icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Brondong Bucin

Bab 4 Temu Kangen

Jumlah Kata:1104    |    Dirilis Pada: 28/08/2024

nggak ada waktu buat liatin kamu sama anak-anak." Nur

sekarang aku juga punya kesibukan baru se

buat Nuraini terkejut.

apain ak

memutuskan untuk berjualan kue. Tak ada satu pun yang luput dari celotehan Aira, semua ia ceritakan

ar-benar dah itu perempuan. Lain k

t trauma nih." Keduanya kembali tertawa hingga

hening, tiba-ti

k apa-apa, kan?" tan

gini, Nur. Lama banget, tepatnya sejak

dah bisa melewati semuanya, yang aku ju

ai sahabat, Nur. Aku beruntung banget. Ditambah lag

kerja keras kamu sendiri, Ra." Nuraini menambahkan

kamu, Ra," tambahnya, kemud

ikan maksud dan tujuan ya

an gedung baru di pondok, Ra. Mau selamatan gitu.

, akan aku u

aja, hari Jum'at besok aku jemp

ia berjanji akan selalu ada untuk Nuraini,

ntang rencana siang tadi, tentu saja Amara, Amar

jalan-jalan ," t

Bu? Iya kan?" tanya Amar antusias, sementara Amara dan ibuny

a sama ibu, harus jadi anak yang baik, ng

jawab ketiga

rapa jenis kue kering yang akan Aira jadikan sebagai

iap, Bu," ucap A

Si sulung Amar

lalu yang menyiapkan pakaian Akba

iak Amara dan

ulai mengejar dan menggeliti

wa, hingga akhirnya kantuk mulai menggelayuti mata

nar siap hingga mobil SUV berwarna mer

. Ayo Bu, cepet!" Ter

biar istirahat dulu. Kasihan loh Tante Nur

ante Nur ja

uraini yang berada di kabupaten tetangga berjarak ratusan kilometer, yan

Nur istirahat dulu di dalam," cicit Amar, mem

" Aira menggele

cantik yang sangat ia rindukan, sat

Ya Allah ...." Nuraini mulai berkaca-kaca, kemudian langsung memelu

pai mengabaikan kalian, aku hampir melupakan janjiku sendiri ya

habat, menghapus bulir yang

ngerti kok dan lagi aku sam

a anak-anaknya masuk ke dalam rumah. Perbincangan terus berlanjut, k

*

, ya? Akbar capek," keluh b

lagi kita sampe kok." Aira menc

lagi celotehannya ternyata balita com

batnya itu baru saja bersemangat menjalani hidup pasca kematian suaminya, tetapi ia sudah merusakka

gitu, Nur. Sekali lagi bilang m

nyak deh pokoknya. Mama juga pasti bakal ha

di, semua ini berkat ka

Nur kembali fokus

ba di pelataran pondok pesantren yang begitu megah, be

datang," s

sabuk pengaman langsung berbinar me

selama ini, Nur?" tany

n langsung mengajak Aira d

ummi dan putra-putrinya. Temani dan

adis remaja yang memakai s

lam." Nuraini meminta Amara untuk mengikuti teman barunya, s

pondok, mulai dari para santri sampai beberapa orang pekerja

pake hijab, Nur

tkan diri, Ra," sahut Nura

urnakan penampilannya dengan hijab. Namun hal itu tid

embelajarannya masing-masing, ada

ejar hidayah, tetapi ada pula yang men

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Brondong Bucin
Brondong Bucin
“Kehidupan Aira seketika hancur sejak kematian sang suami, kini ia harus berjuang menghidupi ketiga anaknya. Di tengah kehancuran itu Aira sempat mengabaikan anak-anaknya. Namun, Aira sadar jika kesedihan yang berlarut justru akan menghancurkan kehidupan mereka. Aira bangkit dan takdir mempertemukan dirinya dengan seorang pemuda bucin yang mencintainya secara ugal-ugalan. Akankah cinta mereka bersatu? Hal buruk apa yang Aira dapatkan di tengah perjuangannya untuk bangkit? Ikuti terus kisah mereka! Dijamin baper dan penuh warna.”
1 Bab 1 Cinta yang Hilang2 Bab 2 Egois3 Bab 3 Salah Paham4 Bab 4 Temu Kangen5 Bab 5 Acara Pembukaan Ponpes6 Bab 6 Penasaran7 Bab 7 Memaksa8 Bab 8 Kesedihan Samodra9 Bab 9 Mencoba Tegar10 Bab 10 Kepahitan Hidup11 Bab 11 Kejadian Tak Terduga12 Bab 12 Keterkejutan Aira13 Bab 13 Canggung14 Bab 14 Sepi15 Bab 15 Rindu yang Menyiksa16 Bab 16 Bimbang17 Bab 17 Pertemuan Pertama18 Bab 18 Salah Tingkah19 Bab 19 Menentukan Hari Baik