icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

MUTIARA LEMBAH HITAM

Bab 2 Kita Tak Mungkin Menikah

Jumlah Kata:1443    |    Dirilis Pada: 19/01/2022

masih juga mengobrak-abrik masa depan yang tengah aku rancang." Nesa bergumam sambil memijat kepalanya yang te

ku! Itu pernyataan paling k

aga sebenarnya dan siapa ayah kandungnya. Ia tak akan kalah hanya kar

miliknya, kekasihnya, s

kah dengan Raga. Kamu tidak berhak m

unjungi Nesa, kini bergegas hendak pulang. Situasi tegang di an

yang Ibu katakan. Kamu tidak

an Susan. Ia bahkan tak mau me

dia!" teriaknya membalas

fkan dan melupakan masa lalu mereka yang kelam. Namun pernyataan S

l dan tidak mengindahkan kepergi

mu, Bu," bisiknya sambil

an memenuhi benaknya. Ucapan itu tak sedi

a tiba-tiba berubah me

Nesa berdering. Nama Raga tertera di layar. Sejenak ia b

di mana?" Suara Rag

n, Mas. Sedang k

k diangkat. Aku takut kamu kenapa-kenap

." Nesa membalas d

e sana ya. Kamu m

edang tidak pengen maka

puluh menit. Baik-baik ya. I Lov

. Lalu kembali menarik bant

kakku. Jika pun iya, seharusnya Ibu memberi tahu kebenarannya. Bukannya membuatku menderita tanpa tahu apa-apa. Perempua

mampu berdiri di atas kaki sendiri. Tak perlu bergantung pada siapa pun lagi. Ia harus membayar biaya sekolah dengan penderitaan yang tak akan p

i usia delapan tahun, Nesa memenda

iran itu selalu menghantuinya. "Akibat k

n menumpahkan kekecewaan yang membebani. Setelah puas, ia bersi

apun aku tak ingin ia merasa tak nyaman saat bers

alis tebal dan bulu mata lentik alami membuat gadis itu terlihat menonjol di antara teman-tem

gan wajahnya dari balik ce

enderitaanku demi bertahan hingga hari ini

pernah terasa sangat menyiksa, namun kenangan tak

make up sederhana, ia menuju ruang depan da

egas masuk dengan wajah cemas. Namun, seulas senyum mencuat di sudut bibirnya sa

empaskan tubuh di sebelah Nesa dan

hat, Mas. Badan

ik mata gadis yang kali ini ta

Ia menggengga

ecapean aja

dan memberikan pijat

in? Mungkin ka

nyum tipis ia berikan pada Raga. Lalu kembali te

edatangannya dengan riang. Lalu berceloteh ini itu tentang banyak hal. Terutama mengenai kasus-ka

untuk berbagi. Aku ini orang yang paling dekat dengan kamu. Kamu sudah tidak sendiri lagi. Lagipula, sebentar lagi kita segera menikah. Jadi gak a

. "Menikah," rintihnya dalam hati. "K

begitu?" Raga menahan Nesa dan berusa

rasa begitu tenang dan damai saat bersama seseorang. Laki-laki itu mampu menumbuhkan kembali kepercayaannya bahwa cinta itu memang ad

taannya bahkan sangat sulit untuk dipercaya. Nesa merasa bimbang. Ia gamang. Tak tahu ba

ningan itu dihentakkan dengan sebu

kita batalkan sa

menatap Nesa sambi

u kita menikah secepatnya. Orang tua kita juga sudah bertemu dan merestui. Lalu apa alasan kamu minta dibatalkan? Kamu kan tahu, oran

aimana jika ternyata ki

ma ini hubungan kita ini cuma main-main ata

aan tidak akan mudah untuk ke depannya." Nesa berkat

uk membicarakan rencana pernikahan, kini kamu bilang semua tidak akan berjalan mudah. Seben

Tapi langkah kita akan menghadang tembok besar dan tebal." N

dahal kemarin orang tua kita baru saja bertemu dan tidak ada persoalan. Papaku juga suka banget sama kamu. Selama ini dia sering membanggakan kamu. Mamaku

nah aku ajak menikah. Aku belum pernah membawa orang tuaku bertemu orang tua gadis manapun di

enghadapi masalah besar. Aku juga

nya pikiran kamu saja yang menganggapnya besar. Lagipula, jika menyangkut kita, bukannya kamu me

bisa menikah, Mas!" sahu

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
MUTIARA LEMBAH HITAM
MUTIARA LEMBAH HITAM
“Terlahir dari rahim wanita penghibur profesional dan terpaksa hidup berpindah dari satu keluarga ke lain keluarga, menorehkan masa kecil menyakitkan yang membuat Nesa menjadi pribadi dingin dan tak mampu merasakan kehangatan cinta. Namun ia bertekad merubah nasib. Melalui perjuangan panjang yang menyisakan banyak trauma, ia berhasil menjadi pengacara dan akhirnya bertemu Raga, laki-laki yang mampu membuatnya jatuh cinta. Di tengah rencana pernikahan yang sedang mereka rancang, pertemuan kedua keluarga membuat impian mereka berantakan. Tiba-tiba Ibu Nesa dan Ayah Raga menentang pernikahan mereka. Sang Ibu bahkan dengan gamblang menyatakan mereka adik kakak ! Pernyataan yang menghempaskan harapan dan menyibak berbagai rahasia gelap dalam kehidupan mereka.”