icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Lebih Baik Kita Berpisah

Lebih Baik Kita Berpisah

icon

Bab 1 Keputusan

Jumlah Kata:1144    |    Dirilis Pada: 16/12/2021

i, Bang. Lima belas tahun

an tangis sedapat mungkin ag

kan dengan cara seperti i

at. Membenamkan kepala istrinya ke dada bidang yang j

nta kita. Kepercayaan di antar

p laki-laki itu. Suaminya yang telah

akak. Yang ada mantan istri. Hubungan kalian bagaikan air, tak akan putu

encoba meyakinkan Bayu, suaminya bah

g lebih berharga? Saudara-saud

hnya yang telah bas

erharga. Tapi ini adalah pilihan, mana yang terbaik. Anak-anak akan menge

n Ranti berusaha mendekatkan diri pada keluarganya, tak membuahka

ganggapmu ada atau tidak. Di mata Abang, kamu tetap yang terbaik. Abang tahu ... sebesar apapun kesalahan Abang selama in

membendung lelehan bulir dar

Ibu. Hanya almarhum Abah yang bisa sedikit menerima kehadiranku. Kalau hanya sekadar kata

t beban yang dirasakannya saat ini. Bukan hanya raganya letih, ji

ahkan sedikit sunah. Tak banyak, tapi aku berharap itu akan membawa keberkahan dalam keluarga kita. Tak mengapa keluarga Abang membe

. Melepaskan pandangan ke arah taman ya

ala tabiat Abang yang kurasa tak pantas untuk dilihat anak-anak kita. Aku yang berusaha membimbing Abang, kita sama-sa

ya. Mencoba menekan s

ka? Harusnya mereka sadar jika Abang tak lagi bekerja. Tak lagi memegang jabatan seperti dulu. Tak lagi mampu memfasilitasi mereka s

aminya itu memeluknya dari belakang. Pa

u temui di sepanjang hidupku, Bang. Kalau kamu berubah, itu karena pintaku pada-Nya. Karena doa tulusku di at

p wajahnya, menyapu a

tahu. Karena itu Abang

. Punggungnya dapat merasakan bulir bening yang men

bertanya masalah hutang ... itu karena mereka meminjam. Bukan meminta, Bang. Puluhan juta, Bang. Bukan jumlah yang sedikit bag

ta apa. Istrinya benar jika tindakan dan fitnah yang diucapkan saudara-saudaranya itu menyakitkan hatinya. Lantas dia harus berbuat apa? Berkelahi dengan sesama saudara kandungn

untuk melihat kehadiran cucunya. Tak pernah Bang ... Ibu hanya akan datang ke rumah ini untuk meminta jatah bulanannya. Bukan untuk dekat dengan cucu-cucunya.

balikkan tubuhnya sehingga posisi

karena selama ini mereka pikir aku telah merebut Abang dari mereka. Aku tak melarang Abang datang ke rumah

etranya dan Bayu salin

n yang gegabah, Dek. Abang

tunya adalah hakikat dari cinta sesungguhnya. Kembalilah pada keluargamu, Bang. Aku ikhlas

nya hembusan napas yang masih

g hanya memberikan waktu pada dirimu untuk berpikir lebih jernih, lebih tenang. Satu hal yang harus kamu tahu, Abang sel

ajunya dari lemari. Tak banyak yang dibawanya. Hanya

a Abang tahu, semua yang kita miliki i

enci suaminya itu, hanya saja Allah sedang menguji mereka saat ini. Ingatan Ranti berputar, mengenang kejadian lima belas tahun sil

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Lebih Baik Kita Berpisah
Lebih Baik Kita Berpisah
“Ranti memilih melepaskan orang yang dicintainya. Bukan karena sosok wanita lain yang hadir dalam rumah tangganya. Namun lebih pada kenyataan, kehadirannya tak akan pernah bisa diterima oleh keluarga suaminya itu. Semua pengorbanan yang telah dilakukannya untuk keluarga itu seolah tak pernah ada. Padahal, semua yang diperolehnya merupakan hasil perjuangan dan kerja kerasnya. Bahkan yang lebih menyakitkan, dia dituduh telah mengguna-gunai suaminya. Padahal selama ini, keluarga sang suami tak pernah ada saat mereka sedang terpuruk dalam luka. Bagaimana lika-liku kehidupan yang harus dijalani Ranti selama ini? Apakah melepaskan laki-laki yang telah memberinya enam orang anak itu merupakan keputusan yang tepat dalam hidupnya?”
1 Bab 1 Keputusan2 Bab 2 Rumah Mertua3 Bab 3 Pagi Yang Dramatis4 Bab 4 Fitnah5 Bab 5 Dari Titik Nol6 Bab 6 Selamanya Dia Tetap Anakmu7 Bab 7 Pertemuan Tak Terduga8 Bab 8 Kakak Ipar9 Bab 9 Tetangga Depan Rumah10 Bab 10 Status WA11 Bab 11 Perang Status12 Bab 12 Mencoba Melangkah13 Bab 13 Roti Perkenalan14 Bab 14 Kunjungan Pertama15 Bab 15 Pengakuan Nina16 Bab 16 Gajian17 Bab 17 Praduga Yang Salah18 Bab 18 Tanda Bakti19 Bab 19 Ipar Nyinyir20 Bab 20 Positif21 Bab 21 Tamu Jauh22 Bab 22 Besan Oh Besan23 Bab 23 Mertua Tak Ada Akhlak24 Bab 24 Pengunjung Kios25 Bab 25 Niat Yang Salah26 Bab 26 Melahirkan Anak Pertama27 Bab 27 Tamu di Pagi Hari28 Bab 28 Mertua Oh Mertua29 Bab 29 Amanah Baru30 Bab 30 Rumah Baru31 Bab 31 Jangan Hitung Uangku32 Bab 32 Hamil Lagi 33 Bab 33 Berita Duka34 Bab 34 Lamaran35 Bab 35 Rencana Pernikahan