icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Lebih Baik Kita Berpisah

Bab 7 Pertemuan Tak Terduga

Jumlah Kata:1278    |    Dirilis Pada: 16/12/2021

ya?" tanya Ranti seraya tangannya sibuk mengelap ka

as tetesan cat agak lengket di kaca. Bayu sendiri sedang mencabuti rumput-rum

h angkot masuk untuk mencari penumpang. Kalau

bagian luar rumah. Bagian dalam rumah telah mereka bersihkan kemarin. Tinggal nantinya

ngsung lengkap saat ini. Dengan kondisi hanya Bayu yang bekerja, Ranti paham bahwa gaji suaminya adalah penopang kehidupan sehar

alimat yang diucapkan wanita yang telah melahirkan suaminya itu. Selamanya Bayu akan tetap harus iku

gunakan untuk membeli motor? Yang bekas saja tak apa-apa, asalkan kondisiny

an telah bersih, tak ada rumput dan gulma. Laki-la

kalau Abang ada rezeki, kita cari motor kreditan. Kalau memang Adek

an tangan pada kaca jend

lai hidup. Tak perlu kita hitung-hitungan. Aku ik

gunakan uang istrinya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Bagaima

. Kita kan sudah sepakat. Sama-sam

kan membiarkan Ranti membayar makanan yang mereka makan. Berkali-kali Ranti menawarkan diri, mengingat

suaminya itu lurus ke depan. Hati Bayu berkecam

eki akan Abang ganti. Kamu adalah tanggung jawab Abang. Abang yang harus berusaha mencukupi kebutuhanmu. Maaf ya .

ernah berubah, walau apa pun yang akan terjad

sung masak setelah itu. Nanti habis Zuhur kita cari motornya ya! Mumpung hari ini besok masih libur, bisa tu

a cepat. Mengelap jendela yang menempel di

ja, Dek. Besok saja pagi-pagi Abang antark

asi bungkus di warung. Lauk seadanya tak apa, yang penting

ng pintar, tak sa

uami istri itu seraya cepat menyeles

ukup siang, pasar yang dikenal masyarakat di daerah itu dengan nama pasar Bambu itu masih lumayan ramai. Kawasan itu dul

ng berjejer di bagian dalam pasar. Tak banyak lagi jenis

ti seraya melihat-lihat beberap

lanya. Netranya tampak memi

, Dek. Digoren

ernyitkan dahinya. Daerah asalnya lebih akrab dengan aneka jenis ikan

satu ikan dengan tangan telunjuk dan jempol kanannya yang disatukan. Bent

ap hari belanja. Cukup beli sekaligus untuk stok tiga atau e

yang mengerny

ukup? Nanti tabun

tabungan Ranti untuk membeli peralatan rumah tangga mereka

ggamit le

amplop ke dalam tas. Untuk bekal hidup kita katanya. Uang dari amplop para tamu. Aku juga baru ingat se

menyelinap di dalam hatinya, mengingat bagaimana ucapan-ucapan sedikit pedas dilontarkan ibunya pada

ang, Dek? Abang harus mengucapkan

uanya. Apalagi Ranti tahu, kedua orang tuanya telah membantu biaya resepsi pernikahan mereka, wal

sudah pindah ke kontrakan. Sekarang belanja dulu, tak usah

yuran. Beruntung, penjual ikan langsung membersihkan kotoran di perut ikan-ikan yang mereka beli. Jadi nantinya tinggal dicuci

Belanja untuk stok beberapa hari k

huruf O dari pertemuan jari jempol dan telunjuk

obek sekalian, Dek. Biar bisa buat sambal. Ma

ual barang-barang yang disebutkan Bayu. Laki-l

s nikah itu langsung tinggal terpisah. Tak per

mengejutkan itu. Serempak keduanya menoleh ke arah sumber suara. Tak ayal, mata keduanya seketika membel

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Lebih Baik Kita Berpisah
Lebih Baik Kita Berpisah
“Ranti memilih melepaskan orang yang dicintainya. Bukan karena sosok wanita lain yang hadir dalam rumah tangganya. Namun lebih pada kenyataan, kehadirannya tak akan pernah bisa diterima oleh keluarga suaminya itu. Semua pengorbanan yang telah dilakukannya untuk keluarga itu seolah tak pernah ada. Padahal, semua yang diperolehnya merupakan hasil perjuangan dan kerja kerasnya. Bahkan yang lebih menyakitkan, dia dituduh telah mengguna-gunai suaminya. Padahal selama ini, keluarga sang suami tak pernah ada saat mereka sedang terpuruk dalam luka. Bagaimana lika-liku kehidupan yang harus dijalani Ranti selama ini? Apakah melepaskan laki-laki yang telah memberinya enam orang anak itu merupakan keputusan yang tepat dalam hidupnya?”
1 Bab 1 Keputusan2 Bab 2 Rumah Mertua3 Bab 3 Pagi Yang Dramatis4 Bab 4 Fitnah5 Bab 5 Dari Titik Nol6 Bab 6 Selamanya Dia Tetap Anakmu7 Bab 7 Pertemuan Tak Terduga8 Bab 8 Kakak Ipar9 Bab 9 Tetangga Depan Rumah10 Bab 10 Status WA11 Bab 11 Perang Status12 Bab 12 Mencoba Melangkah13 Bab 13 Roti Perkenalan14 Bab 14 Kunjungan Pertama15 Bab 15 Pengakuan Nina16 Bab 16 Gajian17 Bab 17 Praduga Yang Salah18 Bab 18 Tanda Bakti19 Bab 19 Ipar Nyinyir20 Bab 20 Positif21 Bab 21 Tamu Jauh22 Bab 22 Besan Oh Besan23 Bab 23 Mertua Tak Ada Akhlak24 Bab 24 Pengunjung Kios25 Bab 25 Niat Yang Salah26 Bab 26 Melahirkan Anak Pertama27 Bab 27 Tamu di Pagi Hari28 Bab 28 Mertua Oh Mertua29 Bab 29 Amanah Baru30 Bab 30 Rumah Baru31 Bab 31 Jangan Hitung Uangku32 Bab 32 Hamil Lagi 33 Bab 33 Berita Duka34 Bab 34 Lamaran35 Bab 35 Rencana Pernikahan