icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Kurang dari tiga

Bab 7 Itik dan Angsa

Jumlah Kata:1377    |    Dirilis Pada: 23/12/2023

iiing

iswa menghela napas lega. Akhirnya setelah se

taannya belum sampai terkadang membuat lelah. Apalagi kalau gur

ladang ilmu malah beralih fung

jak Sekar yang disambung a

tulisnya tersenyum, "Kalian duluan a

salah dengar? Cherry mengajaknya ke kantin? Seumur hidup

an dahi berkerut, "Lo seriusan mau k

mengangg

k di atas meja Cherry, "Lo deket sama si cupu ini aja udah termas

dia lalu beralih ke Ci

ng. Kalau lo ikutan deket sama dia mak

gelak, "Ad

jawaban Cherry yang terkesan santai. Ini

alau kalian ingin berteman sama Nadia ya berteman

tu bergidik, "

ran, "Ya udah. Yuk,

y sudah langsung menariknya saja, melewati t

riringan melewati koridor-koridor sekolah. Sekali

cantikannya bisa membuat kaum hawa me

menatap Nadia, karena untuk pertama

ng teman barunya bagaikan titisan

ucap Cherry sesaat setel

uk. Hal itu membuat Cherry terkekeh, dia masih tidak pe

k sin

a menatap ragu bangku tersebut namun akhirnya men

g, Nad. Lo takut sama s

ernah ke kanti

ar, "Akhirnya gue bisa

ni banyak pasang mata yang menatapnya, seolah-ola

y." Gadis itu mengulurka

an putih milik Cherry sejenak,

ad

ku kita sebelahan loh, tapi baru sempat bicara tiga

Lo mau pe

mang dia mau pesan apa? Hanya untuk me

arah para pedagang kantin yang memiliki k

p, N

jawaban dari Nadia. Memang dasarnya gadis itu pendi

Get

u rok abu-abunya saat benda pipih itu ber

ang napas. Dia menaruh ponselnya di atas meja. Membiarkannya

Dddddrrrtt..

ipih itu. Sangat berisik. Sepertinya setelah ini dia harus

ia tidak enak sendiri. Siapa tahu Cherry tid

in. Raka memang suka gitu. Baru ren

et Raka keluar kelas cowok itu langsung mengirimi dia pesan sampa

dengan Raka. Tak bisa dibayangkan kalau hal itu benar-benar ny

baya datang menyuguhkan dua mangkok bakso yan

Mang," ucap C

-usap bagian belakang nampannya, "sama-sa

Dia bukan tipe orang yang langsung bangga ketika dipuji, d

rpu dari tempatnya. Meletakkannya di mangkok Nadia lalu

u itu buat orang yang ditraktir

s, saking tipisnya yang menyadari kalau d

un lama kelamaan gadis itu tersenyum lebar saat

an?" tan

dengan lahap. Melihat hal itu Cherry terkekeh, tidak tah

harus berhemat agar bisa bertahan hidu

di ingat ibunya di rumah. Jika bakso itu boleh dibaw

ki teman. Nadia cukup takut jika Cherry melihatnya membungkus seteng

g berani menempat

dongak lalu saling menatap saat menyadari k

ah kurang lebih delapan or

an dari mereka sampai berani mewarnai rambut.

," ucap salah satu dari m

herry, membuat yang dipandang

au bangku ini ada yang pu

langsung saja menciut berhadapan dengan mereka. Jang

g di sana mengunci pandangannya pada Cherry.

dia dengan dagunya lalu menggerakkan tangannya seo

u orang dari mereka mendor

asar sama cewek

mbil menampilkan senyum

elinga. Dia kembali bungkam. Mana ada dia berani,

rgi. Gue siram pakek kuah bakso nih," kata cowok

rsebut benar-benar tumpah dan mengenai rok abu-abu milik Nadia. Re

un dia terduduk lagi saat bahunya

k gembel lo di kamar mandi, t

ok di san

dalam doang juga gak aka

lihat perubahan raut wajah Nadia. Gadis itu menatapnya, menc

katanya lalu melenggang perg

api dia sekali lagi terdud

ri. Dikepung banyak cowok

ana? Tentu saja ada, tapi mereka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Kurang dari tiga
Kurang dari tiga
“"GUE PACAR LO!" Cherry tersentak kaget mendengar bentakan Raka. "Apa masih kurang perhatian gue sama lo selama ini, Cher?!" tanya Raka dengan napas tersengal. "Apa-apa Nadia, apa-apa Nadia. Gue lo kemanain?!" "Raka. Nadia itu temen aku." "TAPI GUE PACAR LO! Gue yang selama ini ada buat lo, bukan Nadia." =============================== Kecemburuan Raka dengan Nadia sudah tak dapat diibaratkan lagi. Gadis cupu berkacamata tebal itu selalu berhasil menyita perhatian Cherry, pacarnya. Sedangkan dia? Dia harus rela menjadi yang kedua setelah Nadia. Namun tanpa cowok itu sadari, kecemburuannya mengantarkannya pada satu titik yang tak pernah dia duga. KURANG DARI TIGA.”
1 Bab 1 1. Prolog2 Bab 2 2. Penyusup 3 Bab 3 Harapan palsu4 Bab 4 Pacar Raka5 Bab 5 Teman untuk Nadia6 Bab 6 Kepastian cinta7 Bab 7 Itik dan Angsa 8 Bab 8 Strong 9 Bab 9 Demi siapa 10 Bab 10 Senyum pertama Nadia11 Bab 11 Rumah Raka12 Bab 12 Langit dan bumi 13 Bab 13 M14 Bab 14 Hukuman untuk Cherry 15 Bab 15 SMS16 Bab 16 Bullying 17 Bab 17 Ada untuk Nadia18 Bab 18 Sepeda Nadia19 Bab 19 Hari bebas20 Bab 20 Dongeng sebelum pulang21 Bab 21 Penjemputan22 Bab 22 Hadiah terindah23 Bab 23 Sanksi24 Bab 24 Toilet oh toilet25 Bab 25 Meeting 26 Bab 26 Bersumpah 27 Bab 27 Gara-gara CCTV 28 Bab 28 Emosi sesaat29 Bab 29 Mode manja30 Bab 30 Salah sasaran31 Bab 31 Penopang32 Bab 32 Cemburunya Raka33 Bab 33 Gue mau lo34 Bab 34 Kamu di mana 35 Bab 35 Berpisah