icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Rumah Tanpa Buah Hati

Bab 3 Kamu berubah

Jumlah Kata:1108    |    Dirilis Pada: 11/07/2023

rt

anyak diam dan melamun. Ada masalah apa? Apakah masih masalah yang sama?" Kania m

i Kania, tidak menjawab apapun. Wanita

rasakan ada yang tengah dirasakan dan dialami oleh rekan kerjanya tersebut

i nampak terlihat. Beberapa rekan kerja mereka pun bertanya-

bali bertanya. Kali ini nada suaranya sete

ut manakala merasakan

irinya. Alice awalnya menolak, namun Kania memaksa den

Membiarkan rekan kerja yang telah membersamainya s

membuat hatimu menjadi lega."

sepi, karena beberapa anak buah mereka

a. Tanpa ada pertanyaan apapun yang kelu

elukannya, Kania segera me

num

at dari tangan Kania. Wanita cantik i

h yang terbaik saat ini, aku akan menunggu waktu yang tepat untukmu menceritak

sendiri itu pun segera menghela nafas panjang. L

kembali usai melihat

ik saja. Namun ia sangat mengenal Alice, yang ti

bat mertuaku, Nia." Suara Alice terdengar li

, sebelum akhirnya b

a? Apa Mas Bara ya

mengatakannya sendiri, Nia. Dia bilang, jika sampai tahun depan aku bel

nia menutup mulutnya yan

u saat ku ceritakan perihal dokter meminta

telah ia ucapkan kepadamu. Bahkan selama ini pun, aku selalu tak pernah habis pikir atas per

ibu mertuaku hari itu, sikap mas Bara menjadi sedikit

ksu

at pulang kerja pun, dia rela langsung menuju rumah ibu ketimbang menjemputku

ah dengan orang yang kamu percaya. Meski ia tidak dapat memberi solusi, minimal ia menjadi penden

saat ini hanyalah pelukan dan teli

terbaik ya." Alice melepas pelukan Kania, d

ihat jelas di sana, jika ia sangat t

ukannya." Kania tersenyum da

sudah kembali dari lapangan. Jangan sampai mereka m

kamar mandi dan membersihkan wajahnya. Setidaknya untuk saat ini hatinya

Alice pada suaminya manakala melihat jam di

rana menjawab singkat, namun cu

leponnya dan langsung menangis. Sebenarnya ini bukan

usai Mariam mengatakan hal itu, Alic

an motor. Usai mengunci pintu rumah, Alice pu

erkisar satu jam. Jalanan yang cukup padat, tidak me

ah sang ibu mertua. Matanya nanar mengitari sekeliling rum

salah seorang tetangga ya

e dalam. Kebetulan saya baru saja tiba."

ama, kok! Sekitar 15 menit yang lalu." Tetangga yang

ar dari bibir Alice, namun sudah mampu

ubungi Bara belum?" Bu Urip bertany

terenyuh. Ia pun mengajak Alice untuk mampir ke rumahnya, mengingat jarak yang c

imu." Bu Urip menyodorkan sec

eminum teh hangat itu segera, dan meni

u sekarang bagaimana?" Bu Urip kembali bert

Kondisi ap

aya kondisi rumah

a Bu. Ada apa ya, Bu?" tanya Alice

utri sahabat mertuamu. Apa kamu sudah tahu

lanya perlahan lalu kembali me

ini. Sekarang mereka

sung menyemburkan air teh y

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Rumah Tanpa Buah Hati
Rumah Tanpa Buah Hati
“RUMAH TANPA BUAH HATI Alice menatap sendu ke arah luar jendela rumahnya. Tampak terlihat anak-anak kecil tengah bermain bola di depan rumahnya. Ramai, bising, dan gelak tawa yang membuat orang lain terganggu, tapi tidak dengannya. Ia selalu merindukan momen dimana anak-anak bermain di depan rumahnya. Terkadang, ia memberikan makanan atau minuman ringan untuk mereka semua. Alice tersenyum, saat melihat bocah kecil itu tertawa riang melihat aneka jajanan yang diberikan olehnya. Sesekali ia menghapus buliran bening, yang membasahi pipinya. Ia kembali teringat akan ucapan sang ibu mertua, yang membuatnya menitikkan air mata. Sang ibu mertua menyindirnya, saat ia dan suami berkunjung kesana. Sindiran tajam yang terdengar biasa bagi yang lain, tapi tidak bagi Alice. Anak, adalah sosok yang selalu menjadi buah pertengkaran antara dirinya dengan sang ibu mertua. Acapkali sang ibu mertua menolak bertemu dengannya, jika ia datang dengan tidak menggendong seorang buah hati. Berulang kali Alice menghapus air matanya, namun malah semakin deras mengalir membasahi pipinya. Suara riuh gelak tawa anak-anak tetangganya, selalu menjadi hiburan tersendiri untuknya. **”
1 Bab 1 Kau wanita mandul!2 Bab 2 Nggak mungkin 3 Bab 3 Kamu berubah 4 Bab 4 Menangis lah jika itu membuatmu lega5 Bab 5 Terlalu 6 Bab 6 Keluarga toxic 7 Bab 7 Barana marah8 Bab 8 Alice cuek 9 Bab 9 Mencoba berdamai 10 Bab 10 Barana bermain api 11 Bab 11 Hinaan dari wanita lain12 Bab 12 Cuek13 Bab 13 Mahar untuk Sarah 14 Bab 14 Barana galau 15 Bab 15 Ancaman Alice 16 Bab 16 Devan17 Bab 17 Acara reunian 18 Bab 18 Gugatan cerai 19 Bab 19 Trauma 20 Bab 20 Lembaran baru 21 Bab 21 Ajakan rujuk