icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Merebut Hati Suamiku

Bab 2 Foto Perempuan

Jumlah Kata:1031    |    Dirilis Pada: 18/12/2023

iri, kotanya. Dua puluh tahun aku hidup di

cuek dan seakan tidak peduli kepadaku? En

nita paruh baya yang sangat aku sayan

, Nduk. Senangkan hatinya, janga

ik tahu apa yang dikatakan suamiku sema

dua mertuamu, ya. Abah dan Umik akan mendoakan ka

yang menjadi cinta pertamaku tersebut. Selanju

ih sangat muda. Abah minta tolong perlakuan Kayshilla deng

Doakan perni

rbeda usia itu berpelukan. Seandainya Abah tahu apa yang diungkapkan Gus Aar

gi ini masih sangat lenggang, sehingga ak

ak jenuh, perjalanan

a,

ar berharap ada pembicaraan lain. Namun,

tanpa mengucapkan sepatah katapun meninggalkan aku di mobil ini sendirian. Aku bisa m

ng hafalanku. Sampai tiba-tiba suara deringan ponsel Gus

ngok melihat ponsel yang te

embaca nama yang ter

ng pipi itu begitu anggun dalam balutan abaya berwarna biru. Kulitnya

ah pohon dan hijabnya berkibar. Tanpa terasa air mataku sudah mengge

saja aku mengangkatnya, tetapi Gu

elepon

a izin angkat

ampan itu tertawa riang bahkan sampai memegangi perutny

n, tapi denganku?" aku terkekeh geli,

*

. Mobil ini melewati gapura bertulisan Pondok Pesantren Al-Mubarok, dan te

pnya setelah lima jam

kang santri yang dengan sigap langsung menurunkan kop

Wanita paruh baya yang tidak lain adalah Umik Mertu

nyanya setelah me

tadi kami juga istirahat,

aru jangan capek-capek, biar kita bisa cepet d

ukan putranya tidak ingin menyentuhku. Andai sa

npa ada yang tahu kalau batin kami tengah berperang. Hingga

Aku akan ti

a,

n sembarangan pegang barang ku, karena aku nggak suka ada orang

ng lain ini rela mengikutinya sejauh ini hanya

kan malah menerima lalu memperlakukan aku sesuka hati. Apa dia pikir aku ngg

arena perjalanan tadi. Niatnya ingin berendam air hangat, tetapi malah ma

itu kalau ak

u filsafat, novel islami, dan sisanya kitab. Tanpa pikir panjan

e

dapati foto seorang perempua

a nama yang tertera di bawah

ni ..

puan yang menghubungi Gus Aaraf?

jangan perempuan ini yang menja

r. Kenapa rasanya sangat sakit sekali? Apakah aku sudah

ngap

e

rada dalam genggamanku jatuh. Aku berdiri mema

u! Kenapa kamu bebal sekali? Jangan kira aku akan me

aaf,

tidak berani me

duk dan mengambil novel yang aku jatuh

mu sentuh barang-barang k

ri-jemari. Sekuat mungkin aku berusaha menggigit

ihat lemah, walaup

sok ada banyak tamu yang datang. Jang

a,

i di sofa dengan lengannya yang digunakan sebagai ban

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Merebut Hati Suamiku
Merebut Hati Suamiku
“"Maaf, Ning. Saya menikahimu karena perintah dari Abah dan Umik, bukan atas niat saya sendiri. Jadi, izinkan saya menata hati dulu agar bisa menerima takdir ini." -Aaraf Ibrahim- Perjodohan di dunia pesantren memang sudah tidak asing lagi, seperti yang dialami oleh Kayshilla Chandra dan Aaraf Ibrahim. Kedua insan yang sama-sama asing dan hanya bertemu saat hari akad itu harus berjuang mempertahankan rumah tangga yang mereka bina. Kesabaran Kayshilla terus teruji setiap hari, hingga ia tahu ada nama perempuan lain di hati suaminya. "Jika sainganku adalah perempuan lain? Apakah aku bisa merebut hati suamiku?" -Kayshilla Chandra-”
1 Bab 1 Fakta Pernikahan 2 Bab 2 Foto Perempuan 3 Bab 3 Ayrani4 Bab 4 Penolakan5 Bab 5 Bersaing dengan Perempuan Lain6 Bab 6 Tekad Kayshilla 7 Bab 7 Cemburu 8 Bab 8 Pendekatan Palsu9 Bab 9 Pertunangan Ayrani 10 Bab 10 Gus Aaraf Sakit11 Bab 11 Sisi Lain Gus Aaraf 12 Bab 12 Kekhawatiran Kayshilla 13 Bab 13 Hanya Sandiwara 14 Bab 14 Bertemu Adele15 Bab 15 Saran dari Adele16 Bab 16 POV AYRANI - Mas Mahesa 17 Bab 17 Pertemuan Pertama 18 Bab 18 Ungkapan Perasaan 19 Bab 19 Patah Hati20 Bab 20 Membuka Luka21 Bab 21 Senyuman Terakhir22 Bab 22 Saling Melepaskan23 Bab 23 POV AARAF - Keputusan Sulit24 Bab 24 Devano Menjenguk Kayshilla25 Bab 25 Bingung Judul26 Bab 26 Perubahan Aaraf27 Bab 27 Bimbang28 Bab 28 Tuduhan Aaraf29 Bab 29 Permintaan Aaraf30 Bab 30 Bingung Judul31 Bab 31 Perubahan Aaraf32 Bab 32 Mengikis Jarak33 Bab 33 Luka Penolakan34 Bab 34 Isi Hati Abah dan Putranya35 Bab 35 Iri pada Masa Lalu36 Bab 36 Bertemu Devano