icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Love a Sweet Psycho

Bab 2 Mata Sedingin Es

Jumlah Kata:1279    |    Dirilis Pada: 18/01/2022

seraya memberi jarak pada si laki-laki itu, m

ng menatap acak seluruh murid yang menampilkan raut takjub, lantas terakhir sendiri, ia menatap cukup la

ya dengan senyum pertama yang ia ci

eperti seorang artis, kulitnya bersih sekali, ia tinggi, memiliki bahu lebar, dan tak tertinggal fitur wajah yang sangat mendukung-al

kepala mata mereka, dan seterusnya akan menjadi teman sekelas bersama. Apalagi kaum hawa, mereka agaknya seperti bertemu seorang i

dilahirkan di Korea Selatan, dan pindah saat berusia sepuluh tahun, yang berarti aku sudah menghabiskan hampir separuh umurku d

t Hun. Itu menjadi nilai plus yang makin menambah kesan sempurna di benak semua murid yang berada di kel

terlalu biasa untuk hidup sendiri selama di sekolah, tak memiliki teman, membuat ia sering menahan diri untuk be

song, di belakang sana, bersama Arin," ucap bu g

mpat tasnya, yang memang selalu ia letakkan di kursi kosong sebelahnya itu. Belum lagi semua mata tertuju pada si Tehun, cepat atau lambat Arin mungkin bisa terkena imbasnya, terlebih jika Tehun

snya. Arin menghela napas lega. Semoga saja dia akan seperti ini sampai akhir, tak terlalu memperdulikan eksistensi Arin, karena gadis

*

kelas tak lama kemudian dan membawakan beberapa camilan untuk Arin, sebagai perayaan kecil teman sebangku katanya.

tersenyum, lantas mengangkat tanga

runya yang membuat orang di ruang kelas itu s

n," pekik salah seor

teman baik, ya," ujar Tehun

n yang renyah dari pria dengan senyum secerah matahari itu. Hun beberapa kali juga tampak sedikit menyeret Arin ke

nyisakan dua insan yang salah satunya kini menghela napas lega itu, s

suara seseorang saat di sekolah, apalagi di kelasnya, di sampingnya tepat, terjengat

a yang baik padanya, perlahan pasti akan menjauhinya juga, karena ia yang memang tak punya teman, pasti orang itu takut jika dia perlahan akan dijauhi seperti di

a?" tanya Hun lagi, yang segera membuat alis Arin

tak pemberian Hun tadi, dan meminumnya pelan. Pas sekali, ia suka rasa cokelat. Diam-diam ia menikm

n membuat Arin yang sempat membuang pandangannya ke jendela itu terkaget, lagi juga. Masih

aik pada mereka, kalau jahat, kau harus jahat juga," ujar Arin kemudian,

Tapi ... me

giatannya. Dia meletakkan susu kotak itu ke meja, dan menatap serius pada Hun selama beberap

u bagaimana rasanya dijahati," jawab Arin

gat yang lalu-lalu, yang masih perih begitu dikenang. Sampai akhirnya ia memaksa dirinya untuk menghentikan k

na melakukan tindakan yang kusebut barusan," ujarnya lagi, seraya meraih susu k

asa jengah. Bertanya tanpa lelah, dan tak memiliki bobot,

an keadaan. Ia sepertinya harus membiasakan diri dengan T

mudian seraya tersenyum, membuat Arin tercengang, merasa malu karena seseorang m

i, yang membuat Arin melupakan rasa malunya. Sedikit tertegun, karena ingatan buruk kem

ya seperti ini?" gerutu Arin akhirnya, dan merasa merinding saat melihat satu

arus jahat pada mere

e cont

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Love a Sweet Psycho
Love a Sweet Psycho
“Hun. Begitu orang-orang menyapanya. Pria super tampan bak pangeran dari negeri dongeng, seperti pria-pria penuh romansa klasik yang berada di buku cerita. Nyatanya, mau dia setampan apa pun, mau jungkir-balik, makan paku, atau telanjang di jalanan sekali pun, aku tak peduli. Tapi di sini letak permasalahannya, kemirisannya. Saat aku mulai menerima takdirku dan terbiasa dengan semuanya, tiba-tiba pria berdarah dingin itu muncul, mengusik dan terus menempel padaku. Aku masih bisa berusaha acuh, namun, tak lagi saat dia mulai membelah kepala ular yang hampir menggigitku, meremas remuk penggaris yang tak sengaja menggoresku, atau hampir mencekik gadis yang menoyor kepalaku. Dia selalu mencampuri kehidupanku tanpa alasan yang tak pernah kuketahui! Aku harus bagaimana dengan cowok gila ini? Mengapa tiba-tiba Tuhan mengubah kehidupan super biasa yang sudah sangat kusukai sekarang, menjadi seperti ini? Mengubahku menjadi pemeran utama yang di mana itu adalah hal yang sangat kubenci?”
1 Bab 1 Pria Bertudung2 Bab 2 Mata Sedingin Es3 Bab 3 Kue Dari Tetangga Baru4 Bab 4 Bubuk Rahasia5 Bab 5 Hanya Permainan Belaka6 Bab 6 Atau Bukan7 Bab 7 Hun Benar-Benar Serius8 Bab 8 Semanis Puding Cokelat9 Bab 9 Tugas Kelompok10 Bab 10 Hun Si Jenius11 Bab 11 Mimpi Buruk12 Bab 12 Bahagia Itu Se-der-ha-na!13 Bab 13 Sultan Hun14 Bab 14 Hidangan Spesial15 Bab 15 Apa Kamu Percaya Keberadaannya 16 Bab 16 Mimpi Buruk (2)17 Bab 17 Sisi Lain Hun18 Bab 18 Pak Yoo19 Bab 19 Pak Yoo (2)20 Bab 20 Pak Yoo; Temanku21 Bab 21 Pak Yoo vs Koki22 Bab 22 Kembali Ke Sekolah