Login to Bakisah
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
5.0
Komentar
156K
Penayangan
103
Bab

Frans mahasiswa kedokteran berprestasi harus ikhlas meninggalkan bangku kuliahnya setelah kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan lalulintas yang merenggut nyawa keduanya. Frans yang menjadi tukang punggung keluarga dengan memikul beban dua adik perempuannya Shireen dan Siska. Frans bekerja sebagai penyanyi di club' malam dan penyanyi di pesta pernikahan. Sampai akhirnya ia dilirik mamih Mega owner club' malam tempat ia bekerja untuk menjadi pria penjual Cinta. Dimulai kah petualangan Terong Jumbo Frans dari satu pelukan ke pelukan wanita lainnya. Sampai ia bertemu dengan Fira, gadis yang menyewanya untuk merenggut kesuciannya. Merekapun jatuh Cinta. Namun ditengah hubungan mereka Frans menikahi Anjani.

Bab 1 Sex Party with Tante Mira.

Ruang apartemen riuh dengan tepuk tangan, sementara tiga orang pria tampan dengan tubuh sempurna hanya mengenakan G- string under wear meliuk menari dihadapan tujuh wanita sosialita yang sudah setengah mabuk.

"Ouh my baby...." Tante Mira mengelus tonjolan memanjang dibalik kain penutup yang digunakan Frans.

Frans meremas payudara Tante Mira yang montok. Orang tidak akan menyangka usianya sudah hampir 50 tahun. Body nya begitu semok dengan kulit putih terawat.

Tante Mira seorang janda yang ditinggal mati suaminya seorang konglomerat property. Yang hartanya tidak akan habis tujuh turunan.

Hampir dua tahun Frans menjadi simpanan Tante Mira. Namun masih tetap melayani panggilan selama tidak sedang bersama Tante Mira.

Tante Mira mengeluarkan sosis jumbo milik Frans dengan tepuk tangan para wanita...

" Wooow aku maauuuuuu...." Teriak salah seorang wanita cantik sambil merangkul Frans dan mencium bibir Frans.

Tante Mira tidak marah kalau Frans disentuh Kawanya tapi akan marah kalau Kawanya membooking Frans tanpa sepengetahuannya. Dan Tante Mega manager nya Frans sangat tahu kalau Frans adalah piaraan kesayangan Tante Mira.

Tante Mira mulai mengulum sosis jumbonya frans sambil mengocok dengan tangan kanannya.

Sementara dua kawan Frans sudah mulai menggenjot sambil meraba dan wanita lainnya.

Tujuh orang wanita sosialita dengan tiga pria panggilan yang tampan.

Arisan mingguan rutin yang dilakukan ini bergantian. Siapa yang menang dialah yang membayar pesta.

" Sayang... Kemarilah...!" Ajak tante Mira sambil membuka pahanya lebar-lebar.

Frans lalu berjongkok dan mulai menjilati klitorisnya.. Tante Mira memegang kepala Frans seolah menahan kepala itu jangan sampai terangkat.

Frans memasukan lidahnya dan bermain disana sambil memasukkan satu jarinya mengocok perlahan. Tante Mira mengerang nikmat.

" Ouh beib... Masuki aku beib ..!" Pinta Tante Mira.

Frans langsung mengarahkan sosis jumbo nya namun tidak langsung memasukan nya tapi memutar kepala sosis di lubang nikmat Tante Mira yang mendesah nikmat. Dan menarik bokong Frans. Dan sleeeeb..

Sosis jumbo pun melesak masuk ke liang sempit milik Tante Mira.

Frans mulai meraba payudara Tante Mira yang bulat, usia 50 tahun namun payudaranya terlihat ranum dengan kulit putih mulusnya.. Frans terus menatap Tante Mira sambil tanganya meremas dada montoknya.

Tante Mira yang sangat naik birahinya tanpa ragu melumat bibir Frans memainkan lidahnya seolah mimta disedot..

Frans dengan santai melepas pagutan dan menyedot payudara dan meremasnya keras.

Lalu menghisap putingnya

" Ahk honey... i like it..."desahnya...

dengan gemas Frans memasukan jarinya ke liang hangat yang disambut pekikan nikmat.

Tante Mira yang menggunakan g string dengan mudah digapai Frans.

Dengan bernafsu Tante Mira meraup dan menjilatinya seperti anak kecil yang senap diberi ice crem cup mc donnald.

Frans menidurkan Tante Mira di sofa bed... dan mulai mengarahkan pusakanya.

slllllep agak tersendat.. vagina Tante Mira sangat terawat dan masih kuat remasan nya.

lalu ditekan llebih kuat.... sleeeeeeb....

" auh honey soooo big baby.... "ujar Mira

" Auh honey... push me more... ahk ahk ahk.... " Mira menceracau nikmat. Frans yang hampir dua minggu tidak melepaskan syahwatnya begitu menikmati setiap tusukannya.

Frans membalikan tubuh Mira dengan posisi tengkurap.. lalu mengangkat bokongnya yang bulat putih montok lalu memainkan sebentar dengan jarinya...

"honey... ahk... please... i want you come in..." ujar Mira berusaha menggapai sosis berotot yang berdiri tegak..

Dengan sengaja menggoda Tante Mira dengan menggesek-gesek kepala pentungannya di bibir liang hangat Mira membuat perempuan itu semakin gemas dan menekan bokongnya ke belakang alhasil kepala pentunganpun masuk nikmat..

Frans lalu dengan sengaja mencabutnya dan memasukan kembali kepalanya sampai menimbulkan bunyi blup blup blup...

" Ahk beib... ahk ahk ahk...

dan sekali hentakan batang pentungan berotot itu masuk bablas menyentuh dinding vagina terdalamnya..

Selanjutnya dengan gerakan lebih cepat Frans terus menghantam lubang sembit lembab itu sampai tak bisa lagi Mira menahan dirinya mengeluarkan lendir nikmat berkali-kali...

terasa mulai licin lobang nikmat Mira.

Frans mencabut tongkatnya dan mengasongkan ke mulut Mira.

Saat Mira mengulum tongkatnya, seorang wanita kawan Tante Mira yang bermaksud ke toilet disamping sofa bed melalui Frans dan mencium melumat bibir Frans dan mengambil yang tangan Frans meletakkan Didada nya. Frans pun meremas payudara wanita itu.

Tante Mira masih terus mengulum sosis Frans.

Frans meminta Tante Mira menungging di sofa dan mulai menghujamkan sosis jumbonya dalam-dalam.

Sambil menggenjot tante Mira. Kawan tante Mira terus meraba d Frans dan menciumi wajah Frans. Jadilah Frans meladeni dua wanita sekaligus.

Dalam perjalan pulang ada notifikasi uang masuk ke rekening nya sejumlah Lima puluh juta rupiah dari Tante Mira.

Malam itu Frans pulang kerumahnya dibilangan Bogor dengan wajah pucat.

Sambil menenteng pelastik berisi ayam bakar Frans masuk kedalam rumahnya dan memanggil kedua adiknya.

" Shireen,Siska... Abang pulang nih bawa ayam bakar." Teriak Frans lalu meletakkan tas plastik diatas meja makan.

Kedua adiknya berlarian menuruni tangga rumahnya.

Shireen yang bau saja lulus SMA dan Siska baru akan masuk SMA. Benar-benar membutuhkan banyak biaya untuk sekolahnya.

Shireen yang ingin melanjutkan ke fakultas kedokteran rajin mengikuti bimbingan masuk perguruan tinggi. Dan Frans sangat mensupport adik-adiknya walaupun harus menjual dirinya.

Kedua adiknya hanya tahu kalau Frans bekerja sebagai instruktur ditempat Fitness miliknya.

Frans memang memiliki studio Fitness dan aerobik yang dimodali Tante Mira.

Dan Shireen biasanya membantunya di studio fitnes sebagai kasir selepas sekolah itupun sering dilarang oleh Frans.

Frans mau adiknya hanya fokus pada pendidikan nya.

Bahkan dirumahpun frans menggaji bik Mumun yang datang setiap hari untuk membersihkan rumah mencuci pakaian dan membantu adiknya untuk masalah pekerjaan rumah.

" Abang sakit? Pucat amat wajahnya..." Tanya Shireen sbil meraba kening Frans.

" Abang demam, istirahat bang.

Sebentar aku ambilkal obat penurun panas." Ujar Shireen.

Siska lalu mengambilkan air putih.

Frans masuk kedalam kamarnya dilantai satu yang dulunya kamar orang tua mereka.

Frans seger berganti pakaian dengan kaos oblong dan celana pendek lalu merebahkan dirinya di ranjang.

" Abang jangan terlalu banyak minum! Pasti habis minum lagi." Ujar Shireen.

" Iya tadi diundang nyanyi ga enak pengantinnya ngasih wine. Jadi Abang minum" jawab Frans berbohong.

" Bang besok aku daftar di fakultas ekonomi saja.." ujar Shireen yang merasa tidak mau membebankan semuanya pada Frans.

" Kamu ga usah khawatir,Abang ada uang untuk biaya kamu masuk fakultas kedokteran. Tugas kamu sekarang belajar yang benar jangan mengecewakan Abang,papah dan mamah..okey..?" Frans mengusap kepala adiknya.

Siska memijat kaki Frans. Sambil menatap khawatir abangnya.

" Abang... Kita ke dokter saja ya...!" Ajak Siska yang merasa suhu tubuh Frans sangat panas.

" Iya bang,39 tuh.. " Shireen menunjukkan angka dithermometer.

" Abang ga apa-apa,tidur sebentar juga nanti baik lagi." Ujar Frans sambil memegang tangan Shireen yang memijat kepalanya.

" Tuhan panjangkan umurku,untuk adik-adikku"

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Buku lain oleh Dinda sukmadewi

Selebihnya
Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku