icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Menikah Demi Perceraian

Bab 4 Kali Ketiga

Jumlah Kata:1268    |    Dirilis Pada: 26/01/2024

sembari mengayunkan tungkai, ke luar dari kamar, tak l

manik hazel indahnya berhasil menangkap sosok Vero yang tengah meringku

sempat menegang, Reva menundukan pandangan sebentar, kemu

ta hazel indah wanita cantik itu tampak sedikit gemetar,

berada sejajar dengan wajah damai su

, hingga ujung jemari lentiknya berhasil melakukan kontak

senang, selagi manik matanya ia biarkan menatap wajah d

ah resmi berstatus sebagai istri dari seorang Sebastian Alvero Mahendra

ngap

tama saat suara bariton berat bernada dingin itu mengecai ke dalam run

ah saat manik mata hazel indahnya bersirobok - beradu t

, pribadi tampan itu meluruskan pandangan, juga merubah posisi b

bertanya dengan suaranya ya

ngannya lagi dengan Reva. "Kamu t

rkekeh kikuk sambil menggaruk tengkuk yang sama sekali tidak terasa g

em ya sama saya? Jangan-jangan mau bal

natap Vero, kaget, ju

ak tahu harus memberi jawaban seperti apa t

ra-pura gak

lagi dengan begitu lucunya. Pergerakannya agak cepat

enuh telisik. "Jangan-jangan, Uncle sakit, ya?" t

elapak berjemari lentik Reva berlabuh di permukaan ke

las. Kening wanita cantik itu mengernyit - keheranan, saat mendapat

permukaan keningnya sendiri, untuk sekadar memastikan, tidak ada perbedaan

it wanita cantik itu sambil kembali memp

ram oleh Vero, sebelum kemudian ditarik dengan satu kali hentakan, membuat tubuhny

rip sekali seperti sepasang mata rusa yang begitu lucu dan meng

k menunjukan ekspresi jenis apa pun, saat R

at, agak menukik, hingga menghasilkan

gelangan tangan Reva, sembari tanpa sadar, menelus

alih pengen ngecek, saya sakit apa enggak,

kanan lembut di punggung Reva, membuat segala jarak yang ada

tangannya yang tidak dicekal oleh Ver

menelan ludah kasar dengan susah payah, mencoba membas

menggigit gugup bibir baw

nya dibiarkan memicing, menatap Reva, lekat. "I

dak karuan. "Pertany

aya lagi tidur,

ku cuman mau bangu

anguni

at. "Iya. Aku cuman

an Reva, sesaat. "Cara kamu ngebangunin orang yang lagi tidur, emang gitu ya? Pake pegang-pegang, elu

ro, tidak habis pikir. "U-Uncle

h. Saya lagi n

k mungkin cium-cium Uncle, a-apa lagi sampe mau merk

va gelagapan sendiri, sedang wajahnya sudah begitu merah, ayalnya kepiting rebus yang

ganga, akibat merasa cukup terkejut, juga dalam satu waktu tak h

r-bener aneh de

h gi

u. Pokok

sa

nya sambil menggeliat, berusaha

annya dari pergelangan tangan Reva, tapi

gannya di sana, di area pinggang ramping

ri mendaratkan beberapa kali pukulan pela

sin? Saya lagi ngasih

ampai membuat alisnya yang bersebrangan, hampir saling bertautan.

enyum dan memejamkan pelupu

mpata

bales dendam ke saya,

h cantik Reva, begitu juga dengan sorot matanya. "Eman

pandangan, dari yang semula terfokus di manik mata Reva, k

Uncle? Per

aan. Wanita cantik itu berhasil dibun

epat saat permukaan bibir Vero yang bersuhu agak dingin

nya mengerjap lamban, sebelum kemudian

ar ditahan, karena saking terkejutnya

keras, kenyataan bahwa untuk ketiga kalinya Vero

cantik itu menatap Vero dengan matanya yang mas

menikmati reaksi yang

ngapain,

menundukan pandangannya, sekilas.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Menikah Demi Perceraian
Menikah Demi Perceraian
“Sebastian Alvero Abraham, terjebak dalam sebuah ikatan suci pernikahan dengan Latasha Revalina Mahendra - gadis cantik yang memiliki usia delapan tahun lebih muda dari dirinya. "Nikah sama kamu, berasa lagi cosplay jadi pengasuh bocil." - Alvero "Bocil-bocil gini juga, gak kalah menggoda. Kayak mantan Uncle yang semok." - Revalina Vero tidak pernah mengira, jika menikah dengan Reva yang acap kali bersikap seperti anak kecil, membawa kebahagiaan tersendiri dalam hidupnya. Kebahagiaan yang selama ini tidak pernah ia rasakan, sebelumnya. "Uncle mau punya anak berapa sama aku?" - Revalina "Kalo ngomong kayak yang iya aja. Sok-sok'an nanya mau punya anak berapa, baru dicium aja udah panik setengah mati. Boro-boro unboxing, praktek bikin dedek bayi." - Alvero Saat sedang bahagia-bahagianya menikmati biduk rumah tangga, alasan Reva bersedia menikah dengan Vero, akhirnya terungkap ke permukaan. Bagaimana jika alasan tersebut membuat Vero kecewa? Lantas, akan seperti apa nasib pernikahan seumur jagung mereka ke depannya?”