icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Rumah Tanpa Buah Hati

Bab 18 Gugatan cerai

Jumlah Kata:1039    |    Dirilis Pada: 11/07/2023

rt

erjadi antara mereka, meny

seorang CEO terkenal. Justru membuat Alice sema

ya di malam itu. Sehingga membuat Kan

Buka bab ini

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Rumah Tanpa Buah Hati
Rumah Tanpa Buah Hati
“RUMAH TANPA BUAH HATI Alice menatap sendu ke arah luar jendela rumahnya. Tampak terlihat anak-anak kecil tengah bermain bola di depan rumahnya. Ramai, bising, dan gelak tawa yang membuat orang lain terganggu, tapi tidak dengannya. Ia selalu merindukan momen dimana anak-anak bermain di depan rumahnya. Terkadang, ia memberikan makanan atau minuman ringan untuk mereka semua. Alice tersenyum, saat melihat bocah kecil itu tertawa riang melihat aneka jajanan yang diberikan olehnya. Sesekali ia menghapus buliran bening, yang membasahi pipinya. Ia kembali teringat akan ucapan sang ibu mertua, yang membuatnya menitikkan air mata. Sang ibu mertua menyindirnya, saat ia dan suami berkunjung kesana. Sindiran tajam yang terdengar biasa bagi yang lain, tapi tidak bagi Alice. Anak, adalah sosok yang selalu menjadi buah pertengkaran antara dirinya dengan sang ibu mertua. Acapkali sang ibu mertua menolak bertemu dengannya, jika ia datang dengan tidak menggendong seorang buah hati. Berulang kali Alice menghapus air matanya, namun malah semakin deras mengalir membasahi pipinya. Suara riuh gelak tawa anak-anak tetangganya, selalu menjadi hiburan tersendiri untuknya. **”
1 Bab 1 Kau wanita mandul!2 Bab 2 Nggak mungkin 3 Bab 3 Kamu berubah 4 Bab 4 Menangis lah jika itu membuatmu lega5 Bab 5 Terlalu 6 Bab 6 Keluarga toxic 7 Bab 7 Barana marah8 Bab 8 Alice cuek 9 Bab 9 Mencoba berdamai 10 Bab 10 Barana bermain api 11 Bab 11 Hinaan dari wanita lain12 Bab 12 Cuek13 Bab 13 Mahar untuk Sarah 14 Bab 14 Barana galau 15 Bab 15 Ancaman Alice 16 Bab 16 Devan17 Bab 17 Acara reunian 18 Bab 18 Gugatan cerai 19 Bab 19 Trauma 20 Bab 20 Lembaran baru 21 Bab 21 Ajakan rujuk