icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Love a Sweet Psycho

Bab 5 Hanya Permainan Belaka

Jumlah Kata:1251    |    Dirilis Pada: 18/01/2022

Dia menatap pria itu dengan napas yang mulai be

ita lalunya, kenangan gelap yang selalu menjadi mimpi buruk. Karena jika ada, mimpi itu pasti akan kembali, mau tak

lanjut Hun yang membuat ia akhirnya bisa sedikit bernapas lega, setelah tanpa sadar menahan napas tad

Tuhan, karena aku sendiri juga tak tahu. Lalu aku, adalah orang yang sangat setia dan bisa melakukan apa pun untuk sesuatu yang kusayangi. Jadi

Arin temukan nada bercanda, dan semacamnya. Kedua pasang netra itu hanya saling menyelami, saling ma

," tutur Arin pada akhirnya, membuat tata

inkanmu, Arin, aku

rol lagi, saking perasaannya yang sudah bercampur aduk, tak bisa dipisahkan. Hun

aruh dengan temanmu, untuk mengerjaiku, atau kau hanya bersenang-senang dengan semua ini, yang pasti aku buka

a itu, dan termenung. Lantas menganggukkan kepala p

s itu kembali mengerti. Tapi seperti yang ia duga, Arin hanya menatapnya muak, sudah terlanjur tak percaya karena semua luka yang pern

dan menganggukkan kepala se

bersama nanti, Arin, karena aku memang tak akan pernah membual dengan kalimat yang keluar dari mulutku," t

," pamit Hun yang belum juga ditanggapi oleh Arin, masih kebingungan dengan situasi yang dihadapinya, kalap d

lang setelahnya, meninggalkan Arin yang bahuny

Tapi jelas tidak. Ia membuka mata dengan hati yang masih merasakan luka-yang sebenarnya juga masih bingung hendak percaya a

kini tergantung bagaimana Hun memperlakukannya. Karena sekarang hanya dia yang jelas akan mendominasi kisah hidup Arin, entah dia bisa memper

*

a puluh kalinya. Arin rasa ia pasti bisa menangani masalah ini, karena ia pun nyatanya sudah berhasil di titik ini, melewati masal

ling ingin ia hindari, Hun. Meski ia sudah berusaha memunggunginya, Hun dengan tak lelahnya m

. Kita bisa memakannya saat istirahat nanti," ujarn

eranjak dari jongkoknya, berjalan memutar dan kembali berjongkok di hadapan Arin, yang ma

irnya ikut telat bersamamu. Jika kamu tak kunjung nampak di mataku, aku juga akan memutuskan membolos, dan pergi ke rumahmu. A

tak terusik, akhirnya menghentikan aktiv

ta bahwa ia ternyata sedang membuatku menjadi bahan taruhan, di mana pernah dibohongi oleh teman perempuan yang akhirnya mengajakku ke hutan dan membuat

rnah bisa mempermainkanku, yang sudah pernah melewati itu semua," ujar Arin hampir tanpa bernapas, berucap dengan menggebu-g

apnya tajam tapi sudah berkaca-kaca hebat. Arin mengalami trauma. Ia ingin melindungi dir

re

yang anggang-anggang di pelupuk mata, akhirnya ter

ak sanggup mendengar kata minta maaf dari seseorang, atau perlakuan yang bersifat menghiburnya seperti ini, itu

a mendapatkan balasan setimpal," gumam Hun yang membuat Arin tertegun di tengah tangisnya. Nada super dingin itu

rak yang lebih dekat, membuat gadis itu melebarkan matanya yang mas

nan memabukkan, membuat Arin kembali merasa terhanyut oleh netra itu. Sampai tangan Hun yang

an ... p

e cont

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Love a Sweet Psycho
Love a Sweet Psycho
“Hun. Begitu orang-orang menyapanya. Pria super tampan bak pangeran dari negeri dongeng, seperti pria-pria penuh romansa klasik yang berada di buku cerita. Nyatanya, mau dia setampan apa pun, mau jungkir-balik, makan paku, atau telanjang di jalanan sekali pun, aku tak peduli. Tapi di sini letak permasalahannya, kemirisannya. Saat aku mulai menerima takdirku dan terbiasa dengan semuanya, tiba-tiba pria berdarah dingin itu muncul, mengusik dan terus menempel padaku. Aku masih bisa berusaha acuh, namun, tak lagi saat dia mulai membelah kepala ular yang hampir menggigitku, meremas remuk penggaris yang tak sengaja menggoresku, atau hampir mencekik gadis yang menoyor kepalaku. Dia selalu mencampuri kehidupanku tanpa alasan yang tak pernah kuketahui! Aku harus bagaimana dengan cowok gila ini? Mengapa tiba-tiba Tuhan mengubah kehidupan super biasa yang sudah sangat kusukai sekarang, menjadi seperti ini? Mengubahku menjadi pemeran utama yang di mana itu adalah hal yang sangat kubenci?”
1 Bab 1 Pria Bertudung2 Bab 2 Mata Sedingin Es3 Bab 3 Kue Dari Tetangga Baru4 Bab 4 Bubuk Rahasia5 Bab 5 Hanya Permainan Belaka6 Bab 6 Atau Bukan7 Bab 7 Hun Benar-Benar Serius8 Bab 8 Semanis Puding Cokelat9 Bab 9 Tugas Kelompok10 Bab 10 Hun Si Jenius11 Bab 11 Mimpi Buruk12 Bab 12 Bahagia Itu Se-der-ha-na!13 Bab 13 Sultan Hun14 Bab 14 Hidangan Spesial15 Bab 15 Apa Kamu Percaya Keberadaannya 16 Bab 16 Mimpi Buruk (2)17 Bab 17 Sisi Lain Hun18 Bab 18 Pak Yoo19 Bab 19 Pak Yoo (2)20 Bab 20 Pak Yoo; Temanku21 Bab 21 Pak Yoo vs Koki22 Bab 22 Kembali Ke Sekolah