icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Membunuh Masa Lalu

Bab 9 Semangat itu adalah Emak

Jumlah Kata:1285    |    Dirilis Pada: 31/01/2022

iku lalu meninggalkanku di saat aku sayang-sayangnya kepada Vera. Seperti yang dulu pernah

ata adalah teman kecilnya itu adalah tipe wanita i

i sebegitu menderitanya. Sampai pernah mencoba bunuh diri segala. Pasti sangat berat, seper

gah ada di rumah sakit. Tetapi karena aku sudah benar-benar tidak mau berurusan dengannya lagi

andra. Kalau saja aku tak berbuat itu kepadanya pastinya semua ini tak akan pern

ya rasa kasihan saja. Sebelumnya aku terima dia karena kasihan melihatnya terus-terusan mengejarku, kemudian aku menerimanya dengan terpaksa sebab aku memang tidak mencintainya. Aku pikir cinta bisa

nangis hebat, bahkan sampai mengemis-ngemis kepadaku agar aku tidak meninggalkannya. Tetapi apa boleh buat, aku tidak mau semakin lama

bahwa sakit hatinya

menjalar masuk ke seluruh tubuhku. Mendesak dengan begit

endammu. Aku ucapkan selamat. Kamu leb

Kopi di kedai ini memang khas sekali, maka dari itu tak heran jika tidak pernah sepi pelanggan, pelayanannya pun

rgi setelah meninggalkan jejak yang tak pasti. Segala logika tak akan berguna jika sudah berurusan dengan cinta. Ia tak terliha

ok wanita itu, kusandarkan kepalaku sejenak di kursi, kupejamkan mataku, dan aku hembuskan napasku secara perlahan. Bagaimanapun

egera tuntaskan dendammu, apalagi yang kau tunggu!

i telah ada di dekatku, tinggal aku ter

u, sampai kapanpun kau tak akan pernah bisa hidup tenang dan damai. Kamu lah yang menyulu

ntas kau melupakan begitu saja dendammu? Ayo, luapkan saja

napsumu, kau sudah sangat menderita, jangan kau tambahi lag

ikir lagi harus bagaimana sekarang. Suara-suara dari dalam jiwaku s

di dompet, kuhampiri kasir, da

is yang tersisa. Rasanya semua sudah jelas, aku akan k

gera melepaskan cincin pemberian pak tua itu dari jemariku. Sebelum tubuhku memudar dan terhisap masuk ke dimens

kan tubuhku terhisap dan kem

*

rto bilang padaku kalau masih ingin bekerja hari ini suruh datang ke kantor. Karena aku adalah orang lama dan ki

u kepada Sandra. Aku juga tak ada dendam lagi Vera. Setelah berjibaku dengan waktu yang tidak sebentar, pada akhirnya aku paham, aku masih pu

an. Kulihat wajahnya semakin menua, dan aku belum bisa membahagiakannya malah hanya jadi b

kau kena minyak baru tahun rasa," kata emak sembari

k," jawabku manja. Aku memang anak satu-satuny

ini mulai kerja lagi, kan?" ucapnya

di kerjaan masih ingin aku kerja disana. J

aga kamu, meski kerjaanmu hanya kurir paket, setidaknya itu halal. Banyak or

ekat wajah emak. Ini yang selalu aku rind

ataku ma

sibuk. Aku mengambil kursi plastik, dan duduk di d

esepian?" Aku kata

-kemarin ketika kamu lagi gila gara-gara Vera, jujur emak kesepian

iya,

k tidak tahu maksud di balik pertanyaan

Emak ada Jaya, tetapi pasti emak juga butuh seorang pendamping bukan? Sesuatu

an alat penggorengannya, lalu mengambil kursi

n adalah melihat engkau menikah dan emak segera menimang

" Aku masih

ah pak Abdul tidak cuk

ng mulai banyak kerutan itu mendadak bersemu mer

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Membunuh Masa Lalu
Membunuh Masa Lalu
“Sebelum kau memutuskan jatuh cinta, siapkan dua hal yang akan kau terima. Kehilangannya atau merindukannya. Cinta memang selalu misterius. Datang dan pergi sesuka hati. Namun, bagaimana jika ketika cinta pergi sembari membawa serta jiwa kita ini. Bagaimana jika kita kehilangan seseorang yang sangat kita sayang tanpa ada kepastian yang jelas? Kisah, Jaya ini mungkin pernah kalian alami, kalau belum jangan sekali-kali!”
1 Bab 1 Karma2 Bab 2 Bunga Itu Tak Mekar Lama3 Bab 3 Galau di atas Galau4 Bab 4 Jiwa yang Hilang5 Bab 5 Datangnya Sosok Masa Depan6 Bab 6 Pergulatan7 Bab 7 Pergi ke Masa Lalu8 Bab 8 Sebab Dari Akibat9 Bab 9 Semangat itu adalah Emak10 Bab 10 Dunia Tak Selebar Daun Kelor11 Bab 11 Sandra!12 Bab 12 Apakah Kau pernah Mencintaiku, Ver 13 Bab 13 Minta Maaf