khawatir49 Bab 49 Kehamilan Ratih50 Bab 50 Perjuangan Ratih51 Bab 51 Rengkuhan52 Bab 52 Bahagia