icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong

Bab 3 Kehadiran pria itu

Jumlah Kata:2264    |    Dirilis Pada: 23/10/2025

anya tenang, terasa berbeda saat ia melangkah melewati jalanan sempit menuju taman di tepi laut. Sepanjang perjalanan, pikirannya berkecamuk: apakah

ric tahu, jika ia langsung mengaku sebagai ayah Liam, Keira pasti menolak. Jadi ia harus bersabar,

mengikuti gerak Liam sambil mencatat sesuatu di buku catatan. Aldric tersenyum tipis. Cara Keira memandang Liam membuat hatinya berdetak lebih cepat

ap kali Liam tertawa dan menatap sekeliling, jantung Aldric seperti ditarik. Anak itu mirip sekali dengannya.

" gumam Aldric. "

di dekat Liam tanpa membuat Keira curiga. Kadang ia membantu anak-anak mewarnai, kadang membaca buku di sudut taman, kadang ikut bermain bola dari jarak aman. Ia menyadari se

ia itu di dekat Liam membuatnya gelisah. Ia menolak untuk mengakui perasaannya,

ra lewat telepon saat mendeng

jawab Keira singkat. "Han

sudmu, kare

... tapi setiap kali dia ada di dekat Liam... ent

itu cinta lama yang datang kembali, Ke

ecilnya dalam hati berteriak: jangan jatuh lagi. Ja

kertas gambar. Ia duduk di dekat Liam, pura-pura membantu anak

u lihat?" tan

p mata anak itu. "Tentu,

, dan Liam tampak nyaman. Tapi Keira tidak bisa menolak kenyataan bahwa ia merasa... lega. Bahw

sama aku sebelumnya?" tanya

angat. "Karena... Om belum diberi kesempat

garis-garis yang dibuat tangan mungilnya, memperhatikan tawa kecil yang mengalir bebas. Aldric tahu,

Liam. Sebuah rasa hangat muncul di dadanya, campuran antara perasaan marah dan rindu. Ia menepi

elihat pria itu tersenyum hangat pada ana

lawan, pura-pura tidak peduli, tapi sesungguhnya hatinya setiap saat tertuju pada Liam. Ia mencatat kebiasaan a

inya terusik, benci Aldric karena memunculkan perasaan lama yang seharusnya sudah terkubur, dan sekaligus.

eira duduk di teras sambil menatap laut

ntuk Liam. Aku akan kirimkan

Aldric tidak meminta apapun, tidak menuntut, hanya peduli. Dan itu menyakitkan. Karena Keira sadar-mer

enapa aku merasa... takut dan lega sekaligus?" gumamnya.

an, tapi juga ingin memberi Keira kesempatan melihat bahwa ia tulus. Saat itu, Liam sedang menggambar di

sambil menunjuk gambar ruma

uk. "Wow, bagus sekali!

a hatinya mencelos. Aldric tampak begitu lembut, sabar, hangat. Tid

erusaha menahan air mata. "Ti

uh, seperti api yang perlahan

. Ia mulai mengenal kebiasaan anak itu, hal-hal yang disukai, hal-hal yang membuatnya senang. Ia mu

enci Aldric karena menyakiti mereka lima tahun lalu dan merin

rnya berani berjalan ke Aldric. "Kenapa kau melakukan semua in

ku ingin... menebus semuanya. Untuk

t. "Terlalu lambat,

au, aku akan menunggu. Aku bisa sabar. Aku tidak akan memaksa

Ia tahu hatinya mulai terguncang. Ia tahu-bahwa cinta lama tidak pern

ur di pangkuan Keira, ia menata

ih. "Kenapa dia masih bisa membuat

tidak akan bisa dihindari. Dan badai itu akan menguji cinta, kesabaran, dan keputusan

dari luar, saat ia berlari mengejar burung merpati yang beterbangan di halaman. Keira duduk di kursi mak

ra jelaskan. Beberapa hari terakhir, Aldric tampak lebih sabar, lebih lembut, dan yang paling penting-tidak mengintimid

duli?" gumamnya. "Dia sudah pergi lima tahun, dan

Liam bermain bola dengan teman-temannya. Ia membawa tas kecil beri

amnya. "Aku harus sabar. Aku har

a. Aldric merasakan sakit di dadanya-lima tahun lalu, ia meninggalkan Keira dan Liam tanpa alasan y

laman pertama. "Besok aku akan memberikan ini kepad

ak langsung. Ia menaruh buku di halaman rumah mereka, di dekat kota

aman buku dengan ilustrasi warna-warni. Tidak ada catatan,

ang langsung melompat. "Buk

begitu, Nak." Ia merasa hatinya tak sengaja berdebar. I

. Ia menjadi sosok bayangan yang hadir tanpa terlihat, membantu Liam dari ja

sihkan lemari tua, ia menemukan surat lama dari Aldric yang tak pernah i

ohku, setiap kepergianku, bukan karena aku tidak peduli, tapi karena aku takut gagal menjadi pria yang layak untukmu. Aku berharap su

karena dingin dan egois. Ternyata, ia salah. Ia menyimpan luka karena salah paham. Dan kini

ahuan Keira. Anak itu begitu senang, melompat-lompat, mengejar ombak, da

n?" tanya Liam sambil menunjuk

lan. Ia menatap Liam lebih lama, menc

. Ia marah karena Aldric berani mendekati Liam tanpa izinnya, tapi hatin

" gumamnya. "Kenapa aku

hkan belajar menghitung. Ia sabar, lembut, dan tidak pernah memaksa. Setiap kali Liam berhasil, Aldric tersen

yang baru saja membantu Liam naik sepeda. Pria itu terhenti, menatapnya seb

am Keira, menunduk. "Dia sudah membuatku terluka

memiliki kesempatan kedua. Namun kesempatan itu rapuh, karena Keira masih penuh dendam dan curiga. Ia ha

Aldric menuli

dari hidup Liam, dan berharap suatu hari ia bisa menerima aku kembali. Aku

erasa sedikit tenang, mesk

menyiapkan warisan yang sebenarnya ditujukan untuknya-bukan untuk pihak lain. Ia menyadari bahwa lima tahun lalu, Aldric sebenarny

an selama ini bukan sepenuhnya dari Aldric. Dan rasa benci yang selama ini ia

tetapi tetap memberi ruang untuk Keira. Keira, di sisi lain, semakin sulit meno

ric dengan wajah berseri-seri. "Om,

r. "Hebat sekali, Nak

ingin berlari menghampiri Aldric, memeluknya, dan menangis karena rindu. Tapi

p Keira, lalu menatap Aldric bergantia

ih dari sekadar teman. Keira merasa dunia berputar di sekelilingnya, hatinya berdeb

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong
Cinta yang Kupikir Abadi, Ternyata Bohong
“Aldric dan Keira menikah bukan karena cinta, melainkan karena kesepakatan antara dua keluarga besar. Bagi Aldric, pernikahan itu hanyalah langkah strategis demi mendapatkan kembali perusahaan keluarganya yang hampir bangkrut. Sementara bagi Keira, pernikahan itu satu-satunya cara menyelamatkan ibunya dari hutang dan tekanan yang menghancurkan. Keduanya menandatangani perjanjian: mereka akan hidup bersama selama dua tahun, tanpa ikatan emosional, tanpa campur tangan satu sama lain, lalu bercerai ketika tujuan masing-masing tercapai. Namun, takdir sering kali berbuat iseng. Di balik semua kesepakatan dingin itu, perlahan tumbuh sesuatu yang tak seharusnya tumbuh-rasa nyaman, perhatian, bahkan cinta yang tak diinginkan. Sayangnya, ketika rasa itu mulai muncul di hati Keira, Aldric justru semakin menjauh. Ia mulai kembali dekat dengan mantan kekasihnya, Mira, seorang wanita ambisius yang dulu meninggalkannya karena status. Kini, setelah Aldric kembali kaya dan berkuasa, Mira datang membawa janji manis tentang cinta lama yang belum padam. Ketika kabar bahwa perusahaan ayah Keira telah diselamatkan dan hutang-hutang lunas, Aldric pun memutuskan untuk menepati bagian akhir perjanjian mereka: perceraian. Ia berpikir itu langkah terbaik-agar bisa menikahi Mira, wanita yang selama ini ia yakini sebagai cinta sejatinya. Keira menerima keputusan itu tanpa perlawanan. Hanya satu syarat yang ia minta-agar Aldric tak mencari atau mengganggunya lagi setelah berpisah. Ia pergi jauh, meninggalkan semua kenangan, membawa luka yang hanya ia tahu dalamnya. Lima tahun berlalu. Aldric hidup dengan kesuksesan, tapi hatinya kosong. Mira memang bersamanya, tapi ada jarak yang tak bisa dijembatani. Hingga suatu hari, sebuah proyek sosial membawanya ke sebuah kota kecil di tepi laut. Di sanalah, takdir mempertemukannya lagi dengan Keira-bersama seorang anak laki-laki berusia empat tahun yang memiliki mata dan senyum yang... sama persis dengannya. Dunia Aldric seketika berhenti. Rasa bersalah, marah, dan penyesalan bertubrukan dalam dadanya. Ia baru menyadari betapa banyak hal yang ia abaikan selama ini-terutama seorang anak yang ternyata adalah darah dagingnya sendiri. Kini pertanyaannya bukan lagi soal warisan, atau cinta lamanya pada Mira. Tapi tentang apakah Aldric berani memperjuangkan kembali Keira dan anak mereka, ataukah ia akan kembali menjadi pria pengecut yang hanya tahu melarikan diri dari tanggung jawab dan perasaan.”
1 Bab 1 Putra tunggal2 Bab 2 Lima tahun lalu3 Bab 3 Kehadiran pria itu4 Bab 4 Kamu nggak boleh jatuh lagi5 Bab 5 kesayangannya6 Bab 6 ruangan seakan bertolak belakang7 Bab 7 Senyumannya menandai awal8 Bab 8 seseorang yang mencoba mendekati9 Bab 9 belum datang10 Bab 10 misterius11 Bab 11 apa yang harus kita lakukan 12 Bab 12 bermain dengan boneka13 Bab 13 perbatasan14 Bab 14 Dua hari berturut-turut15 Bab 15 kelahiran16 Bab 16 Setelah pengungkapan rahasia17 Bab 17 dia akan masuk ke rumah kita18 Bab 18 fokus pada dirimu sendiri19 Bab 19 Bagaimana kita bisa melindungi20 Bab 20 Tubuh anak itu terlihat rapuh21 Bab 21 reruntuhan22 Bab 22 Kau selalu bisa23 Bab 23 kegelisahan24 Bab 24 hancur oleh diri mereka sendiri25 Bab 25 merasakan hal yang sama