icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MUTIARA LEMBAH HITAM

Bab 5 Andai Waktu Bisa Diputar

Jumlah Kata:1439    |    Dirilis Pada: 19/01/2022

pahanya. Ia tatap mata indah Nesa dengan pandangan penuh

aat mendekati hari pernikahan, memang bakal ada berjuta godaan yang datang untuk menguji kesungguhan dan niat kita. Jika kalah, semua bubar. Makanya kamu harus kuat

kin itu. Sebagaimana aku juga sangat yakin

t membela perusahaan serta kiprahnya di pengadilan membuat Raga menaruh respek padanya. Ia tak seperti gadis-gadis lain yang hanya meng

kerap tampil layaknya gadis kecil yang manja. Kegarangannya di pengadilan seperti hilang ent

ri agar membuat Nesa tetap berpakaian lengkap saat bersamanya. Matanya yang bening dengan bibir mere

a yang kini memejamkan mata di atas pahanya. "Kamu akan menja

jahnya ke wajah Nesa dan mengecup

aan dengan Raga. Pikirannya sedang gundah. Ia masi

n memandang Raga yang saat itu juga tengah menatapnya. Terlalu banyak yang har

?" Tiba-tiba Nesa bertany

itu benar-benar tidak masuk akal. Gak perlu kamu resah soal itu. Lagian, kalau pun benar kamu adikku, a

kan mata. "Ng

ama kamu. Jadi gak us

Mas.

h. Konyol, tau!" Raga mengusap gemas rambut Nesa. "Ka

ncium bibir Raga dengan beringas. Raga tersentak kaget, tidak menyangka Nesa akan menyerangnya

ara tiba-tiba Nesa menghentikan serangannya dan menjauhkan diri dari Raga. Kembali Raga

mu bener-benar bikin aku gila, Babe."

a lama-lama seperti ini." Ia memegang pipi Ne

ta akan menikah. Ia meyakinkan Nesa sebagaimana ia pun sangat yakin past

sebagaimana saat ia menjalin hubungan d

pernah bilang lagi kamu adikku, karena kamu calon istriku, calon ibu dari anak-anakku." Ia berbisik

*

ebuah kotak kenangan pemberian Susan sebelum ia diserahkan pada Om Beno dan Tante

sejarah tentang kamu." Demikian Susan du

Ia pernah bertanya, ta

menulis sedari kelas enam SD. Semua kegundahan dan kesedihan ia tumpahkan dalam buku hariannya. Sayang hanya tersisa dua diary yang bisa ia bawa pindah ke apartemennya. Beberapa

erjadi?" lirihnya seraya membongkar isi

Sejenak ia tercenung. "Apa mungkin ada dokumen atau foto ayah di dalam san

nya. "Apa mungkin Pram, ayah Raga itu adalah ayahku juga? Tapi itu terlalu berlebihan. Mana mungki

alu mulai memeriksa dan membaca setiap kertas yang tersimpan di dalamnya. Setiap

sebut. Tiba-tiba ia melihat sebuah foto usang. Susan tengah menggendong seorang bayi di dampingi se

ika laki-laki bule ini ayahku, apa hubungannya dengan Raga?" Ia merasa pusing

periksa, namun tak ada yang mengaitkan Susan dengan ayah Raga. Lelah, ia me

menebak-nebak apa maksudnya." Ia memutuskan sejenak memejamkan mata. Har

enemui ibu di ruma

saat tinggal dengan Susan dan sekian banyak laki-laki yang sering keluar masuk kamar Ibunya, menari-nari di kepalanya. Lalu, ba

uh hidupnya untuk mengurus Nesa sejak bayi hingga usia delapan tahun. Nenek yang senantiasa berlinang air mata setiap bercerita tentang Susan, anak satu-satunya

liki keberanian untuk terus bertahan dan berjuang untuk mew

h baik. Jangan seperti Ibu kamu yang menyia-nyiakan masa muda de

dangan matanya menerawang jauh. Kala itu Nesa tidak paham apa yang dibicarakann

sa memilih cara yang lebih baik. Bahkan untuk bisa sekolah, aku harus berkorban dengan jalan yang tak ak

ri jerih payah hahal seperti yang Nenek inginkan, tetap harus menebus semuanya dengan harga yang teramat sang

ja waktu bisa

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MUTIARA LEMBAH HITAM
MUTIARA LEMBAH HITAM
“Terlahir dari rahim wanita penghibur profesional dan terpaksa hidup berpindah dari satu keluarga ke lain keluarga, menorehkan masa kecil menyakitkan yang membuat Nesa menjadi pribadi dingin dan tak mampu merasakan kehangatan cinta. Namun ia bertekad merubah nasib. Melalui perjuangan panjang yang menyisakan banyak trauma, ia berhasil menjadi pengacara dan akhirnya bertemu Raga, laki-laki yang mampu membuatnya jatuh cinta. Di tengah rencana pernikahan yang sedang mereka rancang, pertemuan kedua keluarga membuat impian mereka berantakan. Tiba-tiba Ibu Nesa dan Ayah Raga menentang pernikahan mereka. Sang Ibu bahkan dengan gamblang menyatakan mereka adik kakak ! Pernyataan yang menghempaskan harapan dan menyibak berbagai rahasia gelap dalam kehidupan mereka.”