icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Lebih Baik Kita Berpisah

Bab 5 Dari Titik Nol

Jumlah Kata:1263    |    Dirilis Pada: 16/12/2021

ana perumahan yang belum terlalu ramai. Harga kontrakan yang ditawarkan pun tak terla

jadikan rumah tersebut sebagai investasi jangka panjang. Sebagai seorang pegawai dengan jabatan kepala bidang di kantor Bayu, harga cicilan rumah itu tentulah ta

gi tak punya banyak uang saat ini," ujar Ranti setelah sos

ke depan. Awalnya, Pak Imam sudah menetapkan harga kontrak rumah itu untuk satu tahun. Namun setelah Bayu menjelaskan keadaan k

kerja. Setahu Abang hanya si bungsu saja yang sedang kuliah. Kamu sudah

nya karena memang sejak dibeli tak pernah ditempati. Hanya sejak tahun kemarin, Pak Imam melakukan renovasi sedikit di bagian belakang rumah. Sebelumnya, tak ada dapur. Ru

uaminya. Rumah yang pertama mereka survei kurang nyaman di mata Ranti. Posisi rumah yang menempel dengan tetangga sebelah membuat segala aktivitas di rumah nantinya terasa tak lel

ang memperhatikan lebih detail kamar mandi. La

na benci, tapi lebih karena rasa tak ingin saling menyakiti hati nantinya. Dua hari ini Ranti bisa diam, mampu menahan gejolak emosinya. Bukan

iasaan dengan keluarga yang mungkin beda pola pemikiran, beda kebiasaan. Tapi tetap saja hati kecil Ranti merasa jika mereka tidak terlalu menyukai kehadiran

dua hari lagi. Jadi masih ada kesempatan buat berbenah d

dan Bapak dulu? Lingkungan rumah ini belum ter

enghadap ke arah Ranti. Posi

sana, ada warung yang menjajakan berbagai sayuran sepertinya. Terus di pojokan perumahan ini tadi, Adek

sempat berkata bahwa urusan rumah adalah keputusan Ranti, tetap saja diri

engah jam perjalanan saja. Yang penting bagi Abang, Adek nyaman dengan rumah kita. Tempat tinggal kita, walaupun saat ini Abang hanya mampu untuk mengontrak

harus hidup berjuang dari bawah. Kebahagiaan rumah tangga bukan hanya diukur dari materi semata. Yang terpenting kas

n muncul masalah baru antara dirinya dengan keluarga suaminya itu. Cap menantu tak tahu diri jelas akan disematkan keluarga itu padanya. Ranti harus bermain cantik agar tak terkesan bu

ng belanja alat-alat rumah tangg

aminya itu. Lega, tak perlu memberikan alasan

ersih lantai, sikat kamar mandi. Kita langsung bersihkan rumah

ungkan jemp

gitu. Hari juga hampir masuk waktu Zuhur

jar Ranti seraya mengambil tas selempang kecilnya. Tas hitam it

ini, ada warung seafood enak setahu Abang

at mereka kuliah selama ini menu makanan yang tersaji lebih sering dengan menu ikan air tawar. Jika pun ada ikan la

ng dara asam pedas dan udang saos padang menjadi menu makan siang mereka kali. Ditambah sepiring cah kangkung dengan potongan

ak ada jabatan. Kendaraan pun hanya sepeda motor keluaran beberapa tahun yang lalu. Abang tak berjanji, t

aja dicuci setelah menikmati makan siang luar biasa. Ada haru menyelinap

h tangga kita dari nol, Bang. Kita berjuang bersama. Kita saling mendukung. Kita

g hatinya bahagia bak ditaburi bunga-bunga. Cinta, Ranti berharap

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Lebih Baik Kita Berpisah
Lebih Baik Kita Berpisah
“Ranti memilih melepaskan orang yang dicintainya. Bukan karena sosok wanita lain yang hadir dalam rumah tangganya. Namun lebih pada kenyataan, kehadirannya tak akan pernah bisa diterima oleh keluarga suaminya itu. Semua pengorbanan yang telah dilakukannya untuk keluarga itu seolah tak pernah ada. Padahal, semua yang diperolehnya merupakan hasil perjuangan dan kerja kerasnya. Bahkan yang lebih menyakitkan, dia dituduh telah mengguna-gunai suaminya. Padahal selama ini, keluarga sang suami tak pernah ada saat mereka sedang terpuruk dalam luka. Bagaimana lika-liku kehidupan yang harus dijalani Ranti selama ini? Apakah melepaskan laki-laki yang telah memberinya enam orang anak itu merupakan keputusan yang tepat dalam hidupnya?”
1 Bab 1 Keputusan2 Bab 2 Rumah Mertua3 Bab 3 Pagi Yang Dramatis4 Bab 4 Fitnah5 Bab 5 Dari Titik Nol6 Bab 6 Selamanya Dia Tetap Anakmu7 Bab 7 Pertemuan Tak Terduga8 Bab 8 Kakak Ipar9 Bab 9 Tetangga Depan Rumah10 Bab 10 Status WA11 Bab 11 Perang Status12 Bab 12 Mencoba Melangkah13 Bab 13 Roti Perkenalan14 Bab 14 Kunjungan Pertama15 Bab 15 Pengakuan Nina16 Bab 16 Gajian17 Bab 17 Praduga Yang Salah18 Bab 18 Tanda Bakti19 Bab 19 Ipar Nyinyir20 Bab 20 Positif21 Bab 21 Tamu Jauh22 Bab 22 Besan Oh Besan23 Bab 23 Mertua Tak Ada Akhlak24 Bab 24 Pengunjung Kios25 Bab 25 Niat Yang Salah26 Bab 26 Melahirkan Anak Pertama27 Bab 27 Tamu di Pagi Hari28 Bab 28 Mertua Oh Mertua29 Bab 29 Amanah Baru30 Bab 30 Rumah Baru31 Bab 31 Jangan Hitung Uangku32 Bab 32 Hamil Lagi 33 Bab 33 Berita Duka34 Bab 34 Lamaran35 Bab 35 Rencana Pernikahan