icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gairah Liar sang Mafia

Bab 9 Interogasi

Jumlah Kata:3120    |    Dirilis Pada: 05/09/2023

di ladang hijau segar bagi para pencari berita yang telah lama menunggu kedatangan sang Ketua Naga Merah, Arnius Nagendra. Seketika, ketika sebuah mobil polisi dan tiga buah

ta yang mengatakan jika Ketua Naga Merah telah tertangkap membuat

pi seorang pria dengan jaket kulit hitam, kaos warna hitam polos serta jeans belel warna biru u

..

bermuka masam dan dengan berbagai ekspresi wajah. "Ada apa? Apa ada y

awa Ketua Naga Merah, Arnius Nagendra, ternyata malah Anda yang keluar!" ucap salah

tas akan mengeroyok tempat ini? Ckckck, kalian ini benar-benar ...." pria itu ta

Ketua Naga Merah, Pak?" salah satu wartaw

baiknya kalian bubar dan jangan menghalangi para petugas yang akan menjalankan kewajibannya!" Dengan suara pelan namun tegas di tiap katanya, membuat para wa

an terken

iba-tiba menekan ear piece yang menempel di telin

erhasil kami kelabui dan diyakinkan ji

h markas kepolisian Kota Sion. Ternyata, itulah mobil yang digunakan oleh Regen untuk memindahkan Arnius dari mobil yang se

menarik kerah baju yang dip

n pada seorang pria berpakaian sipil sa

ap, baik ruangan dan juga s

asi! Beri dia makan dan minum, setelah itu ....

. Segera l

ius, namun hanya ditanggapi santai dan tertawa oleh Ketua Naga Merah sambil berkata, "Kalau boleh, aku ing

AG

ati Arnius, membuat pria ini seketika

era dimusnahkan dan dimumikan!" ucap Regen seraya berlalu dari had

buah Regen, ia ditertawakan dan direndahkan serta diremehkan. Bahkan, ketika Arnius hendak makan makanan yang ada di depannya, salah

pak seperti kuda laut yang meringkik kesakitan, hahaha!" sa

hat ... lihat! Bulu kudukku sampai ber

aha menahan emosi. Hal itu disadari oleh kedua anak buah Regen, bukannya mencoba untuk mendinginkan

ya, sepertinya si naga merah ini sedang menahan em

aya, bagusnya dimusnahkan saia! Lagipula, dengar-dengar istrinya juga

AG

dagu salah seorang anak buahnya hingga lidahnya berdarah karena ter

alah satu anak buah Re

n Tommy agar ia segera mengurus kepindahan kalian ke tempat lain!" Regen

ini yang lebih dulu

ia bertato tampan di depanku ini. KELUAR!" perintah Regen sambi

asah karena siraman air ke kepalanya. "Aku minta maaf atas ulah usil

anak buah seorang Regen." Arnius menyeringai seolah

us, sesekali iris hitam miliknya melirik sang Naga Merah diikuti dengan s

ke depan Regen seraya berkat

ius! Kau dan aku sangat berbeda, aku bagaikan lan

anmu. Tapi, sebuah rahasia yang hanya aku yang tahu akan s

menyambar kalimat Arnius dan berkata,

au memang bukan tipikal orang ya

u, Arnius! Karena orang macam dirimulah, kota ini bagai malapetaka dan neraka!" Regen menggebrak

rtemu. Tak ada yang kalah dan tak ada yang mengalah. Keduanya saling bersiteru dan obsesi Regen terhadap Arnius semakin men

Regen?" tanya Arnius santai sambil menge

li ini Regen yang m

ia menikmati tubuh dan memperlihatkannya di depan ZETTA!" Arnius yang awalnya tenang mulai tergunc

a bawah tanah yang menjadi pemasok n

ata di pasar gela

nnya?" Regen m

luas? Kau tak hanya kenal denganku, tapi seluruh kelompok mafia di kota ini

ya ingin tahu, di mana keberad

tak t

erjadi antara kau dan sepupu laknatmu itu! Tapi aku tak peduli! Aku hanya ingin kau memberitahuku di

a berkata, "Percuma jika kau meng-interogasi diriku, Komandan. Bukan aku yang seharusnya kau tangkap,

rkejut. "Apa maksudnya?

miliki data-data tentang m

tengik!" Regen tak lagi bisa menahan emosin

rena kekerasan yang telah kalian lakukan padaku dan

ng. "Kau bukan lagi sang Naga Merah yang dihormati dan satu hal yang haru

ag

ag

lian! Ini kantor polisi! Apa

interogasi segera masuk ke dalam ruangan interogasi.

ia

gera keluar dan me

unggu kedatangan sang Ketua Naga Merah, Arnius Nagendra. Seketika, ketika sebuah mobil polisi dan tiga buah mobil anti huru-hara berhenti tepat di pintu masuk markas kepolisian tersebut, berbondong-bondong para wartawan langsung menyerbu m

pi seorang pria dengan jaket kulit hitam, kaos warna hitam polos serta jeans belel warna biru u

..

bermuka masam dan dengan berbagai ekspresi wajah. "Ada apa? Apa ada y

awa Ketua Naga Merah, Arnius Nagendra, ternyata malah Anda yang keluar!" ucap salah

tas akan mengeroyok tempat ini? Ckckck, kalian ini benar-benar ...." pria itu ta

Ketua Naga Merah, Pak?" salah satu wartaw

baiknya kalian bubar dan jangan menghalangi para petugas yang akan menjalankan kewajibannya!" Dengan suara pelan namun tegas di tiap katanya, membuat para wa

an terken

iba-tiba menekan ear piece yang menempel di telin

erhasil kami kelabui dan diyakinkan ji

h markas kepolisian Kota Sion. Ternyata, itulah mobil yang digunakan oleh Regen untuk memindahkan Arnius dari mobil yang se

menarik kerah baju yang dip

n pada seorang pria berpakaian sipil sa

ap, baik ruangan dan juga s

asi! Beri dia makan dan minum, setelah itu ....

. Segera l

ius, namun hanya ditanggapi santai dan tertawa oleh Ketua Naga Merah sambil berkata, "Kalau boleh, aku ing

AG

ati Arnius, membuat pria ini seketika

era dimusnahkan dan dimumikan!" ucap Regen seraya berlalu dari had

buah Regen, ia ditertawakan dan direndahkan serta diremehkan. Bahkan, ketika Arnius hendak makan makanan yang ada di depannya, salah

pak seperti kuda laut yang meringkik kesakitan, hahaha!" sa

hat ... lihat! Bulu kudukku sampai ber

aha menahan emosi. Hal itu disadari oleh kedua anak buah Regen, bukannya mencoba untuk mendinginkan

ya, sepertinya si naga merah ini sedang menahan em

aya, bagusnya dimusnahkan saia! Lagipula, dengar-dengar istrinya juga

AG

dagu salah seorang anak buahnya hingga lidahnya berdarah karena ter

alah satu anak buah Re

n Tommy agar ia segera mengurus kepindahan kalian ke tempat lain!" Regen

ini yang lebih dulu

ia bertato tampan di depanku ini. KELUAR!" perintah Regen sambi

asah karena siraman air ke kepalanya. "Aku minta maaf atas ulah usil

anak buah seorang Regen." Arnius menyeringai seolah

us, sesekali iris hitam miliknya melirik sang Naga Merah diikuti dengan s

ke depan Regen seraya berkat

ius! Kau dan aku sangat berbeda, aku bagaikan lan

anmu. Tapi, sebuah rahasia yang hanya aku yang tahu akan s

menyambar kalimat Arnius dan berkata,

au memang bukan tipikal orang ya

u, Arnius! Karena orang macam dirimulah, kota ini bagai malapetaka dan neraka!" Regen menggebrak

rtemu. Tak ada yang kalah dan tak ada yang mengalah. Keduanya saling bersiteru dan obsesi Regen terhadap Arnius semakin men

Regen?" tanya Arnius santai sambil menge

li ini Regen yang m

ia menikmati tubuh dan memperlihatkannya di depan ZETTA!" Arnius yang awalnya tenang mulai tergunc

a bawah tanah yang menjadi pemasok n

ata di pasar gela

nnya?" Regen m

luas? Kau tak hanya kenal denganku, tapi seluruh kelompok mafia di kota ini

ya ingin tahu, di mana keberad

tak t

erjadi antara kau dan sepupu laknatmu itu! Tapi aku tak peduli! Aku hanya ingin kau memberitahuku di

a berkata, "Percuma jika kau meng-interogasi diriku, Komandan. Bukan aku yang seharusnya kau tangkap,

rkejut. "Apa maksudnya?

miliki data-data tentang m

tengik!" Regen tak lagi bisa menahan emosin

rena kekerasan yang telah kalian lakukan padaku dan

ng. "Kau bukan lagi sang Naga Merah yang dihormati dan satu hal yang haru

ag

ag

lian! Ini kantor polisi! Apa

interogasi segera masuk ke dalam ruangan interogasi.

ia

gera keluar dan me

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka