icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Skandal Ranjang Ternoda

Bab 3 Cermin Retak

Jumlah Kata:1681    |    Dirilis Pada: 01/07/2025

meja besar yang biasa dipakai memutuskan banyak hal penting. Kursi kulit hitam berukura

, atau tumpukan surat masuk. Melainkan karena satu hal kecil yang

ah bagaimana muncul di folder tak bernama. Ia semula membuka laptop hanya untuk membunuh waktu di sela rapat

an, aku jatuh terkulai l

ang percakapan intim suami-istri setelah hubungan yang tak

epat. Sang istri dalam cerita itu menolak sentuhan, din

seperti Bu Tita, i

akannya untuk bersama. Alasannya jelas-sudah menopause, sudah tidak nyaman. Sejak itu, hubun

kembali hubungan itu. Ia sibuk. Sangat sibuk. Mengejar gelar, mengejar jabatan, memb

lambat menyadari bahwa cinta itu rapuh jika dibiarkan sendiri terlalu lama. Bahwa kehangatan

nnya menggenggam mouse, mencoba scroll k

nya. Tak ada siapa penulisnya. Bahkan folder tempat

g. Bukan karena takut, tapi karena cerita itu lak

tau... pengakuan terselubung d

ya. Terlalu banyak kemiripan. Terlal

elalu bisa menahan diri. Ia merasa kuat, merasa terh

a di rumah. Kalah karena tak menyadari bahwa kesepian bisa

ulut, jari-jarinya gemetar. Di luar sana, bawahannya

in hanya fiksi. Tapi luka

menung. Lalu dengan nada sera

g ke ruang sa

nya reputasi sebagai pembaca fanatik novel online, terutama genre real life romance di paltform Bakisah. Pak Ma

" Mesya an

ca cerita di

-ceritanya jujur, banyak

ng sempat saya baca... Tapi saya gak seng

nya ap

k tahu. Tapi tokohnya... ada

ang apa, Pak? S

enatap layar

. Ada perselingkuhan... bukan hanya dari dia, tapi juga dari suaminya. Tapi yang paling saya ingat... ad

am. Ia menc

Saya akan

mi hari

ak Martin dengan catatan. Namun ekspr

an 'bahagia urutan satu sampai empat', tapi nihil, Pak. Banyak

orm Ba

erakhir. Tidak ada, Pak. Bahkan saya cross-check di forum pembaca, grup-gr

uka akun medsos lama, menyusuri hashtag tentang pe

anya untuk saya... dan hilan

dibuatkan yang baru? Banyak sekali di Bakisah, Pak," tawar M

ar laptop yang kini gelap, seperti lubang hitam yang baru

rekomendasi atau karangan baru. Ia hanya i

akhir ceri

a nasib

narnya Kak

akah Rafa

tutup, bayangan demi bayangan menyeruak-wajah istrinya, saat masih muda dan hangat. Suara batin yang dulu

uara interko

g. Agenda Bapak untuk hari ini sudah se

lagi sebelum menutupnya dengan pelan. Seperti menutup pintu y

dengan tenang. Namun dalam

erlalu jujur untuk sekadar rekaan. Dan kalau ini

a kembali bergumam dalam hati-nada dalam suarany

ek Anwar. Bahkan Rafael... Aku harus ta

mkan mata sejenak, Pak Martin hanya diam. Pandangannya menembus jendela, namun pikirannya tidak tertinggal di

ada nama: Diana

engait kuat pada satu sosok yang sel

n... Diana ad

anya. Sebuah dugaan yang muncul begitu

a sering terlalu datar untuk perempuan seusianya. Dan... Pak Martin tak bisa memungk

u perempuan saja. Semua orang tahu, lelaki itu hobi '

Pak. Selama saya masih bisa kerja

lah menyatu. Seperti menyusun puzzl

membuat Pak Marti

anya yang cerdas, elegan, dan masih sanga

ngkin Mesya tergila-gila

i menyala: ia harus menyelidiki ini. Jika benar Mesya adalah Diana yang ada dalam cerit

tak ada amarah atau dingin yang menusuk. Istrinya, Bu Tita, hanya menyapa dengan suara tenang dan wajah da

i latar hening, hingga akhirn

ga, Pah," ucap Bu Tita pelan

gkat wajah. "Cera

lama merasa diabaikan. Dan ternyata... dia jatuh cinta sama

meletakka

tanyanya cepat, nyaris terbata

yah sejenak se

karena dia sudah terlalu lama merasa sendiri dalam pernikahan. Terlalu sering dibi

hambar. "Tapi sekarang Pak Firman udah pensiun.

masih tenang, tapi tatapannya men

meninggalkan retak. Dan kalau dibiarkan

tang dirinya dan istrinya. Tentang seseorang yang dulu dia nikahi dengan harapan besar, tap

lah kata y

Anwar, dan suami yang ditinggalkan. Entah mengapa... semua

... Diana i

egitu saja, menabrak nalar se

da. Tapi... mungkin... mungki

i tampak begitu asing dalam balutan

ma, Pak Martin tidak ingin menonton berita,

Karena dalam diam itu

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Skandal Ranjang Ternoda
Skandal Ranjang Ternoda
“SKANDAL RANJANG TERNODA Tak ada yang lebih memilukan dari cinta yang usang namun dipaksakan. Dalam rumah yang megah dan kehidupan yang mapan, sepasang suami-istri bertahan bukan karena cinta, tapi karena status dan kewajiban. Ketika keheningan mulai menggantikan tawa, dan pelukan hanya menjadi rutinitas, celah pun terbuka. Tanpa disadari, masing-masing telah menyimpan luka, rahasia, dan pelampiasan. Seseorang berselingkuh dengan yang muda dan energik-orang kepercayaan yang selama ini dianggap tak mungkin. Sementara yang lain, memilih pelarian pada sosok tua yang tak disangka memberi kebahagiaan paling sejati. Di antara cinta, nafsu, balas dendam, dan keinginan untuk dimengerti, mereka saling melukai tanpa sadar telah menodai tempat yang seharusnya suci: ranjang. Bukan hanya sekadar perselingkuhan-ini adalah skandal dalam bentuk paling getirnya.”
1 Bab 1 Awal Penyesalan2 Bab 2 Pintu Tertutup3 Bab 3 Cermin Retak4 Bab 4 Capek Batin5 Bab 5 Tuleran Istri6 Bab 6 Terlalu Serius7 Bab 7 Skenario Lanjutan8 Bab 8 Kenekadan Wulan9 Bab 9 Quick Sex10 Bab 10 Skenario Lanjutan11 Bab 11 Cerita Misterius12 Bab 12 Sahabat Lama13 Bab 13 Hasrat Terpendam14 Bab 14 Larut Bersama15 Bab 15 Nikmatnya Mesya16 Bab 16 Sensasi Berbeda17 Bab 17 Skndal Pertama18 Bab 18 Nuansa Baru19 Bab 19 Hari Berbeda20 Bab 20 Getarab Aneh21 Bab 21 Rasa Baru22 Bab 22 Pemain Baru23 Bab 23 Keras Berdenyut24 Bab 24 Sepongan Pertama25 Bab 25 Orgasme Pertama26 Bab 26 Pertama Kehilangan27 Bab 27 Awal Kerumitan28 Bab 28 Kesepakatan Baru29 Bab 29 Saling Memahami30 Bab 30 POV Wulan - 131 Bab 31 POV Wulan - 232 Bab 32 POV Wulan - 333 Bab 33 POV Wulan - 434 Bab 34 POV Wulan - 535 Bab 35 POV Wulan - 636 Bab 36 POV Wulan - 737 Bab 37 POV Wulan - 838 Bab 38 POV Wulan - 939 Bab 39 POV Wulan - 1040 Bab 40 POV Wulan - 1141 Bab 41 POV Wulan - 1242 Bab 42 POV Wulan - 1343 Bab 43 POV Wulan - 1444 Bab 44 POV Wulan - 1545 Bab 45 POV Wulan - 1646 Bab 46 POV Wulan - 1747 Bab 47 POV Wulan - 1848 Bab 48 POV Wulan - 1949 Bab 49 POV Wulan - 2050 Bab 50 POV Wulan - 2151 Bab 51 POV Wulan - 2252 Bab 52 POV Wulan - 2353 Bab 53 POV Wulan - 2454 Bab 54 POV Wulan - 2555 Bab 55 POV Wulan - 2656 Bab 56 POV Wulan - 2757 Bab 57 POV Wulan - 2858 Bab 58 POV Wulan - 2959 Bab 59 POV Wulan - 3060 Bab 60 POV Wulan - 3161 Bab 61 POV Wulan - 3262 Bab 62 INFO PENTING