icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Rumah Tanpa Buah Hati

Bab 5 Terlalu

Jumlah Kata:1025    |    Dirilis Pada: 11/07/2023

rt

ce adalah atasannya di kantor, namun karena mereka telah bersahabat sejak keduan

ania kembali menghampiri dan duduk di

wanita itu?" tany

jodohkan oleh ibu mertuaku ...." Alice kembali memalingkan wajahn

kali ya? Terus Barana mau gak sama pe

ernah sedikitpun kutanyakan perihal wanita itu. Aku bersikap seolah-olah tida

" Kania menimpali ucapan Al

ut? Ak

ana. Itu sudah cukup membu

renungi ucapan sahabatnya itu. Mencoba mencerna dan mengi

. Hanya saja ... aku terlalu mencintai

r, takut kehilangan dengan terlalu mencintai

anyaan sahabatnya barusan. Ia suda

ehilangan orang yang kamu cintai. Tetapi jika kamu takut kehilangan, bukan berarti kamu menci

nta, karena pasti akan kalah. Hal itu dikarenakan Kania merupakan primadona saat

ngan terhadap orang tersebutlah, yang membuatmu takut kehilangannya." Kania k

berkata, "Berarti

kapan saatnya harus bersikap, manakala cintamu tidak lagi diha

i depan pintu ruang UGD. Tapi tidak dengan Kania. Ia dengan santai

" tanya Barana menyelidik. Pria it

" Kania menjawab dengan bal

. Namun orang-orang tersebut sibuk dengan urusan masing-masing,

am ini juga." Nada suara Barana terden

lah menyibukkan diri untuk membawa Alice kel

gera menarik lengan pria menuju keluar ruangan UGD. Barana

ak baik-baik saja saat ini. Dia butuh perawatan medis. Apa kamu

menjawab, "Ini tidak ada urusannya deng

selesai? Dia butuh istirahat dengan tenang, butuh perhatianmu, butuh support da

eluargamu, sudah kau urus dengan baik, belum? Jangan mengajarkan aku tentang caranya mengurus rumah tangga. Kar

mbali masuk ke dalam ruang UGD. Tampak terlihat ia sedan

l itu langsung menggu

minggu

emakin tertutup, terutama kepada Kania. Beberapa

tapi, setelah melihat sikap Alice perlahan menjauhinya tanp

!" tanya Kania dengan tegas, sa

dengan berpura-pura tidak menget

ania berkata tegas. Lalu langsung me

nmu, sehingga menjauhiku. Katakan semuanya di sini, ti

lice mengacuhkan perkataan Kania

Wanita itu dengan segera berlari dan mengunci p

aca. Termasuk perubahan sikapmu kepadaku." Kania mengacungkan kunci pi

apun." Alice memilih duduk di kursi dan

elakukan hal yang sama." Kania pun ikut d

n ponselnya masing-masing. Tanpa terasa wakt

bersuara, "Mau sampai

a menjauhiku." Kania menjawab dengan a

ncampuri rumah tanggaku!" cetus Alice

, segera meletakkan ponselnya dan

lasan dari mata sahabatnya itu. Ia pun menga

kan aku lakukan, apabila kehidupan rumah tanggamu telah benar-benar bahagia. Paham anda!" Kania pun b

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Rumah Tanpa Buah Hati
Rumah Tanpa Buah Hati
“RUMAH TANPA BUAH HATI Alice menatap sendu ke arah luar jendela rumahnya. Tampak terlihat anak-anak kecil tengah bermain bola di depan rumahnya. Ramai, bising, dan gelak tawa yang membuat orang lain terganggu, tapi tidak dengannya. Ia selalu merindukan momen dimana anak-anak bermain di depan rumahnya. Terkadang, ia memberikan makanan atau minuman ringan untuk mereka semua. Alice tersenyum, saat melihat bocah kecil itu tertawa riang melihat aneka jajanan yang diberikan olehnya. Sesekali ia menghapus buliran bening, yang membasahi pipinya. Ia kembali teringat akan ucapan sang ibu mertua, yang membuatnya menitikkan air mata. Sang ibu mertua menyindirnya, saat ia dan suami berkunjung kesana. Sindiran tajam yang terdengar biasa bagi yang lain, tapi tidak bagi Alice. Anak, adalah sosok yang selalu menjadi buah pertengkaran antara dirinya dengan sang ibu mertua. Acapkali sang ibu mertua menolak bertemu dengannya, jika ia datang dengan tidak menggendong seorang buah hati. Berulang kali Alice menghapus air matanya, namun malah semakin deras mengalir membasahi pipinya. Suara riuh gelak tawa anak-anak tetangganya, selalu menjadi hiburan tersendiri untuknya. **”
1 Bab 1 Kau wanita mandul!2 Bab 2 Nggak mungkin 3 Bab 3 Kamu berubah 4 Bab 4 Menangis lah jika itu membuatmu lega5 Bab 5 Terlalu 6 Bab 6 Keluarga toxic 7 Bab 7 Barana marah8 Bab 8 Alice cuek 9 Bab 9 Mencoba berdamai 10 Bab 10 Barana bermain api 11 Bab 11 Hinaan dari wanita lain12 Bab 12 Cuek13 Bab 13 Mahar untuk Sarah 14 Bab 14 Barana galau 15 Bab 15 Ancaman Alice 16 Bab 16 Devan17 Bab 17 Acara reunian 18 Bab 18 Gugatan cerai 19 Bab 19 Trauma 20 Bab 20 Lembaran baru 21 Bab 21 Ajakan rujuk