icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Love a Sweet Psycho

Bab 9 Tugas Kelompok

Jumlah Kata:1045    |    Dirilis Pada: 18/01/2022

in ia jauhi, ia hindari, tapi kenyataannya rumah Hun berada di depannya tepat, bahkan pria itu juga duduk di sebelahny

khir kali yang mereka dapatkan, dan Hun berkeras kalau mengerjakannya di rumahnya saja, sekalia

gan sesiku dan berwarna kuning cerah, dibawahi celana jeans yang juga memili

rdiri di tepi pintu rumahnya. Memang benar kata orang-orang, jika gadis d

h Arin, masih merasa keberatan dengan tugas yang dilimpahkan pada keduanya ini. Maksudnya, kenapa harus

ah yang disediakan. Diam-diam gadis mungil itu terkesan, dengan sofa yang ben

," ucap Tehun terlihat terburu-buru, dan segera berlari ke belakang begitu Arin mengang

, rumah ini jauh sekali dari kata berantakan. Sangat rapi, dan futuristik, meski nuan

bok, rak di pojok, vas antik, karpet beludru, semuanya terlihat sangat mewah dan super mahal. Arin sudah menduga sebelumnya kalau Hun adalah o

tanpa sadar mengembang di bibirnya, merasa nyaman dengan rumah ini. Terlihat sedikit mengintimidasi dengan suasananya, tapi kental denga

h lebih baik dari tadi, karena sudah melepas apron dan sarung tangannya. Ia

hatinya yang terlanjur membaik, padahal niatnya sebelum berangkat ke sini tadi, ia harus bisa bersi

seperti yang Arin alami saat ini. Karena Hun sendiri terlihat sangat tulus, dan men

ya ada orang yang selalu bisa mencicipi hasil karyaku seperti ini," jelas Hun deng

akkan piring itu di meja, dan mengambil s

da beberapa cupcake di meja berbentuk persegi panjang di depan mereka. Aroma sedap itu segera memenuhi indera p

itu. Selain dari keterampilan tangan Hun, pasti karena bahan yang digunakan juga sangat berkualitas. Tepungnya, gula, garam,

cil yang ditata di sebelah sofa, dan memindahkannya ke meja depan mereka, lanta

tas yang sedari tadi ia gendong di punggungnya, mengeluarkan alat t

ian begitu Arin ikut mendudukkan dirinya di bawah, menjaja

a berkata, "Aku sudah selesai, kok.

i stroberi. Stroberi Arin panen pagi tadi, banyak sekali, dan sangat memuaskan, t

padaku tentang tugas kali ini," jelas Arin seraya membuka bukunya, mulai

menghabiskan sepertiga jus ya

khir, kau dapat p

hwa pria itu benar-benar menanyakan kalimat barusan. Sedang Hun menanyakannya dengan sangat ringan se

pakan sebuah pencapaian yang besar baginya. Ia yang hanyalah murid super biasa, yang biasanya peringkatnya nangkring di angka ratusa

atannya, lantas memutar badannya condong ke arah A

agu, bersiap untuk merasa lebih malu lag

au bisa seheb

e cont

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Love a Sweet Psycho
Love a Sweet Psycho
“Hun. Begitu orang-orang menyapanya. Pria super tampan bak pangeran dari negeri dongeng, seperti pria-pria penuh romansa klasik yang berada di buku cerita. Nyatanya, mau dia setampan apa pun, mau jungkir-balik, makan paku, atau telanjang di jalanan sekali pun, aku tak peduli. Tapi di sini letak permasalahannya, kemirisannya. Saat aku mulai menerima takdirku dan terbiasa dengan semuanya, tiba-tiba pria berdarah dingin itu muncul, mengusik dan terus menempel padaku. Aku masih bisa berusaha acuh, namun, tak lagi saat dia mulai membelah kepala ular yang hampir menggigitku, meremas remuk penggaris yang tak sengaja menggoresku, atau hampir mencekik gadis yang menoyor kepalaku. Dia selalu mencampuri kehidupanku tanpa alasan yang tak pernah kuketahui! Aku harus bagaimana dengan cowok gila ini? Mengapa tiba-tiba Tuhan mengubah kehidupan super biasa yang sudah sangat kusukai sekarang, menjadi seperti ini? Mengubahku menjadi pemeran utama yang di mana itu adalah hal yang sangat kubenci?”
1 Bab 1 Pria Bertudung2 Bab 2 Mata Sedingin Es3 Bab 3 Kue Dari Tetangga Baru4 Bab 4 Bubuk Rahasia5 Bab 5 Hanya Permainan Belaka6 Bab 6 Atau Bukan7 Bab 7 Hun Benar-Benar Serius8 Bab 8 Semanis Puding Cokelat9 Bab 9 Tugas Kelompok10 Bab 10 Hun Si Jenius11 Bab 11 Mimpi Buruk12 Bab 12 Bahagia Itu Se-der-ha-na!13 Bab 13 Sultan Hun14 Bab 14 Hidangan Spesial15 Bab 15 Apa Kamu Percaya Keberadaannya 16 Bab 16 Mimpi Buruk (2)17 Bab 17 Sisi Lain Hun18 Bab 18 Pak Yoo19 Bab 19 Pak Yoo (2)20 Bab 20 Pak Yoo; Temanku21 Bab 21 Pak Yoo vs Koki22 Bab 22 Kembali Ke Sekolah