icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Diary Istri CEO

Bab 5 Tanpa Pilihan

Jumlah Kata:1880    |    Dirilis Pada: 28/12/2021

dalam mobil, pemilik kontrakkan sedang mengetuk-ngetuk pintu

an salam. Bibirnya yang tersenyum wala

aikums

isyah, dari

kan sa

narnya merasa kesal karena sudah dua minggu Aisyah menunggak mem

uangnya be

kontrakkan bisa memberinya kelonggaran waktu lagi. Tib

up?" ucap

egepok uang lembaran merah semua. Aisyah juga baru pertama kali meli

ik kontrakkan langsun

gaimana harus mengganti uang sebanyak itu. Honornya member

lu ustazah, ass

aikums

an Rahman untuk masuk dan melihat-lihat isi rumah. Aisyah tidak setuju dan mem

kontrakkan tadi, j

. Kontrakkan yang hanya ada satu kamar dan satu kamar m

umah." Ucap Rahman ketu

i, daripada di rumah seperti istana tapi penuh tekanan batin. Setelah puas melihat-li

ucap Rahman sambil mendekat

Ha

erubah drastis seperti itu, apakah dia sedang mengejeknya. Tap

merasa canggung mengucapkann

ilan bu Indah belum tertutup tapi dia mempunyai kesadaran untuk memberikan ilmu agama untuk putrinya. Setiap hari ada sekitar lima atau tujuh anak yang latihan mengaji.

-lah, Aisyah tahu ada lowongan pekerjaan di kantor Rahman, namun semua it

eki, Bu." J

bar ya, u

ma kas

. Ini rezeki sedi

ajari Sovia, lalu datang Amirah, Mira, dan Meggy. Semua anak-anak itu berasal dari RT lain. Warga mendapatk

tapi bisa menyenderkan lelahnya. Pintu masih dibiarkan t

Darto, akhirnya Rahman menjadi tahu keseharian Aisyah. Pantas saja orang memanggilnya ustazah. Selain

ja. Merasa ada suara, Aisyah mem

atang?" tanya A

mu. Aku bawakan makan buatmu.

ak sendiri." Kata Aisyah karena meras

makanan apa pun, bahkan makanan instan pun t

mu betah nahan l

ia hanya diam dan berharap pria itu s

idak ingin aku berlama-

h untuk kebai

. Selama di istananya, Rahman memperlakukan Aisyah dengan kasar tapi dia tidak menunjukkan dendam sama sekali. A

sedang baik malam ini, hingga dia sangat royal memberikan tips. Namun pada saat perempuan itu ingin membuka sabuk Rahman, tangannya

.. ming

gkirkan kupu-k

, kamu k

eski malam ini tidak melampiaskan hasratnya tapi sudah m

iasanya memapah Rahm

eekkk

arto berusaha menahan baunya dan membantu Tuannya itu masuk ke dalam mobil. Malam y

mbawa Rahman ke kamar. Mbok Darsih menyiapkan air d

elepaskan sepatu dan kaos kakinya, tidak bisa dibayangkan, jika Pak D

syah

Rahman. Rahman memegang tangan Pak Darto lalu menciuminya. Pak Darto merasa ge

aminan, tapi Ibunya tetap ingin Rahman segera menikah karena jika tidak, setelah lulus kuliah adiknya akan dilamar oleh kekasihnya

karena dirinya dinyatakan tidak subur. Kemungkinan kecil untuk me

ingga terdengar suara yang sangat

n, ke

yah hari ini

k, Tu

inya. Pak Darto yang sedang mengelap mobil pun merasa bingung. J

li. Bahkan Mbok Darsih tidak berani mendekatinya walau hanya untuk menuangk

Tuan Rahman sebentar s

, Pak, tidak bisa sekarang." Aisya

h menduga pasti Aisyah tidak mau ikut. Belum juga Pak Darto keluar dari mobil, Rahman suda

ahman yang sudah merasa membayar kontrakkan itu, pun tanpa sepengetahuan Aisyah, dia sudah memiliki kun

liru. Rahman sudah membuka pintu kamar. Aisyah menutup mulutnya dan ketakutan. Rahman menutup pintu, s

pask

Aisyah dan melemparka

, yah..." b

untuk dijemput!" Rahman m

a janji dengan wali muri

tatapan yang santai. Pak RT memanggil Aisyah untuk keluar. Melihat kerumunan warga Aisy

-laki itu? Apakah muh

laskan Pak RT.

ijelaskan,

Pak RT meminta Aisyah untuk sementara meninggalkan kontrakkan dan kembali lagi

gung entah akan pergi ke mana. Gara-gara Aisyah tidak mau dijemp

tau ke sini, dia tidak mendengarkan nasihat pengurus pondok. Antara mengabdi di pondok dan kel

tangan Aisyah untuk masuk ke dalam mobil. Sekuat tenaga Aisyah

n memasangkan

an. Hingga Aisyah menampar pipi Rahman sangat keras. Pak Darto langsu

it telah ditampar oleh Aisyah untuk kedua kalinya. Ternyata perempuan ini punya nyali untuk berbuat demikian. Baru

Rahman benar-benar tidak bisa dibendung lagi. Aisyah berusaha untuk kabur, dengan cepat

illah

Bahkan dia tidak punya nyali untuk m

apa yang ka

hman meremas pipinya dan memaksa merasakan bibir Aisyah yang ketakutan. Dengan kekuata

ahman memegan

kaki Aisyah. Dengan perlawanan Aisyah masih mencoba menjaga kesuciannya. Aisyah mer

... tid

pack. Aisyah menangis dan tetap memelu

nginginkanku, aku ikhlas tapi kamu halalkan aku d

dak mengenal pribadinya bisa mengucapkan kata-kata seperti it

ku. Kamu bo

epat sekali berubah pikiran. Aisyah tidak mau mengulur wak

h, melihat Rahman yang duduk terdiam merasa tidak tega. Mbo

on?" Mbok Darsih meliha

ak apa-ap

h mengajak Aisyah ke ruang tamu dan mengam

syukur bisa selamat dari serangan Rah

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Diary Istri CEO
Diary Istri CEO
“Aisyah (22) merupakan lulusan STAIA jurusan Manajemen Pendidikan Islam. Dia memutuskan untuk berhijrah ke ibukota sambil membagikan ilmu yang dimilikinya. Namun siapa sangka ternyata dia bertemu dengan seorang CEO yang memiliki masa lalu buruk. Sehingga sikap serta sifatnya berubah drastis. Lamaran kerja Aisyah ditolak selain itu juga dia merasa dipermalukan oleh karyawan perusahaan dan berharap Aisyah mendapatkan keadilan. Cerita berbalik 360 derajat. Aisyah yang tanpa sengaja mendengar obrolan CEO perusahaan dengan seorang wanita, mengantarkan Aisyah pada kisah yang membuat dirinya rela dinikahi demi menjaga kehormatannya. Rahman (30) seorang CEO dari perusahaan resort di ibukota yang sangat sukses. Pernikahannya dengan Cindy digagalkan oleh calon mertua karena factor kesehatan Rahman yang dinyatakan sulit memiliki keturunan. Rahman frustasi lalu memilih masuk ke dunia liar dan gonta-ganti kencan. Pertemuannya dengan Aisyah bagaikan hadiah dari Tuhan untuk mengubah takdirnya. Meski begitu Rahman masih belum bisa menerima kenyataan jika dokter di Singapura juga mengatakan kalau dia sulit untuk mempunyai keturunan. Rahman ragu dengan syarat yang diajukan Aisyah sebelum menikah yaitu ikhtiar bersama. Apakah semua berhasil sesuai dengan harapannya?”