icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Keputusan Takdir

Bab 5  Pretty Savage

Jumlah Kata:1698    |    Dirilis Pada: 30/11/2024

k perempuan kuat dalam petualangan ini. Mencapai tujuan dimana k

ian yang sedang meniup bubur masakan dari rumah, bubur dari rumah sakit

bih banyak melamun. Memikirkan tentang perubahan singkat dari Veen, dia tau sif

lai ujian nasional. Sally semakin berfikir keras, memeca

inta Madam Kian. Sendok berisi

sibuk mengurus persiapan untuk pameran Amara Fashion. Ia sudah bisa menduga Sella akan memarahi

dak berkaitan dengan pekerjaan, hampir seperti robot berjala

nyayang. Sudah pasti dia tidak akan merasa kesepian setelah di kejutkan oleh pe

sih sayang antara dia dan Veen. Sally berjanji akan selalu menjaga Vely di dalam hidupnya. Menganggapnya seb

rus merawatnya

ally, dia sudah membawa Vely raksasa ke dalam

n jangan memutus selang infus seperti dulu

anji, "Aku tidak akan perna

di sudut ruangan. Membantu Sally bangun

n para dokter berhenti hanya untuk sekedar menyapa pu

ly. Matanya berbinar melihat taman dipenuhi anak-an

m Kian, "Madam, aku ingin ke

Nona

ku kali ini saja. Aku hanya

h, ekspresinya tetap kaku kemudian

tidak membuat ia merasa kesepian lagi, di tambah tawa anak-anak rumah saki

jah anak-anak membuat hatinya menghangat, melihat mereka menging

enerima semuanya dengan keikhlasan. Sudah sepantasnya mulai sekarang untuk berhenti mengeluh hanya karena hal kecil, i

lu menancap dal

s mengurus urusan rumah, meninggalkan Sal

an aku duduk d

, N

tidak nyaman. Salah satu tangannya mendorong tiang infus yang sedikit susah untuk

p rindang, mampu memberikan keteduhan ber

ku sendirian disini." Ucap Sally. Gadis it

Tidak lupa memberikan ponsel genggam milik Sally, supaya gadis it

lalu redup, sedang-sedang saja. Terasa seperti sentuhan a

ping Sally tanpa meminta ijin. Ia memakan

. Bagaimana tidak, gadis itu adalah gadis cantik dengan banyak seka

mengulurkan tangan, "Kenalan? Gue

ngannya. "Aku Sally Abaige

na itu? Gila, gila, gila, gue nggak nyangka bisa ketemu lo secara langsung. Bye the way, lo cantik

lihat anak gadis yang seharusnya lemah lembut malah suka b

D masih kayak lo, mirip banget malah. Kalem kalem cantik anggun membahana, tapi itu semua bukan keinginan gue. Orang tua gue yang nuntut anaknya untuk selalu jadi n

u cu

elkan di telinganya. Ia menjawab ketus

ercanda, hehe. Jadi, kamu hidup

k dulu waktu gue masih nurut sama mereka. Minta apa aja tinggal beli, mau

kamu

iri, cuman lo masih diem. Gue tau gimana rasanya hidup jadi keturunan orang penting, karena

rat dan sangat banyak sekali aturan dalam hidup mereka. Radipta terkenal bukan hanya karena keka

nyak anak cabang, hampir terseb

u pergi? Dan kamu itu adik

di depan orang. Di belakang, dia nggak ada beda sama gue. Suka kebebasan, sayangnya pe

, andai dia bisa sek

kan sa

k t

atas Radipta jadi gue yakin tekanan lo lebih banyak dari

tu wajah kamu nggak di obatin? Saya

berasal dari sini." Jari telunjuknya menyentuh letak hati Sally berada. "As

lama ini aku cuma tau Kak Angga dan nggak tau nama kamu sebag

gue begaul sama anak-anak sombong

ett

yebut gue Pretty Savage jadi mereka

y. Kita tem

ah kuy

i luar sendirian. Membuat Sally kembali takjub dan ingin menjadi seperti Pretty. Bebas, tidak ada t

erja gue cukup buat makan, uang dari ortu gue tabung setengah dan setengahnya buat sekolah." Pretty mengeluh, mengingat kembali masa-masa

eh tau, kenapa Pretty suka berantem kayak gitu? Sampai

antikan kejam maybe? Asik aja gitu kita bisa beda dari yang lain. Dan gue dulu tertarik liat cowok-cowok berantem. Akhi

di kuat kayak Pret

mbayangkan jika Sally ikut berkelahi, baru berdiri siap men

bekal hidup kalau lo udah capek jadi orang lain demi orang tua dan

dunia luar itu ke

semestinya jalan untuk berpetualang itu keras dan berbahaya, bertahan atau tidak terg

to

tika bertemu lagi dengan Sally, karena di masa depan, Sa

dan menikmati jalanan terjal dalam petualangan hidup unt

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Keputusan Takdir
Keputusan Takdir
“Banyak orang sering mengatakan bahwa level mencintai paling tertinggi adalah merelakan, mengikhlaskan, dan membuat sosok yang menempati hati ini supaya mendapatkan kebahagiaan selalu-meskipun sumber kebahagiaan itu bukanlah kita, melainkan orang lain. Sallyana berpikir kisah cintanya akan selalu mulus dan damai, namun takdir berkata lain. Veen-pemuda itu memaksanya untuk mundur membawa perasaan yang perlahan mulai terkikis oleh rasa perih dari sebuah penolakan. Ketika Sallyana mulai berhasil mengikhlaskan dan merelakan sosok itu menghilang dari hidup maupun hatinya, takdir justru memutuskan untuk kembali mempertemukan mereka berdua dengan status dan hubungan yang sudah tidak lagi sama seperti dulu kala. Akankah Sallyana kembali mencintai Veen? Apakah takdir akhirnya mengambil keputusan untuk mempersatukan mereka berdua setelah sempat terpisah? Atau takdir justru menyandingkan Sallyana dengan pemuda yang pernah mampir dalam hatinya saat sedang menjalani proses melupakan sosok Veen?”