icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Lebih Baik Kita Berpisah

Bab 4 Fitnah

Jumlah Kata:1215    |    Dirilis Pada: 16/12/2021

ika. Netranya mengembun. Sekuat tenaga Ranti mencoba men

k seindah khayalan. Tak cukup cinta antar dua insan, a

kebiasaan di rumah ini. Nanti Ra

r tak memperpanjang masalah. Ranti merasa tak ada yang salah dengan dirinya. Pergi mengikuti ajakan Bayu bu

, jangan diam saja. Pas orang

muncul di belakang Ranti sembari m

untuk membersihkan rumah, Kak. Kalau mau jalan-

erasa sangat tak pantas ucapan itu dilayangkan padanya,

lut keluarga Bayu, tapi karena Ranti tahu tak guna memberikan alasan untuk orang-orang yan

? Bapak nungguin tuh di depan. Bu ... B

sak yang dirasakannya harus dile

sini, Yu. Memang sih, rumah kita

anya. Sedikit pun tak ada pembahasan tentang masalah itu dari tadi.

rakan. Lagi pula, biar rumah ini tak besar tapi suasananya

elindungnya di tempat yang tak diharapkannya ini. Bukan karena tak ingin,

pun berada, asalkan kita selalu bersama," u

bandingkan harus lebih lama menahan perasaan. Tak mungkin Ranti mengungkapkan semua yang di

hati pada sang kekasih halalnya itu. Menurut Ranti, laki-laki yang menyayangi keluarga tentunya akan menjadi pengayom ba

t," ujar Bayu seraya mulai mengisi piring kecil yang

ng satu lagi. Untuk

dan berjalan ke

baju dulu." Kalimat Ibu memang datar, namun Ranti

ja yang mencuc

ti mertuanya setelah menyerah

sumur. Kedua tangan sibuk memindahkan air dari ke bak semen di samping s

uci saja untuk aktivitas mencuci pakaian di rumah ini. Dengan kondisi bapak mertua yang masih aktif bekerja di kantor kecamatan, keluarga ini tergolong me

, biar Ranti yang

ayung yang dipegangnya saja dilepaskan dari tangan. Cukup

mesin cuci. Mencuci pakai mesin itu tak sebersih dengan tangan," ujar

a dengan air. Baskom pertama te

sa,

arkan Ranti. Derap langkah kaki mertu

ke dalam baskom tersebut. Memastikan agar pakaian yang punya resiko luntur tak tercampur

akaiannya dan Bayu. Nanti saja, setelah memastikan pekerjaan yang lain beres, baru Ranti akan mencuci pakaian kotor mereka.

pendengarannya masih mampu menangkap perbincangan yang terjadi antara me

ihati, dikasih tahu tentang kebiasaan di

ucapan adik iparnya. Ranti mencoba menajamkan telinganya, me

itu tentunya perlu beradaptasi. Ada kebiasaan di rumah kita

kan tanggapan, pembe

ngsung bisa memahami ke

ngat. Jika tak salah, Dinda adalah istri Bang Ilham, kakak sulung Bayu. Ranti memang belum t

ke sini, Min. Kadang dari pagi sampai sore, tak pulang-pulang. Ya

amun setidaknya, Ranti masih bisa bernapas cukup lega. Bayu masih terus melakukan pem

inggalkannya di sumur, Ibu sempat mendengar Ranti menggerutu. Seperti

Ranti. Ucapan pedih yang jelas terdengar dari

nya itu seolah-olah terus menjelek-jelekkannya? Jelas-jelas s

duli bagaimana nanti suasana di rumah kontrakan yang akan mereka cari. Ranti rasa tak ada lagi alasan untuk menunda le

uk matanya. Cukup sebagai pertanda j

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Lebih Baik Kita Berpisah
Lebih Baik Kita Berpisah
“Ranti memilih melepaskan orang yang dicintainya. Bukan karena sosok wanita lain yang hadir dalam rumah tangganya. Namun lebih pada kenyataan, kehadirannya tak akan pernah bisa diterima oleh keluarga suaminya itu. Semua pengorbanan yang telah dilakukannya untuk keluarga itu seolah tak pernah ada. Padahal, semua yang diperolehnya merupakan hasil perjuangan dan kerja kerasnya. Bahkan yang lebih menyakitkan, dia dituduh telah mengguna-gunai suaminya. Padahal selama ini, keluarga sang suami tak pernah ada saat mereka sedang terpuruk dalam luka. Bagaimana lika-liku kehidupan yang harus dijalani Ranti selama ini? Apakah melepaskan laki-laki yang telah memberinya enam orang anak itu merupakan keputusan yang tepat dalam hidupnya?”
1 Bab 1 Keputusan2 Bab 2 Rumah Mertua3 Bab 3 Pagi Yang Dramatis4 Bab 4 Fitnah5 Bab 5 Dari Titik Nol6 Bab 6 Selamanya Dia Tetap Anakmu7 Bab 7 Pertemuan Tak Terduga8 Bab 8 Kakak Ipar9 Bab 9 Tetangga Depan Rumah10 Bab 10 Status WA11 Bab 11 Perang Status12 Bab 12 Mencoba Melangkah13 Bab 13 Roti Perkenalan14 Bab 14 Kunjungan Pertama15 Bab 15 Pengakuan Nina16 Bab 16 Gajian17 Bab 17 Praduga Yang Salah18 Bab 18 Tanda Bakti19 Bab 19 Ipar Nyinyir20 Bab 20 Positif21 Bab 21 Tamu Jauh22 Bab 22 Besan Oh Besan23 Bab 23 Mertua Tak Ada Akhlak24 Bab 24 Pengunjung Kios25 Bab 25 Niat Yang Salah26 Bab 26 Melahirkan Anak Pertama27 Bab 27 Tamu di Pagi Hari28 Bab 28 Mertua Oh Mertua29 Bab 29 Amanah Baru30 Bab 30 Rumah Baru31 Bab 31 Jangan Hitung Uangku32 Bab 32 Hamil Lagi 33 Bab 33 Berita Duka34 Bab 34 Lamaran35 Bab 35 Rencana Pernikahan