icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bangkit dari Kematian Palsuku

Bab 3 

Jumlah Kata:397    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

lia

ku. Dia tersenyum paksa. "Hanya telepon

k pergi untuk menjawab telepon.

ali. Wajahnya terlihat cemas, tap

rasi darurat di rumah

"Tidak apa-apa

esok akan menemanimu seharian. Aku

nama Kiana di ponselnya. Aku tahu

di restoran. Aku menatap bangku kosong di depanku.

u menarik napas dalam-dalam, mencoba mengenda

a melakukan panggilan video. Aku melemparkan

na muncul di layar, tersenyum polos.

berbicara sambil tersenyum. "Apakah kamu mencium bau Ma

jekku. Aku tahu dia sedan

ngin. "Kiana, kamu

uli apa yang kamu katakan, Ma

ku. "Aku akan mengirim

. "Silakan. Aku tidak takut

dak menutup telepon. Aku tidak

ya. Aku melihat Mahendra di belakangn

memegangi teleponnya agar Mah

padaku, kan?" Kiana bertanya

kan alis. "Kenapa k

an, apakah kamu akan menikahiku?" K

k. "Kenapa kamu bertany

anya bergetar. "Aku

enghela na

merasa seperti ada tangan yang merem

u berjanji akan mencintaimu, menghormatimu, dan

nya kebohong

Kiana dan Mahendra. Aku hanyal

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bangkit dari Kematian Palsuku
Bangkit dari Kematian Palsuku
“Pernikahan sepuluh tahunku ternyata palsu. Aku menemukan suamiku, Mahendra, berselingkuh dengan adik angkatnya, Kiana, dan mereka bahkan sudah punya anak. Dia memaksaku menerima pernikahan palsu mereka, mengurungku, dan menyiksaku. Saat aku mencoba kabur, Kiana dengan sengaja menabrakku hingga kakiku cacat permanen. Mahendra bahkan membelanya, "Jika kamu tidak mencoba merebut kemudi, kecelakaan itu mungkin tidak akan terjadi." Aku ditinggalkan sekarat di dalam mobil yang hancur, sementara dia membawa Kiana pergi. Rasa sakit di hatiku jauh lebih parah daripada luka di kakiku. Aku tahu, aku harus pergi dari neraka ini. Dengan bantuan seniorku, Prakoso, aku memalsukan kematianku dalam sebuah kebakaran dan menghilang tanpa jejak, memulai hidup baru sebagai pelatih balap legendaris di luar negeri. Tiga tahun kemudian, di puncak karierku, seorang pria kurus dengan mata penuh penyesalan muncul di hadapanku, memohon kesempatan untuk menebus dosanya. Dia adalah Mahendra.”