icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Love a Sweet Psycho

Bab 4 Bubuk Rahasia

Jumlah Kata:1353    |    Dirilis Pada: 18/01/2022

mengembang seperti itu, benih-benih sesu

i oleh Arin, ia baru teringat jam. Ia sudah t

a pada Koki yang sibuk makan potongan kue yang Arin beri tadi. Ia m

*

pu kecil juga tampak saling kerlip menghias, menambah cantik di mata. Terdapat dua kursi di depannya, sedang yang lainnya sengaja ia taruh di taman, dua ku

jeruk, alpukat, stroberi, anggur, dan beberapa lainnya, yang benar-benar ia tanam dan rawat sendiri. Lalu, i

uah stroberi di belakang sana juga siap panen. Dan ia selalu bahagia melakukannya, memeriksa, menyiram,

alik melirikkan matanya ke samping itu, karena memang Hun ini sangat mencolok sekali. Memiliki kulit yang sangat putih, tapi senang memakai

ru, kok," jawab Hun kemudian, dengan senyum le

Karena tadi, saat dua pesanan awalnya sudah selesai, ia tiba-tiba bilang tambah jus jeruk, lan

Arin setengah menggerutu, seraya

Arin-yang sudah diizinkan oleh sang pemilik, melebarkan

ing alpukat menjadi dadu, melirik Hun singkat seraya mend

tan tangannya yang memasukkan lincah potongan dadu alpukat itu ke blender, menuang air, gula dan susu layaknya professional, tangk

enyum tipis yang tak tertahan saat melihat karyanya sendiri. Gelas kaca dengan j

a, kini atensinya juga beralih pada jus itu,

s itu, dan menyeruputnya pelan. Matanya terpe

nya? Kuncinya pasti di bubuk ini," ujar Hun tak bisa berhenti

ang yang memuji bubuk rahasianya, yang membuat kedai kecil itu memiliki cukup banyak pelanggan. Sedang Hun hanya mengangg

abiskan lebih dari setengah jusnya, dan berhenti juga meminumnya, merasa c

lahnya, lirih sekali, hingga Hun mengernyitkan alisnya.

ah pesanan hanya demi bisa berlama-lama untuk melihat dan mengajakmu mengobrol," jelas Arin seraya menggeret

mudian, dengan ringannya, m

Merekam bagaimana reaksi orang biasa yang bertemu dengan seseorang super tampan, misalnya? Kalau begitu, apakah berarti di s

dan kiri guna menemukan seorang kameramen tersembunyi yang ia maksud tadi, kini

u akan masuk konten videomu? Di metube, misalnya?"

engerti, dan sibuk menduga-duga, kini membeku. Tiba-tiba merasa super terpesona oleh gel

ertiga itu, menyuruhnya minum agar merasa cepat baikan. Hun menyeruputnya cepat, dan berdehem dengan sis

ka Hun setelah tenang dengan dirinya se

elihatnya, membuat Ari

sekolah tadi pagi," lanjut Hun menjelaskan secara tidak langsung mengapa ia mulai terbahak tadi. Pertama, Karen

rang mengenakkan, tapi aku baik-baik saja. Hanya sudah terbiasa saja tak terlihat, dan menjadi

gga-tetangga juga akur denganku," lanjut Arin seraya mulai tersenyum, mengingat beberapa tetangganya yang

dalam Arin, membuat gadis itu merasa sedikit

mulai sekarang. Aku akan menjadi teman terba

ntak matanya dengan Hun yang kini menatapnya sedikit tak men

ian, masih tanpa memandang netra yang memabukkan itu

ng yang sangat biasa, dan sudah terbiasa hidup seperti ini. Aku tak mau tiba-tiba muncul harapan hanya karena kau berkat

n karena perasaan yang satu itu," ujarnya lagi, kini dengan tersenyum tipis penuh miris. Sebenarnya ia bukan tipe orang yang mudah bercerita tentang hidupnya pada o

takut, tapi kau bisa memegang ucapanku, aku takkan pernah men

. Dia menatap pria itu dengan napas yang mulai b

e cont

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Love a Sweet Psycho
Love a Sweet Psycho
“Hun. Begitu orang-orang menyapanya. Pria super tampan bak pangeran dari negeri dongeng, seperti pria-pria penuh romansa klasik yang berada di buku cerita. Nyatanya, mau dia setampan apa pun, mau jungkir-balik, makan paku, atau telanjang di jalanan sekali pun, aku tak peduli. Tapi di sini letak permasalahannya, kemirisannya. Saat aku mulai menerima takdirku dan terbiasa dengan semuanya, tiba-tiba pria berdarah dingin itu muncul, mengusik dan terus menempel padaku. Aku masih bisa berusaha acuh, namun, tak lagi saat dia mulai membelah kepala ular yang hampir menggigitku, meremas remuk penggaris yang tak sengaja menggoresku, atau hampir mencekik gadis yang menoyor kepalaku. Dia selalu mencampuri kehidupanku tanpa alasan yang tak pernah kuketahui! Aku harus bagaimana dengan cowok gila ini? Mengapa tiba-tiba Tuhan mengubah kehidupan super biasa yang sudah sangat kusukai sekarang, menjadi seperti ini? Mengubahku menjadi pemeran utama yang di mana itu adalah hal yang sangat kubenci?”
1 Bab 1 Pria Bertudung2 Bab 2 Mata Sedingin Es3 Bab 3 Kue Dari Tetangga Baru4 Bab 4 Bubuk Rahasia5 Bab 5 Hanya Permainan Belaka6 Bab 6 Atau Bukan7 Bab 7 Hun Benar-Benar Serius8 Bab 8 Semanis Puding Cokelat9 Bab 9 Tugas Kelompok10 Bab 10 Hun Si Jenius11 Bab 11 Mimpi Buruk12 Bab 12 Bahagia Itu Se-der-ha-na!13 Bab 13 Sultan Hun14 Bab 14 Hidangan Spesial15 Bab 15 Apa Kamu Percaya Keberadaannya 16 Bab 16 Mimpi Buruk (2)17 Bab 17 Sisi Lain Hun18 Bab 18 Pak Yoo19 Bab 19 Pak Yoo (2)20 Bab 20 Pak Yoo; Temanku21 Bab 21 Pak Yoo vs Koki22 Bab 22 Kembali Ke Sekolah