icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Antara Takdir dan Cinta

Antara Takdir dan Cinta

Penulis: Rfi Dianafi
icon

Bab 1 Part 1 Pertemuan yang Mengesankan

Jumlah Kata:1143    |    Dirilis Pada: 14/06/2023

Kaca Mayan

5 Agus

ari, 14

ari ini membuat sesak dadanya. Sekuat mungkin Azra menahan air mata yang terus saja mendesak ingin keluar. Berbagai macam beban bertumpu di pundak. Belum sele

a

lintas di pikiran Azra, andai saja dia dapat tertawa lepas bahagia seperti anak itu mungkin semuanya akan terasa sangat ringan tanpa beba

Bima, pria yang sudah menjalin hubungan dengannya beberapa bulan terakhir. H

," balas Azra dengan cepat. Dia tidak mau Bima

akan kesehatan Azra yang memang sedi

ke klinik sampai benar-benar sembuh." Azra mengetik dengan gerakan yang sangat cepat. Wajar saja

ngantar," lanjut Bima

dapat love di sana, Azra berusaha menunjukka

Mas. Aku n

ri. Jadi, aku nggak kaget lagi. Mas tenan

n. Azra tidak mau Bima mengetahui kalau sebena

an segala apa yang tertahan di hatinya. Sayang se

Adek, tapi karena kerjaan Mas yang bener-bener ngak bisa ditinggal, j

tannya. Hanya saja, kali ini pekerjaan yang menumpuk benar-benar tidak bisa ditinggal. Bahkan

i tidak marah. Bukan teman pergi ke klinik yang dibutuhkan Azra, t

itu. Sesuatu yang membuatku terganggu dalam tidurku. Sayangnya, Mas Bima nggak pernah mau membicarakan hal itu bersamaku," gumam Azra p

n uang sebanyak itu? Sementara gajiku dari bekerja ditambah dengan tabunganku masih jauh dari kata cuku

uk Bima, pesan baru yang masuk dari pria itu

embur. Mas pingin pulang cepet biar bisa istirahat cepet juga," isi

ut-ngebut. Oh, ya, jangan lupa kasih tahu sama

u kalau rumahnya tidak jauh. Masih sekitaran Pekanbaru, tapi pria itu menganggap

Jangan lupa menjaga kesehatan. Nanti kalau udah kayak aku, jadinya malah payah buat sembuh." Pe

an lupakan kalau rumahku sebenarnya deket, cukup 30 menit saja udah samp

saat ini Bima masih aktif. Mungkin pria itu sedang sibuk dengan r

eranjak dari tempat. Dia berjalan sembari membawa minuman di tangan kan

fokus melihat keadaan. Dia hampir saja terserempet oleh orang yang tengah melintas dengan kecepatan tinggi. B

terjadi. Tepat ketika Azra hampir saja tersere

ar langsung mengalungkan kedua tangannya di leher orang yan

u masih tetap berada dalam genggaman meski saat ini

h kalau sedang berjalan. Jangan hanya karena sebuah ponsel justru membuat nyawa anda bera

tidak tahu mengenai kejadian yang sebenarnya pasti me

man matanya. Seketika dia langsung disambut oleh mata indah pria itu. Az

hat mereka berdua yang masih dalam posisi berpelukan menganggap

na?" Pria itu bertanya setelah t

. Akhirnya pria itu kembali membuka suara sembari melepaska

angan kanan menyingkirkan rambut halus yang menutupi wajah Azra, perkataan pr

amu, hmm? Atau aku perlu membawamu langsung menghadap kedu

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Antara Takdir dan Cinta
Antara Takdir dan Cinta
“"Azra Guzel Nawala, menikahlah denganku. Jadilah istriku dan ibu dari anak-anakku. Satu-satunya wanita yang akan melahirkan keturunanku." "Kamu sama sekali tidak minta pendapatku apakah aku mau menikah denganmu atau tidak. Perkataan yang kamu keluarkan menjelaskan kalau kamu tidak meminta persetujuanku untuk sebuah pernikahan yang akan dijalani. Seolah-olah pernikahan hanya permainan yang dengan mudahnya kamu ucapkan." "Oh, tidak! Bahkan kamu seperti memberikan perintah agar aku menikah denganmu." Azra Guzel Nawala. "Aku memang tidak sedang meminta pendapat dan persetujuan dari mu, Azra. Aku hanya memberitahumu." "Mau atau tidak, suka atau tidak, setuju atau tidak, kamu akan menikah denganku. Kamu tidak akan pernah menikah dengan pria manapun selain denganku. Sekali aku menginginkanmu, maka selamanya kamu akan menjadi milikku." "Kenapa, Azra? Jangan berpikiran aku kejam padamu. Aku mencintaimu, Azra," lirih Daren sembari berjalan perlahan mendekati Azra. "Kamu memang pria kejam! Kamu pria yang tidak mengerti arti cinta suci. Kamu hanya pria egois yang hanya tahu bahwa semua keinginan mu harus terpenuhi," sarkas Azra sembari terus menangis. "Lalu, apa itu arti cinta yang sebenarnya, Azra? Pria seperti apa yang mengerti bagaimana cinta suci? Apa pria seperti Bima yang menurutmu pantas mendapatkan cinta darimu?" tanya Daren membuat Azra bungkam. Beginikah kehidupan ini? Aku mencintai Bima, tapi pria itu jauh sangat tinggi untuk ku gapai. Sisa umurku ini haruskah aku habiskan bersama orang yang tidak aku cintai? Ya Tuhan, aku mencintai Bima, tapi aku tidak bisa bersamanya. Engkau justru menakdirkan aku menikah dengan orang asing. Beginikah takdir dan cinta yang engkau tetapkan kepadaku, Tuhan?”