icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Merebut Hati Suamiku

Bab 7 Cemburu

Jumlah Kata:1306    |    Dirilis Pada: 18/12/2023

u fokus menderas mushaf. Sesekali Gus Aaraf akan membenarkan bacaan

k kuliah, aku sudah me

akkan mushaf tanpa be

n kamu, karena aku nggak mengizinkan kamu pergi s

dulu kalau begitu, Gus. B

enggeleng,

an siangn

n, banyak juga yan

begitu, Gus. Saya cuma khawatir

sarung itu meletakkan ponselnya, netranya m

ecil, Kay. Kamu nggak per

ndengar ucapan sarkasnya. Yeah! Lagi-lagi aku har

f, G

a-ada saja!" ketusnya seraya kembal

a banyak setelan kemeja formal dan jas di dalamnya. Tangan

rgeming. Ada sakit saat diabaikan olehnya, tetapi juga ad

*

ngan baju yang ku siapkan semalam. Pria tampan itu semakin berwibawa saat mengenakan setela

uin kamu, ya, Nduk. Jadi ka

hari pertama nggak

pi sayangnya dia malah terlalu sibuk sama peru

. Biarkan putra ki

f nurut menjalankan pabrik, pasti Abah nggak akan capek, dan b

an pikirkan macam-macam, karena Abah dan Umik harus selalu seh

an yang bertolak belakang, sehing

i selama Abah mengurus pabrik, tolong kamu temani Umik. Abah juga kasihan k

patuh, "doaka

nya menggumamkan doa. Sesekali ujung netraku meliri

ay berangkat du

k. Hati-h

dengan hangat, kemudian tanganku mengulur menyalami Gus Aar

ksudnya

s?" tany

aja berlagak seolah menenangkan Abah yang tenga

perti itu, Gus. Saya cuma menyampaikan apa yang telah saya sepakati k

dapatkannya dari aku, kamu mengambil perhatian Abah dan Umik. Lal

suk gendang telingaku, bahkan lelaki itu memeloto

ik?! Kamu bilang kalau rumah tangga kita lagi nggak baik? Kam

h saya nggak melakukan seperti

ini karena permintaan Abah 'kan? Pantas saja sikap ka

engan lelehan air mata yang merembes turun membasahi pipi. Dia langs

kan hati mertua seperti perintah orang tuaku. Namun Gus Aaraf salah paham, di

t hubungan kami

*

c Univ

kkan pukul sebelas siang, itu ar

ya baru lihat?" tanya Pak Devano, Dos

aya pindahan

ngenalan 'kan?" tanyanya lagi dan aku h

ngga aku juga memilih kembali duduk ke kursiku. Masih ada beberapa teman di kelas i

kamu s

la Chand

teman-teman yang akan membantu kalau kamu bingung dengan beberapa

k. Terim

lu. Oh, iya ... kamu juga boleh kalau mau tanya-t

k, P

u tadi menerangkan materi. Aku rasa ini adalah pembicaraan pribadi, buk

ahnya. Bibirku selalu mengulas senyum saat berpapasan dengan maha

ak Ilham ke mana

tetapi nihil. Bahkan saat aku menghubungi P

I

ah belakang. Ternyata sebuah mobil dan aku baru

gapain,

amku saat kaca mo

iri celingak-celinguk d

ungguin jem

reng sa

up di depan dada, "tidak, Pak. Makasih sebelumnya,

siang juga. Memangnya kamu nggak lapar

Pak. Maaf!" t

dari mobilnya, tetapi tiba-tiba sebuah tangan mengge

kenapa Anda masih memaksa?!

gai penolong. Ia tidak membiarkan Pak Devano menjawa

enutup pintu mobi

e arahku. Tangannya sibuk memasang seat belt, sep

pa, Kays

di kelas

rang, tidak seharusnya kamu dekat-deka

tu masih datar dengan rahang mengeras.

aki lain! Jangan lupakan satu hal, Kay! Kamu

angguk dengan

? Kamu

Kamu 'kan tanggung jawabku, kalau kamu dekat-dekat sama laki-laki lain dan ak

h ...,"

k gini? Ih, tapi kenapa aku gemes, ya, sa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Merebut Hati Suamiku
Merebut Hati Suamiku
“"Maaf, Ning. Saya menikahimu karena perintah dari Abah dan Umik, bukan atas niat saya sendiri. Jadi, izinkan saya menata hati dulu agar bisa menerima takdir ini." -Aaraf Ibrahim- Perjodohan di dunia pesantren memang sudah tidak asing lagi, seperti yang dialami oleh Kayshilla Chandra dan Aaraf Ibrahim. Kedua insan yang sama-sama asing dan hanya bertemu saat hari akad itu harus berjuang mempertahankan rumah tangga yang mereka bina. Kesabaran Kayshilla terus teruji setiap hari, hingga ia tahu ada nama perempuan lain di hati suaminya. "Jika sainganku adalah perempuan lain? Apakah aku bisa merebut hati suamiku?" -Kayshilla Chandra-”
1 Bab 1 Fakta Pernikahan 2 Bab 2 Foto Perempuan 3 Bab 3 Ayrani4 Bab 4 Penolakan5 Bab 5 Bersaing dengan Perempuan Lain6 Bab 6 Tekad Kayshilla 7 Bab 7 Cemburu 8 Bab 8 Pendekatan Palsu9 Bab 9 Pertunangan Ayrani 10 Bab 10 Gus Aaraf Sakit11 Bab 11 Sisi Lain Gus Aaraf 12 Bab 12 Kekhawatiran Kayshilla 13 Bab 13 Hanya Sandiwara 14 Bab 14 Bertemu Adele15 Bab 15 Saran dari Adele16 Bab 16 POV AYRANI - Mas Mahesa 17 Bab 17 Pertemuan Pertama 18 Bab 18 Ungkapan Perasaan 19 Bab 19 Patah Hati20 Bab 20 Membuka Luka21 Bab 21 Senyuman Terakhir22 Bab 22 Saling Melepaskan23 Bab 23 POV AARAF - Keputusan Sulit24 Bab 24 Devano Menjenguk Kayshilla25 Bab 25 Bingung Judul26 Bab 26 Perubahan Aaraf27 Bab 27 Bimbang28 Bab 28 Tuduhan Aaraf29 Bab 29 Permintaan Aaraf30 Bab 30 Bingung Judul31 Bab 31 Perubahan Aaraf32 Bab 32 Mengikis Jarak33 Bab 33 Luka Penolakan34 Bab 34 Isi Hati Abah dan Putranya35 Bab 35 Iri pada Masa Lalu36 Bab 36 Bertemu Devano