icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Lebih Baik Kita Berpisah

Bab 2 Rumah Mertua

Jumlah Kata:1230    |    Dirilis Pada: 16/12/2021

lalu. Tiga tahun menjalin hubungan dengan laki-laki yang berasal dari pulau yang berbeda cukup untuknya memant

yang lalu. Tepatnya saat hari wisuda Bayu, laki-laki

Abang rasa lebih baik kita halalkan dulu hubungan kita ini. Biar h

ya menghabiskan malam di warung tenda pinggir jalan. Menikmati ayam

dulu, fokus pada skripsi. Insya Allah jika dimudahkan, tahun depan selesai. Aban

ubungan dalam rentang jarak yang terpisah oleh lautan. Ad

ayu Purnama, laki-laki yang berdinas di Badan Keuangan Daerah provinsi mereka. Bukan keputus

aja?" Panggilan Bayu menyadarkan Ranti da

andeng tangan istrinya itu. Memastika

berbicara di rumah ini. Bukan karena marah ataupun tak suk

g sempat khawatir dengan drama kehidupan menant

mpak pasangan suami istr

kan genggaman tangannya dari Ranti, membuka pi

idupan yang ujung ceritanya pasti sudah bisa ditebak. Mustahil s

takzim tangan kanan wanita yang telah melahirkannya itu. Keluarga besar Bayu memang hanya dua hari saja

mpai? Maaf ... Ibu tak

uluran tangan Bayu yang diikuti Ranti tanpa mengangkat tubuhnya sama sekali

sambutan hangat yang selayaknya ditunjukkan m

terjadi melalui video di gawai saja. Bahkan pada saat lamaran, tak ada keluarga besar Bayu yang datang. Alasan jarak yang j

itu meluncur saat pasangan suami istri itu baru saja mendudukkan t

n. Sengaja kemarin-kemarin Bayu belum mencari kontrakan, biar se

yaan yang dilontarkan ibunya itu. Pelan, tangannya merai

dan istrimu baru kalian baru mau cari kontrakan. Bukan Ibu dan Bapak keberatan,

benar apa yang dikatakan mertuanya, tetap saja hal ini terlalu d

las sekali jam makan siang telah dilewatkan Ranti dan Bayu karena

n Bapak setelah menikah. Agar tak terjadi konflik menurut mereka. Al

i samping istrinya. Bayu dan Ranti beranjak dan mengulurkan tan

a yang baik saja untuk mereka." Kali

elah menikah langsung memisahkan diri dengan kita, anak lain juga seperti itu. Jangan s

g dirasakan Ranti saat ini. Terlihat wanita pilihannya itu menunduk. Tak berani b

udahan cepet ketemu yang cocoknya. Besok juga kami langsung survei ke lokasi. Kebet

jak saat ini. Sepahit inikah rasanya hidup di perantauan bersama suami? Apakah semua me

kan sesuai selera kita. Lagi pula, Bayu juga masih merintis karirnya. Tak ada uang banyak

i tak menyangka kejutan dari mertuanya sungguh

. Ranti, anggap rumah sendiri ya!" Ucapan laki-laki itu mengakhiri ceramah panjang dari sang istri. Gumaman

ri bandara langsung ke rum

irnya mengangkat tubuhnya. Ber

dan Ririn tadi. Kalau kalian mau

i sama sekali tak mendapat bantahan dari ibunya itu. Tapi

an di warung ya! Kamu pasti lapar, Abang juga. Sekalia

luka di mata itu. Netra istrinya mengembun. Mencoba menahan rasa yang sama sekali tak diharapk

ng mulutnya seperti itu. Tapi

getir yang mengulas dari bibirnya. Entah kejutan apalagi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Lebih Baik Kita Berpisah
Lebih Baik Kita Berpisah
“Ranti memilih melepaskan orang yang dicintainya. Bukan karena sosok wanita lain yang hadir dalam rumah tangganya. Namun lebih pada kenyataan, kehadirannya tak akan pernah bisa diterima oleh keluarga suaminya itu. Semua pengorbanan yang telah dilakukannya untuk keluarga itu seolah tak pernah ada. Padahal, semua yang diperolehnya merupakan hasil perjuangan dan kerja kerasnya. Bahkan yang lebih menyakitkan, dia dituduh telah mengguna-gunai suaminya. Padahal selama ini, keluarga sang suami tak pernah ada saat mereka sedang terpuruk dalam luka. Bagaimana lika-liku kehidupan yang harus dijalani Ranti selama ini? Apakah melepaskan laki-laki yang telah memberinya enam orang anak itu merupakan keputusan yang tepat dalam hidupnya?”
1 Bab 1 Keputusan2 Bab 2 Rumah Mertua3 Bab 3 Pagi Yang Dramatis4 Bab 4 Fitnah5 Bab 5 Dari Titik Nol6 Bab 6 Selamanya Dia Tetap Anakmu7 Bab 7 Pertemuan Tak Terduga8 Bab 8 Kakak Ipar9 Bab 9 Tetangga Depan Rumah10 Bab 10 Status WA11 Bab 11 Perang Status12 Bab 12 Mencoba Melangkah13 Bab 13 Roti Perkenalan14 Bab 14 Kunjungan Pertama15 Bab 15 Pengakuan Nina16 Bab 16 Gajian17 Bab 17 Praduga Yang Salah18 Bab 18 Tanda Bakti19 Bab 19 Ipar Nyinyir20 Bab 20 Positif21 Bab 21 Tamu Jauh22 Bab 22 Besan Oh Besan23 Bab 23 Mertua Tak Ada Akhlak24 Bab 24 Pengunjung Kios25 Bab 25 Niat Yang Salah26 Bab 26 Melahirkan Anak Pertama27 Bab 27 Tamu di Pagi Hari28 Bab 28 Mertua Oh Mertua29 Bab 29 Amanah Baru30 Bab 30 Rumah Baru31 Bab 31 Jangan Hitung Uangku32 Bab 32 Hamil Lagi 33 Bab 33 Berita Duka34 Bab 34 Lamaran35 Bab 35 Rencana Pernikahan