icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Skandal Ranjang Ternoda

Bab 8 Kenekadan Wulan

Jumlah Kata:1012    |    Dirilis Pada: 02/07/2025

itu megah namun sunyi. Tak ada suara selain dengung halus AC dan gelegak halus air dalam teko teh. Ia duduk

arasi. Ketukan itu berasal dari arah samping rumah. Pintu samping itu nyaris tak pernah digunakan

i pot-pot tanaman, tembok marmer, dan kamera CCTV di tiap sudut. Di sa

tu terden

tok..

ya memulas keheranan. Siap

a sempat mengintip lewat jendela kecil. Di luar,

udah. Lalu m

ajahnya dilingkupi jilbab yang tertata rapi. Senyumnya tenang. Ia tampak anggun dalam kesederhanaannya. Tidak salah lagi-itu Bu Wulan

suaranya nya

f saya menggangg

kuk, bahkan tak yakin apakah harus langsung menyilakan tamun

selesai. Dan juga soal pesan yang saya kirim.

tin mulai berde

k Gandi?" tanya

a. Saya juga tahu kok, Bu Tita sedang kelu

Ia tercekat. Tapi naluri sebagai tuan

an mas

dan mereka duduk bersisian, menyudut. Jarak mereka tak lebih dari sat

api niat itu buyar ketika tatapan Bu Wulan bersirobok dengan matanya. Tatapan itu tak menggo

listrik seolah me

u lancang?" tany

dak, Bu. Hanya saja saya... tidak menya

lai kehilangan hangatnya. "Saya hanya ingin jujur, Pak. Ada

kosong, menutup kegugupan yang makin

itu lembut, tapi anehnya terasa sepert

.. saya sedang memikirkan Ibu,"

ti saya. Sejak kemarin sebetulnya saya juga terus memikirkan Ba

g kini menatap lurus ke depan. Ucapan itu terdengar begitu biasa-seak

Bu, mak

enar Bapak dan Mas Gandi sudah

tempatnya. "Hah?

kin Pak Martin tahu. Tidak perlu

Itu candaan bodoh. Tidak mungkin

n terasa sangat menakutkan bagi Pak Martin. "Kal

nyaring. Matanya membul

gan makin tebal. "Bukankah tujuannya baik? Saling berbagi. Sal

m. Mulutnya terbuka tap

antui. Apakah semua ini diseriusi? Apakah pasangan itu m

a menancap langsung ke mata Pak Martin. Kini mata itu tidak setenang tadi-ada gelomban

tin ingin berdiri. Ingin pergi. Ingin menghilang. Tapi tubuhnya tak

njungan. Ini awal dari sesuatu yan

di dekatnya. Masih menatapnya dengan sorot yang sulit diartikan antara keberanian dan kehancuran

Mungkin karena sudah lama tidak bermain ya

a sekali..." sahut

Saya juga sama sudah lama tidak merasa

banget," jawab P

rapatkan tubuhnya ke

Cicak di dinding pun jangan sampai tahu," ucap Bu Wulan sambi

u sampai ada yang tahu," jawab Pak Ma

dan mengakangi selangkangan Pak Martin. Sang lelaki paruh baya itu pun tanpa diperintah langsung melepas kain sa

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Skandal Ranjang Ternoda
Skandal Ranjang Ternoda
“SKANDAL RANJANG TERNODA Tak ada yang lebih memilukan dari cinta yang usang namun dipaksakan. Dalam rumah yang megah dan kehidupan yang mapan, sepasang suami-istri bertahan bukan karena cinta, tapi karena status dan kewajiban. Ketika keheningan mulai menggantikan tawa, dan pelukan hanya menjadi rutinitas, celah pun terbuka. Tanpa disadari, masing-masing telah menyimpan luka, rahasia, dan pelampiasan. Seseorang berselingkuh dengan yang muda dan energik-orang kepercayaan yang selama ini dianggap tak mungkin. Sementara yang lain, memilih pelarian pada sosok tua yang tak disangka memberi kebahagiaan paling sejati. Di antara cinta, nafsu, balas dendam, dan keinginan untuk dimengerti, mereka saling melukai tanpa sadar telah menodai tempat yang seharusnya suci: ranjang. Bukan hanya sekadar perselingkuhan-ini adalah skandal dalam bentuk paling getirnya.”