icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong

Bab 4 Kamu nggak boleh jatuh lagi

Jumlah Kata:2157    |    Dirilis Pada: 23/10/2025

apur, aroma kopi baru menyebar, tapi Keira tidak sepenuhnya menikmati rasa hangatnya. Ia menatap jendela, m

tetap berat. Aldric Delvane. Nama itu terus-menerus menghantui pikirannya. Kehadiran pria itu di kota ini bukan lagi s

"Tidak, Keira," gumamnya pelan. "Kamu nggak boleh jat

ah saat melihat Aldric berada di dekat Liam. Ada kehangat

engatur pertemuan di taman, dengan alasan sederhana: ingin mengajak Liam ber

menatap Liam bermain dengan teman-temannya. Saat Aldric datang, langkahny

panya ringan, me

ldric. "Hai," jawabnya singkat, mena

ap menghadirkan aura yang hangat. "Aku ingin bicara

lebih cepat, tapi ia mencoba tetap t

i halaman. "Aku ingin memastikan Liam merasa aman. Ba

lalu, Aldric pergi begitu saja, meninggalkan mereka berdua tanpa p

a bertahap. Ia membantu Liam belajar membaca, menghitung, bahkan menemani Liam berm

Liam jatuh saat bersepeda dan tangannya terluka. Aldric yang kebetulan berada di deka

karena pria itu tetap bisa menimbulkan rasa aman yang dulu hanya ia

k begini?" gumam Keira. "

yar ponsel. Masa lalu yang pahit dan hangat bercampur, mengusik tidur yang seha

a meninggalkan Keira, tapi juga bersyukur mendapat kesempatan kedua. Ia tahu, untuk mendekati Keira, ia har

muncul. Keira menerima telepon da

enting yang harus kau tanda tangani terkait

ntungnya berdegup. "Hak

mun dokumen itu memerlukan tanda tangan ibu untuk proses legal. Keira terdiam. Ia menyada

tidak pernah dibicarakan sebelumnya, tapi juga ters

Aldric di taman. Ia membawa doku

sambil menyerahkan dokumen. "Kenapa

ku ingin kau tahu segalanya sekarang. Aku tidak ingin ada rahasi

yakitkan hatinya. Ia benci Aldric karena terlambat, ta

iapkan sarapan untuk Liam, menemani Liam belajar di rumah, bahkan ikut membersihkan rumah kecil mereka. Keir

dan Aldric duduk di teras. Suasana sunyi, ha

n semua ini," kata Keira pelan. "Aku marah, kecewa

rlalu cepat, takut kau menolak. Tapi aku ingin mencoba. Aku ingin

l di hatinya, tapi juga ketakutan. Ia tahu, jika ia membiarkan Aldric masuk, ia

elap. Ia memeluk boneka kecil yang Liam selalu bawa. Hatinya penuh ko

nya tidak bisa dihindari. Aldric bukan lagi bayanga

tara melindungi hati dan menjaga jarak, atau membuka diri untuk kemungkinan cinta y

nnya. Ia tahu perjuangan belum selesai. Keira masih menutup ha

mam Aldric. "Aku siap menghadapi s

ia tidak akan pergi lagi. Tidak akan meninggalkan mereka. Tidak akan membia

yang dulu ia buang, kini bangkit perlahan. Cinta yang tertunda lima tahun, ki

di ruang kerja rumahnya, menatap dokumen yang terhampar di atas meja. Kertas-kertas itu bukan

gan Keira. Ada pihak keluarga yang diam-diam mengamati setiap gerakannya, keluarga yang

mnya pelan, matanya menatap dokumen terakh

dengan tanggung jawab sebagai ibu tunggal. Kini, dengan Aldric perlahan masuk ke kehidupan Liam, Keira harus mengatur emosi

lewat pesan atau kejutan kecil. Ia ingin membicarakan dokumen warisan, tapi

sar. Liam bermain di dekat mereka, tertawa riang bersama bebera

iak Liam, ter

untuk memeluk anak itu. "Ha

melihat cara pria itu memperlakukan Liam membuatnya ragu. Ada rasa hangat yang muncul d

n Keira duduk berhadapan. Aldric meng

n aku menyerahkan kendali warisan dan mengatur semuanya tanpa mem

jut. "Mereka... masih i

is keluarga mereka, tapi dengan syarat aku harus menyingkirkanmu. Merek

enal keras dan dominan. Dan kini, kehadiran mereka menjad

di rumah Keira, membantu Liam belajar dan bermain. Liam tampak semakin nyaman dengan keha

isi, ia senang melihat anaknya bahagia; di sisi lain, ia t

sambil menatap langit gelap. Pon

sok. Penting. Untuk

a tahu Aldric sedang menghadapi tekanan kel

h awal. Ia membawa beberapa mainan edukatif untuk L

atanya sambil menatap mata Keira. "Tent

u... aku juga ingin bicara, Aldric. Tapi... aku tak

n fakta bahwa Liam butuh kita berdua. Aku ingin dia tumbuh tahu bah

at, berjalan menghampiri mereka. "Mama, Om A

unduk, tersenyum lembut. "Aku ingin tinggal leb

tusan besar sedang menunggu-apakah ia akan membuka hati lag

bahwa perasaan lamanya terhadap Aldric tidak pernah hilang. Ia masih marah karena lima tahun

mencoba memisahkan mereka jika mengetahui kedekatan yang mulai terbentuk.

mengirim pesan dan menelpon, menuntut agar Aldric kembali ke jalur bisnis keluarga, menin

anya untuk cintanya dan Liam, tapi juga melawan tekanan keluarga yang kej

a sepatah kata pun. Mereka duduk bersama dalam diam, menikmati suara ombak. Dalam keheningan it

disinya. Keira yang melihat dari jauh merasa campur aduk-lega, tersentuh, sekaligus cemas. Ia mulai menyadari satu ha

sampingnya. "Aku takut terluka lagi. Tapi aku j

ma. "Keira... aku tahu. Aku juga takut. Tapi k

in sulit menolak kehadiran pria itu, dan Liam mulai menunjukkan ikatan emosional yang jelas. Kei

, mencoba mengganggu ketenangan yang mulai tumbuh. Aldric tahu, untuk menjaga kelua

at hujan turun. Aldric berdiri di samp

ah. Tidak untuk Liam, dan tidak

adai yang dibawa Aldric ke hidupnya semakin besar, tapi kali ini

m lebar, tanpa tahu bahwa kehadiran Aldric perl

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong
Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong
“Aldric dan Keira menikah bukan karena cinta, melainkan karena kesepakatan antara dua keluarga besar. Bagi Aldric, pernikahan itu hanyalah langkah strategis demi mendapatkan kembali perusahaan keluarganya yang hampir bangkrut. Sementara bagi Keira, pernikahan itu satu-satunya cara menyelamatkan ibunya dari hutang dan tekanan yang menghancurkan. Keduanya menandatangani perjanjian: mereka akan hidup bersama selama dua tahun, tanpa ikatan emosional, tanpa campur tangan satu sama lain, lalu bercerai ketika tujuan masing-masing tercapai. Namun, takdir sering kali berbuat iseng. Di balik semua kesepakatan dingin itu, perlahan tumbuh sesuatu yang tak seharusnya tumbuh-rasa nyaman, perhatian, bahkan cinta yang tak diinginkan. Sayangnya, ketika rasa itu mulai muncul di hati Keira, Aldric justru semakin menjauh. Ia mulai kembali dekat dengan mantan kekasihnya, Mira, seorang wanita ambisius yang dulu meninggalkannya karena status. Kini, setelah Aldric kembali kaya dan berkuasa, Mira datang membawa janji manis tentang cinta lama yang belum padam. Ketika kabar bahwa perusahaan ayah Keira telah diselamatkan dan hutang-hutang lunas, Aldric pun memutuskan untuk menepati bagian akhir perjanjian mereka: perceraian. Ia berpikir itu langkah terbaik-agar bisa menikahi Mira, wanita yang selama ini ia yakini sebagai cinta sejatinya. Keira menerima keputusan itu tanpa perlawanan. Hanya satu syarat yang ia minta-agar Aldric tak mencari atau mengganggunya lagi setelah berpisah. Ia pergi jauh, meninggalkan semua kenangan, membawa luka yang hanya ia tahu dalamnya. Lima tahun berlalu. Aldric hidup dengan kesuksesan, tapi hatinya kosong. Mira memang bersamanya, tapi ada jarak yang tak bisa dijembatani. Hingga suatu hari, sebuah proyek sosial membawanya ke sebuah kota kecil di tepi laut. Di sanalah, takdir mempertemukannya lagi dengan Keira-bersama seorang anak laki-laki berusia empat tahun yang memiliki mata dan senyum yang... sama persis dengannya. Dunia Aldric seketika berhenti. Rasa bersalah, marah, dan penyesalan bertubrukan dalam dadanya. Ia baru menyadari betapa banyak hal yang ia abaikan selama ini-terutama seorang anak yang ternyata adalah darah dagingnya sendiri. Kini pertanyaannya bukan lagi soal warisan, atau cinta lamanya pada Mira. Tapi tentang apakah Aldric berani memperjuangkan kembali Keira dan anak mereka, ataukah ia akan kembali menjadi pria pengecut yang hanya tahu melarikan diri dari tanggung jawab dan perasaan.”
1 Bab 1 Putra tunggal2 Bab 2 Lima tahun lalu3 Bab 3 Kehadiran pria itu4 Bab 4 Kamu nggak boleh jatuh lagi5 Bab 5 kesayangannya6 Bab 6 ruangan seakan bertolak belakang7 Bab 7 Senyumannya menandai awal8 Bab 8 seseorang yang mencoba mendekati9 Bab 9 belum datang10 Bab 10 misterius11 Bab 11 apa yang harus kita lakukan 12 Bab 12 bermain dengan boneka13 Bab 13 perbatasan14 Bab 14 Dua hari berturut-turut15 Bab 15 kelahiran16 Bab 16 Setelah pengungkapan rahasia17 Bab 17 dia akan masuk ke rumah kita18 Bab 18 fokus pada dirimu sendiri19 Bab 19 Bagaimana kita bisa melindungi20 Bab 20 Tubuh anak itu terlihat rapuh21 Bab 21 reruntuhan22 Bab 22 Kau selalu bisa23 Bab 23 kegelisahan24 Bab 24 hancur oleh diri mereka sendiri25 Bab 25 merasakan hal yang sama