icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Skandal Ranjang Ternoda

Bab 10 Skenario Lanjutan

Jumlah Kata:1115    |    Dirilis Pada: 02/07/2025

ma kopi terlalu dalam, tatapan Bu Wulan terlalu de

andiwara tanpa tahu naskahnya. Dan ia tak tah

panas di termos, namun Pak Gandi sama sekali tak menoleh. Pak Martin menyesap kopi ha

Martin ingin ikut keluar, namun sorot mata sahabatn

an duduk tak jauh darinya. Di ujung sofa yang sama. Jarak mereka tak sampai satu me

baik?" ucap Bu Wulan pelan. Suaranya serak lembut, dan dala

coba tersenyum. "Baik... alha

ekosongan atau harapan. Ia tampak berbeda. Lebih diam. Dan justru karena itu, terasa lebih berbahaya. Diamny

g selalu beda, ya. Gimana, enak nggak, Pak?" tanyanya lagi, seperti basa-basi. Tapi bagi Pak Mart

ar biasa. Padahal seluruh saraf tubuhnya tegang seperti senar g

Suara nyamuk dari luar jendela dan det

rti mimpi yang belum selesai? Apakah Bu Wulan tahu isi mimpinya? Tidak mungkin. Tapi ken

ali ini, posisinya sedikit lebih dekat. Tangannya memegang cangkir

n. Tatapannya lurus ke depan. Tidak melih

Martin tak tahu harus menjawab bagaimana. Ya, dia capek. Tapi bukan karena aktivitas hari ini. D

urangi rasa canggung. "Bu Wulan, saya nump

lebih dulu, menyibakkan tirai menuju area dapur, lalu menunjuk kama

tah kenapa, terasa seperti adegan y

u yang warna catnya mulai pudar. Ia sempat menatap Pak Martin sekilas-entah mema

g terjadi justru sebaliknya: gairahnya menegang, dan sulit diredakan. Ia hanya butuh alasan untuk menjauh sebentar, demi menyembunyikan rasa malu jika

tipis, kerling matanya, bahkan gerakannya dalam mimpi tadi sore-semuanya masih berkelebat di benaknya. Begit

i air itu pun terasa hangat-atau mungkin tubuhnya yang sudah terlalu panas oleh darah yang mendidih. Betapa memaluk

masih berdiri di tempat yang sama, tidak bergeser sedikit pun sejak ia masuk. Seolah menunggunya, memastikan

k, lalu mencoba tersenyum kaku.

menuju ruang tengah. Pak Martin mengikutinya dari be

tengah, pisang goreng mulai dingin. Semuanya tampak kembali

i menyusul. Dan beberapa detik kemudian, ter

Seperti dua orang yang baru saja akan merencanakan sesu

n salam perpisahan untuk momen yang gagal terjadi, melainkan semacam janji diam. A

ari kecanggungan yang nyaris tak tertahankan. Pak Martin segera berpamitan. Katan

a, Pak Martin merasa perlu menyebutkannya-semacam ala

ahan, bahkan tak berkata apa-apa. Tapi ada sesuatu di matanya-tatapa

membeli sesuatu. Mungkin ia sengaja memberi ruang. Ruang agar dirinya dan Bu Wulan bisa lebih leluasa. Sama seperti

eh ini. Permainan yang tak bisa ia tolak, tapi juga tak tahu ke mana arahnya. Dan yang

oleh skenario Pak Gandi, atau just

gatur semuanya. Dan apa yang selanjutnya aka

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Skandal Ranjang Ternoda
Skandal Ranjang Ternoda
“SKANDAL RANJANG TERNODA Tak ada yang lebih memilukan dari cinta yang usang namun dipaksakan. Dalam rumah yang megah dan kehidupan yang mapan, sepasang suami-istri bertahan bukan karena cinta, tapi karena status dan kewajiban. Ketika keheningan mulai menggantikan tawa, dan pelukan hanya menjadi rutinitas, celah pun terbuka. Tanpa disadari, masing-masing telah menyimpan luka, rahasia, dan pelampiasan. Seseorang berselingkuh dengan yang muda dan energik-orang kepercayaan yang selama ini dianggap tak mungkin. Sementara yang lain, memilih pelarian pada sosok tua yang tak disangka memberi kebahagiaan paling sejati. Di antara cinta, nafsu, balas dendam, dan keinginan untuk dimengerti, mereka saling melukai tanpa sadar telah menodai tempat yang seharusnya suci: ranjang. Bukan hanya sekadar perselingkuhan-ini adalah skandal dalam bentuk paling getirnya.”