icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menikah Demi Perceraian

Bab 6 Lagi-lagi Perkara Unboxing

Jumlah Kata:1238    |    Dirilis Pada: 26/01/2024

k pelan sembari memberi Vero tatapan tajam, lalu m

omong, tapi kamu moton

ita cantik itu lantas memutar tubuh, berjalan mengitari meja pantry, se

gannya, Reva memutar bola matanya jengah,

menyala dalam genggaman, menunjukan kontak milik Geva

dehem gugup sebelum kemudian menenggerkan benda

dak mengijinkan Reva merampungkan sapaan yang hendak dilontarkan, p

Vero yang sudah tidak lagi memperhatikan dirinya, sibuk sendiri

a Bang Ve

e Vero, enggak debat. Abang

r. "Bang Vero macem-macem sama kamu, Dek?

bari menggigit bibir bawahnya sedikit kuat. "Ah, itu. Enggak kok, Bang. Tadi aku cuman bercanda aja sama U

uh atensi ke sehelai roti yang sedang ia oleskan selai, seketika

mata menatap dirinya pun, menoleh

keh kecil, lalu kembal

ih kecil Reva. Jangan dulu lah, biarin Bang Vero unboxing kamu. Ntar kalau Bang Ver

berdua sempurna, untuk menghasilkan bibit unggul. Keturunan kita nanti pasti lucu. Kalau cowok pasti ga

han Reva, membuat Reva mengernyitkan kening

dulu. Kamu tuh masih bocil. Ntar Bang Vero kas

ede. Aku bukan abegeh di bawah u

hnya sendiri, saking kaget juga terkeju

snya bertanya sambil menatap Ver

elengkan kepala dengan pergerakan cepa

, hati-hati. Biar gak kagetan. Jadinya k

ebrang sambungan sana, setelah beberapa saat d

lasan di baliknya, karena tidak menampik sama sekali, penuturan yang sang

saat, setelahnya Reva meluruskan pandangan, membiarkan manik mat

kembali turun dengan satu kali hentakan cepat. "Intinya, Uncle Vero punya hak penuh dan boleh banget, k

r yang belum sempat ia telan, berhamburan, ke luar d

epat ke arah Vero yang kini teng

yang bersebrangan, hampir saling bertaut, mata Reva

badi tampan itu menaruh gelas bening yang tengah digenggamnya ke permukaa

gi ke arah Reva. Bingkai birainya merenggang, memetakan senyum manis yang jel

atap suami tampannya i

knya

k, Reva mengalihkan pandangan, memutuskan kontak mata dengan Vero

. Uncle Vero udah nyuruh aku buat nutup telpon. Kangen kali dia sama aku. Mau cium aku l

, menatap Reva dengan

ang napas kasar. "Malem ini, kamu sama

nga

kamu di sini!" sarkas Gevan, mu

percikan air yang tadi berhamburan dari mulutnya. "Abang mau liat aku diunboxing sama Uncle Vero

bener-bener, ya?

"Ya abis, aku nanya bener

tujukan pada sang kakak, Reva terhenyak

mengambil benda pipih itu darinya. "Uncle. Aku b

nenggerkan ponsel yang telah dirampasnya dari Reva ke dekat daun

g, menatap Reva dengan tat

mudian memutuskan sambungan panggilan suara yang terhubung dengan Gevan t

menganga. Mengerjap, ia menatap kaget Vero, mengikuti ponsel

perkataan Reva seketika terhenti, tepat saat wanita cantik

t mendapati wajah tampan Vero, berada tepat

ero, jika saja wanita cantik itu tidak refleks menarik diri - memundurkan

dua telapaknya di tepian meja, membiarkan leng

wajah cantik Reva yang sedang m

gian ngeri penuh arti, Vero menatap manik hazel indah Reva yang membesar dengan tatapan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Menikah Demi Perceraian
Menikah Demi Perceraian
“Sebastian Alvero Abraham, terjebak dalam sebuah ikatan suci pernikahan dengan Latasha Revalina Mahendra - gadis cantik yang memiliki usia delapan tahun lebih muda dari dirinya. "Nikah sama kamu, berasa lagi cosplay jadi pengasuh bocil." - Alvero "Bocil-bocil gini juga, gak kalah menggoda. Kayak mantan Uncle yang semok." - Revalina Vero tidak pernah mengira, jika menikah dengan Reva yang acap kali bersikap seperti anak kecil, membawa kebahagiaan tersendiri dalam hidupnya. Kebahagiaan yang selama ini tidak pernah ia rasakan, sebelumnya. "Uncle mau punya anak berapa sama aku?" - Revalina "Kalo ngomong kayak yang iya aja. Sok-sok'an nanya mau punya anak berapa, baru dicium aja udah panik setengah mati. Boro-boro unboxing, praktek bikin dedek bayi." - Alvero Saat sedang bahagia-bahagianya menikmati biduk rumah tangga, alasan Reva bersedia menikah dengan Vero, akhirnya terungkap ke permukaan. Bagaimana jika alasan tersebut membuat Vero kecewa? Lantas, akan seperti apa nasib pernikahan seumur jagung mereka ke depannya?”