icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bangkit dari Kematian Palsuku

Bab 5 

Jumlah Kata:360    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

lia

suka?" tanya Mahendra, ma

uda. Seluruh bodi mobil dihiasi berlian, berkilauan di ba

siap. Han

gumi mobil itu. "Wah, Pak Mahendra memang

ang berliannya. Sampai begadang dan mata me

" kata yang lain, menatapku dengan kag

g mengira dia mencintaiku. Semua orang mengira aku adalah istr

nya bukan hanya untukku. Itu adalah

mukan jalan keluar. Aku merasakan amarah yang membuncah, kese

ang, meninggalkan asap dan debu di belakangku. Aku melaju gila-gilaan di sirkuit

ua tangannya di saku celana. Dia terseny

ati dengan jarinya. Aku tertegun. Dalam sekejap, ak

Aku merasakan sedikit

ampiriku, menggendongku, dan

dengan hati-hati. "Maafkan aku, Sayang.

n luka di jariku dengan lembut. Matanya men

li. Aku tahu cintanya itu pals

enyentuh rambutnya. Tapi dia

at, ingin

uang istirahat ter

a hanya mengambil botol air di dekatnya

Dia berdiri di amban

hnya sedikit berubah. "Ki

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bangkit dari Kematian Palsuku
Bangkit dari Kematian Palsuku
“Pernikahan sepuluh tahunku ternyata palsu. Aku menemukan suamiku, Mahendra, berselingkuh dengan adik angkatnya, Kiana, dan mereka bahkan sudah punya anak. Dia memaksaku menerima pernikahan palsu mereka, mengurungku, dan menyiksaku. Saat aku mencoba kabur, Kiana dengan sengaja menabrakku hingga kakiku cacat permanen. Mahendra bahkan membelanya, "Jika kamu tidak mencoba merebut kemudi, kecelakaan itu mungkin tidak akan terjadi." Aku ditinggalkan sekarat di dalam mobil yang hancur, sementara dia membawa Kiana pergi. Rasa sakit di hatiku jauh lebih parah daripada luka di kakiku. Aku tahu, aku harus pergi dari neraka ini. Dengan bantuan seniorku, Prakoso, aku memalsukan kematianku dalam sebuah kebakaran dan menghilang tanpa jejak, memulai hidup baru sebagai pelatih balap legendaris di luar negeri. Tiga tahun kemudian, di puncak karierku, seorang pria kurus dengan mata penuh penyesalan muncul di hadapanku, memohon kesempatan untuk menebus dosanya. Dia adalah Mahendra.”