icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Rumah Tanpa Buah Hati

Bab 4 Menangis lah jika itu membuatmu lega

Jumlah Kata:1038    |    Dirilis Pada: 11/07/2023

rt

ulang. Ia tak ingin lagi berlama-lama di situ. Tu

anjak larut malam. Suara deru motornya tenggelam, bersama s

perdulikan sahabatnya itu membalas atau tidak. Terpentin

ya membuat ia tiba di sebuah perumahan yang cukup lua

onselnya dan membaca balasan p

mahku selalu terbuka untuk

an motornya masuk, ke dalam perumahan ter

karena dihiasi dengan beraneka ragam tanaman di halaman rumah.

di luar!" seruan Kania membuat Alice se

itu. Mata Alice berkeliling, mengamati situasi rumah Kania. Ia

luar kota selama beberapa hari." Kania berkata samb

endek, dan segera meletakkan tubuhn

iarkan Alice sendirian di ruang tamunya, dan ia pun

" Kania menyodorkan secangki

gukan kepalanya sekilas. Lalu ia kemb

enceritakan apapun, lebih baik sekarang istirahatlah. Tubuh dan jiwamu mem

aca-kaca, dan tiba-tiba pandangannya mendadak gelap disertai ra

rih seraya mengedarkan panda

dan security perumahan pun langsung membawamu ke rum

sar dan menghapus titik-titik air

jika hanya membuat hatimu semakin merasa sakit." Lirih suara Kania ter

t. Meski bukan untuk selamanya, tapi setidaknya dapat mengangkat beban berat d

berselang seorang suster datang mengh

juga ya, Bu?" tanya s

inya?!" sahut Kania seraya kembali

sekaligus ingin menanyakan, apakah pasien bersedia di rawat inap di sini?" S

aja,

ak p

sang suster. Mata mereka pun bertemu, seolah m

skan sahabat saya ini rawat inap?" Kania kemb

ada beberapa hal yang ingin beliau sampaikan." Suster menjawab seraya membe

i, Sus!" cetu

u. Bukannya takut, Kania malah terkekeh me

." Alice langsung menyanggah

Sus!" Kania kembali melontarkan uca

. Ia sempat melirik ke arah Alice dan mulai memahami j

ini sejak tadi. Karena saya langsung menghubunginya, ketika sahabat saya ini pertam

nya kembali memanas dan mulai me

enasaran dengan apa yang ingin dibicarakan oleh sang dokter

dan Kania. Sehingga membuatnya langsung kembali duduk dan dengan seketika ia menyilangkan k

cetus Kania tanpa ekspresi s

at membalas pesanmu." Barana segera duduk di sampi

an untuk bertemu dengan dokter ya, Pak. Mari ikuti saya."

arana, yang masih terdiam di sis

apan suster bar

era berlari mengikuti je

presi khawatir ataupun sedih sedikit pun." Kania mengomentari s

tu. Terlebih melihat sikap Alice yang hanya ter

tap tajam ke arah Alice yang merupakan atasannya di kantor. Tetapi jika di l

irih Alice mulai terdengar. Bahkan nyaris tidak terd

gera berdiri dan bersiap untuk keluar ruangan UGD. M

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Rumah Tanpa Buah Hati
Rumah Tanpa Buah Hati
“RUMAH TANPA BUAH HATI Alice menatap sendu ke arah luar jendela rumahnya. Tampak terlihat anak-anak kecil tengah bermain bola di depan rumahnya. Ramai, bising, dan gelak tawa yang membuat orang lain terganggu, tapi tidak dengannya. Ia selalu merindukan momen dimana anak-anak bermain di depan rumahnya. Terkadang, ia memberikan makanan atau minuman ringan untuk mereka semua. Alice tersenyum, saat melihat bocah kecil itu tertawa riang melihat aneka jajanan yang diberikan olehnya. Sesekali ia menghapus buliran bening, yang membasahi pipinya. Ia kembali teringat akan ucapan sang ibu mertua, yang membuatnya menitikkan air mata. Sang ibu mertua menyindirnya, saat ia dan suami berkunjung kesana. Sindiran tajam yang terdengar biasa bagi yang lain, tapi tidak bagi Alice. Anak, adalah sosok yang selalu menjadi buah pertengkaran antara dirinya dengan sang ibu mertua. Acapkali sang ibu mertua menolak bertemu dengannya, jika ia datang dengan tidak menggendong seorang buah hati. Berulang kali Alice menghapus air matanya, namun malah semakin deras mengalir membasahi pipinya. Suara riuh gelak tawa anak-anak tetangganya, selalu menjadi hiburan tersendiri untuknya. **”
1 Bab 1 Kau wanita mandul!2 Bab 2 Nggak mungkin 3 Bab 3 Kamu berubah 4 Bab 4 Menangis lah jika itu membuatmu lega5 Bab 5 Terlalu 6 Bab 6 Keluarga toxic 7 Bab 7 Barana marah8 Bab 8 Alice cuek 9 Bab 9 Mencoba berdamai 10 Bab 10 Barana bermain api 11 Bab 11 Hinaan dari wanita lain12 Bab 12 Cuek13 Bab 13 Mahar untuk Sarah 14 Bab 14 Barana galau 15 Bab 15 Ancaman Alice 16 Bab 16 Devan17 Bab 17 Acara reunian 18 Bab 18 Gugatan cerai 19 Bab 19 Trauma 20 Bab 20 Lembaran baru 21 Bab 21 Ajakan rujuk