icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bangkit dari Kematian Palsuku

Bab 2 

Jumlah Kata:470    |    Dirilis Pada: 12/12/2025

lia

ding' menandakan balasan masuk. Aku membukanya d

u di bandara besok malam jam sembilan.

beritahunya. Dia selalu tahu. Aku tertawa, taw

ahkan mungkin lebih baik dari diriku sendiri. Aku hanya perlu mengangguk, menye

njiri kotak masukku. Ponselku kumatikan. Biarkan dia khawatir. Biarkan dia

ndra

Panggilan teleponku tidak diangkat. Dia tidak per

ikan mobilku dengan kecepatan tinggi, hatiku berdebar tak karua

duk di sofa, membaca buku. Rasa lega membanjiri d

alas pesanku? Aku khawatir," ka

lukanku, tapi rasa

ompetisiku ditunda," j

lega. "Syukurlah. Aku

a. "Aku tidak bisa h

u yang tidak bisa kubaca. Tapi aku terlalu lega un

g Kiana. Tentang bayi itu. Tapi dia tidak melaku

ap membuatnya percaya. Dia tida

apa yang sebenarnya terjadi. Dia terlihat

an marah lagi, ya? Aku janj

dalam. Lalu dia tersenyum, senyum yang tidak sampai

Mas. Aku hanya i

yo kita makan malam. Aku akan me

"Putriku sayang, maukah ka

i masih muda, di pesta dansa sekolah. Aku memegang tanganny

tersenyum. Kami berd

an favoritnya, menuangkan minumannya. Aku melakukan semua yang biasa

ar. Kiana. Aku melihat nam

matanya kosong.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bangkit dari Kematian Palsuku
Bangkit dari Kematian Palsuku
“Pernikahan sepuluh tahunku ternyata palsu. Aku menemukan suamiku, Mahendra, berselingkuh dengan adik angkatnya, Kiana, dan mereka bahkan sudah punya anak. Dia memaksaku menerima pernikahan palsu mereka, mengurungku, dan menyiksaku. Saat aku mencoba kabur, Kiana dengan sengaja menabrakku hingga kakiku cacat permanen. Mahendra bahkan membelanya, "Jika kamu tidak mencoba merebut kemudi, kecelakaan itu mungkin tidak akan terjadi." Aku ditinggalkan sekarat di dalam mobil yang hancur, sementara dia membawa Kiana pergi. Rasa sakit di hatiku jauh lebih parah daripada luka di kakiku. Aku tahu, aku harus pergi dari neraka ini. Dengan bantuan seniorku, Prakoso, aku memalsukan kematianku dalam sebuah kebakaran dan menghilang tanpa jejak, memulai hidup baru sebagai pelatih balap legendaris di luar negeri. Tiga tahun kemudian, di puncak karierku, seorang pria kurus dengan mata penuh penyesalan muncul di hadapanku, memohon kesempatan untuk menebus dosanya. Dia adalah Mahendra.”