icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong

Bab 2 Lima tahun lalu

Jumlah Kata:2658    |    Dirilis Pada: 23/10/2025

k hidung. Tapi pagi itu, bagi Aldric Delvane, dunia terasa tak sama lagi. Ia terbangun

lu. Ia tak mampu meneguknya. Pikiran tentang Keira d

k i

ak

Keira dengan dingin, menganggap semuanya sudah selesai. Tapi kini, kenyataan menamparn

pi di balik kemarahan itu, ada rasa bersalah yang begitu dalam-ra

sedang menyiapkan sarapan sederhana. Liam duduk di me

ng. Nanti jatuh," ucap Keira lembut s

malam. Ada orang tinggi sekali, pakai jas, dia li

sejenak di udara. Da

apa?" tanyanya, beru

b Liam polos. "Tapi

acak rambut anaknya. "Mungkin cu

ic akan datang lagi. Ia melihat tatapan pria itu kemarin-tatapan yang penuh

dak siap unt

i yayasan sosial, membesarkan Liam sendirian tanpa bantuan siapa

alu itu datang me

nistrasi sekolah ketika suara langkah kaki berat terdeng

uara Aldric dalam dan berat,

tapan mereka bertemu lagi, dan udara

npa berhenti menulis. "Kalau kau ingin meny

k datang

lis. "Kalau begitu,

panjang. "Keira, tolon

ri. "Baik. Lima menit. Setelah itu, aku tak

ang sekolah. Angin laut bertiup pelan, membawa aro

gi setajam dulu. Sekarang ada kelembutan yang

nakku,

lurus ke laut,

etar. "Kau tidak perlu men

berbalik, suaranya tajam, "men

c ter

a, agar kau bisa merasa menjadi ayah yang hebat?" lanjut Keira dengan na

n. "Aku hanya ingin tahu... mengapa kau tidak pernah

npa menoleh? Setelah kau mengirimkan surat cerai d

tiap kata Keira seperti ca

hu aku pengecut. Tapi Keira... tolong, jangan h

u lakukan. Kau akan datang, menulis cek, dan menganggap semuanya selesai. Tapi anak ini bukan proyek am

ku tidak ingin uang menjadi alasan. Aku ingin..

. "Kau tidak bisa memperbaiki sesuatu yang sudah hanc

ni

embawa keheningan yang

Aldric akhirnya. "Aku tidak akan menggan

ya berucap lirih, "Aku tidak tahu

jawab Aldric mantap. "Bukan d

ninggalkannya di taman, sementara Aldric berdiri

rasa kehilangan sesuatu yang lebih berharga

kutnya berjala

urora Bay dengan alasan urusan proyek yay

rmain di pantai bersama anak-anak lain. Terkadang Keira

dric setiap kali melihat pemandangan itu-

ng menemaninya saat demam pertama kali? Siapa yang mengajari

an

menebus semuanya, meski ia

aut, menendang ombak kecil sambil tert

a tak jauh langsung berlari

ia

i sebelum sempat bangkit, Aldri

pa-apa?" tan

ajah pria itu dengan rasa ingin ta

bahwa Keira belum membe

amu," jawabnya cepat

a, lalu tersenyum k

tap wajah polos itu, dan untuk s

uanya. Ia berdiri diam, napasnya

Tapi di sisi lain, ia juga takut-takut kehilangan la

Liam dan hendak pergi,

dri

itu m

ingkat, berusaha menahan emosi. "Tapi mulai

ei

buat Liam bingung, lalu pergi lagi seperti d

alam. "Aku tidak ak

rlalu dalam, terlalu jujur. Ia memilih berbalik dan berjalan c

natap laut. Angin berhembus lembut, membawa aroma a

lu. Ada sesuatu yang berbeda dalam cara dia menatap

ar berubah? Atau Aldric hany

r dari kamar, mengucek ma

gkat anak itu ke pangku

n. "Om tadi baik bange

a te

"Om itu kayak aku,

olos di bawah sinar lampu. Dan untuk pertam

ngit malam yang dipenuhi bintang. Ia memegang foto lama yang s

u. Tak ada senyum, tak ada cinta, hanya tanda t

ali mengingat Keira,

ngenalnya dulu. Tidak pernah menanyakan ap

enyadari bahwa perasaan yang dulu ia anggap 'keti

, semua suda

ngkin..

nji pada dirinya sendiri-ia tidak akan pergi da

engan satu kata yang paling

ya

sa. Tapi kali ini, sesuatu yang tak biasa terjadi-Aldri

ini," katanya cepat. "Mulai hari ini, aku akan m

pnya tak per

melakukan sesuatu yang berarti. Dan kalau itu berarti aku bisa dek

frustasi. "Kau tidak har

aku

n kata. Ada sesuatu yang berbeda kali ini-bu

ah mengapa, Keira merasa

hanya akan mengubah hidup mereka bertiga, tapi juga membuka rahasia lain yang selama

p, mungkin akan menghancurkan kese

seolah ikut menahan segala perasaan yang bergejolak di dalam dadanya. Ia menatap kota yang ramai di bawah sana, tapi pikirannya melayan

dr

pria itu. Bertahun-tahun. Namun sejak pertemuan tak terduga di kantor klien minggu lalu, semua yang ia bangun dengan s

yang tiba-tiba ingin jatuh. "Kamu udah cukup kuat, Keira

di dalam hatinya b

ikirannya-dalam setiap kopi yang ia minum, setiap langkah menu

Di tangannya ada sekotak kecil mainan robot yang ia beli di toko mainan. Pandangannya terar

engar. Bibirnya menegang saat ia melihat senyum anak itu, lesung pipi di sisi k

panjang, menahan doro

h gegabah. Ti

anya, ke kampus lamanya, bahkan ke luar negeri. Tapi hasilnya nihil. Hingga ia mendengar kabar bahwa

u berna

n, semakin ia yakin bahwa Liam

auh selama beberapa minggu terakhir. Setiap pagi Aldric melihat Keira mengantar Liam ke taman, lalu pergi ke

inta. Itu hanya perjanjian. Tapi seiring waktu, Aldric sadar-ia benar-benar jatuh cinta pa

Angka-angka di tabel spreadsheet menari tanpa mak

suara sahabatnya, Dira, terde

dan tersenyum kecil. "A

g tidur? Atau kebanyaka

ti di atas keyboard. "Dira, aku

Dira meletakkan setumpuk berkas di meja Keira. "

.. kecewa. Aku udah capek berharap sama seseorang

kamu tahu nggak, kadang orang nggak bisa memperjua

u akui. Ia mencoba menepis pikiran tentang Aldric, tapi

lang dari rapat, mabuk, dan mengataka

sepakatan, Keira. Jangan ber

ng, menjadi alasan utama me

m dari taman, Keira menggandeng

i, ya? Aku mau kasih makan buru

. Tapi kamu harus janji, kalau Mommy b

m mengangg

eorang dari belakang memb

ia

lah berhenti berputar saat ia me

dr

an diterpa angin, dan tatapan yang penuh sesuatu

rusaha tenang. "Apa yan

enunduk menatap Liam. "Aku cum

menghampiri kami?"

Aku... aku cuma p

ara mereka berdua. "Mommy,

lai rambut anaknya. "Ay

ngkah mendekat. "Aku tahu aku salah.

ajam, matanya berkaca. "Buat ngerusak h

, menatap anak itu l

a. Suaranya bergetar saat menja

t menuju mobil, meninggalkan Aldric berdi

duduk di tepi ranjang sambil menatap

ya mengal

mmy cuma pengin kamu hidup tenang.

m yang diam-diam ia ambil dari kejauhan. Ia tahu Keira marah, kecewa, dan mungkin me

k mendekati Liam. Pelan-pela

emua kesalahan masa lalu, tapi setidaknya

al yang Aldr

mulai

rindu yang tak pernah padam. Tatapan Aldric tadi s

antung, seolah menjadi saksi dua hati yang dulu per

tumbuh karena luka, ada sesuat

berusaha mati-matia

a lalu yang retak, selalu datan

i itu sedang menuju

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong
Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong
“Aldric dan Keira menikah bukan karena cinta, melainkan karena kesepakatan antara dua keluarga besar. Bagi Aldric, pernikahan itu hanyalah langkah strategis demi mendapatkan kembali perusahaan keluarganya yang hampir bangkrut. Sementara bagi Keira, pernikahan itu satu-satunya cara menyelamatkan ibunya dari hutang dan tekanan yang menghancurkan. Keduanya menandatangani perjanjian: mereka akan hidup bersama selama dua tahun, tanpa ikatan emosional, tanpa campur tangan satu sama lain, lalu bercerai ketika tujuan masing-masing tercapai. Namun, takdir sering kali berbuat iseng. Di balik semua kesepakatan dingin itu, perlahan tumbuh sesuatu yang tak seharusnya tumbuh-rasa nyaman, perhatian, bahkan cinta yang tak diinginkan. Sayangnya, ketika rasa itu mulai muncul di hati Keira, Aldric justru semakin menjauh. Ia mulai kembali dekat dengan mantan kekasihnya, Mira, seorang wanita ambisius yang dulu meninggalkannya karena status. Kini, setelah Aldric kembali kaya dan berkuasa, Mira datang membawa janji manis tentang cinta lama yang belum padam. Ketika kabar bahwa perusahaan ayah Keira telah diselamatkan dan hutang-hutang lunas, Aldric pun memutuskan untuk menepati bagian akhir perjanjian mereka: perceraian. Ia berpikir itu langkah terbaik-agar bisa menikahi Mira, wanita yang selama ini ia yakini sebagai cinta sejatinya. Keira menerima keputusan itu tanpa perlawanan. Hanya satu syarat yang ia minta-agar Aldric tak mencari atau mengganggunya lagi setelah berpisah. Ia pergi jauh, meninggalkan semua kenangan, membawa luka yang hanya ia tahu dalamnya. Lima tahun berlalu. Aldric hidup dengan kesuksesan, tapi hatinya kosong. Mira memang bersamanya, tapi ada jarak yang tak bisa dijembatani. Hingga suatu hari, sebuah proyek sosial membawanya ke sebuah kota kecil di tepi laut. Di sanalah, takdir mempertemukannya lagi dengan Keira-bersama seorang anak laki-laki berusia empat tahun yang memiliki mata dan senyum yang... sama persis dengannya. Dunia Aldric seketika berhenti. Rasa bersalah, marah, dan penyesalan bertubrukan dalam dadanya. Ia baru menyadari betapa banyak hal yang ia abaikan selama ini-terutama seorang anak yang ternyata adalah darah dagingnya sendiri. Kini pertanyaannya bukan lagi soal warisan, atau cinta lamanya pada Mira. Tapi tentang apakah Aldric berani memperjuangkan kembali Keira dan anak mereka, ataukah ia akan kembali menjadi pria pengecut yang hanya tahu melarikan diri dari tanggung jawab dan perasaan.”
1 Bab 1 Putra tunggal2 Bab 2 Lima tahun lalu3 Bab 3 Kehadiran pria itu4 Bab 4 Kamu nggak boleh jatuh lagi5 Bab 5 kesayangannya6 Bab 6 ruangan seakan bertolak belakang7 Bab 7 Senyumannya menandai awal8 Bab 8 seseorang yang mencoba mendekati9 Bab 9 belum datang10 Bab 10 misterius11 Bab 11 apa yang harus kita lakukan 12 Bab 12 bermain dengan boneka13 Bab 13 perbatasan14 Bab 14 Dua hari berturut-turut15 Bab 15 kelahiran16 Bab 16 Setelah pengungkapan rahasia17 Bab 17 dia akan masuk ke rumah kita18 Bab 18 fokus pada dirimu sendiri19 Bab 19 Bagaimana kita bisa melindungi20 Bab 20 Tubuh anak itu terlihat rapuh21 Bab 21 reruntuhan22 Bab 22 Kau selalu bisa23 Bab 23 kegelisahan24 Bab 24 hancur oleh diri mereka sendiri25 Bab 25 merasakan hal yang sama