icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Antara Takdir dan Cinta

Bab 6 Part 6 Seharusnya Kamu Bersyukur, Azra

Jumlah Kata:1347    |    Dirilis Pada: 14/06/2023

t ini masih dia cintai. Seberapa besar pun Bima memberikan luka di hatinya, rasa cinta yang

guk Bima. Bolehkah aku

a ku agar bisa melihatmu yang baik hati dan memberi posisi ama

Azra. Terlebih berita skandal yang tersebar dari pria yang menyukai Azra te

kondisi Bima saja, tidak lebih

a yang seorang dokter sedang menemani dan merawat Bima untuk memastikan

ima semakin buruk. Biarkan Bima bersama Neslia. Dia lebih tahu ranah yang berhubu

ma. Jangan sampai kejadian masa lalumu terulang kembali di s

ih baik. Pendidikan tinggi, ramah, lemah lembut, dan tidak memiliki skandal dengan pasang

tidak berdarah membuatnya kehilangan tenaga. Ternyata fi

a membawa keributan. Terakhir kalau boleh aku tahu, Bima

esembuhannya. Seharusnya kamu yang sekolah lebih tinggi dari aku bisa menduga dengan muda

taman rumah sakit dan duduk disana. Menangis se

au sedang memperjuangkan restu itu dan mencari solusi untuk mendapatkannya. La

n menyalahkan diri sendiri yang memiliki keburukan di masa lalu, tetapi sisi lain A

langsung dari ibu kekasihmu?" Daren berdiri dua meter di samping Azra sem

buruk tidak berhak mendapatkan kebahagiaan?" Azra mena

u dan semua orang belum baik berhak memimpik

an kebahagiaan penuh atas hidupmu, tapi setidak

ga berdiri menghadap Daren dengan tatapan putus asa. Ada kesedihan, kekec

biaya pengobatan ibumu. Lagi pula dia akan menjad

karena menjadikan aku pelarian mu yang sedang patah hati. Aku

anyaan Azra yang belum terucap. Pria itu se

at ini seperti sedang memaksaku untuk menerima menikah denganmu t

sum tulang belakang mu kepada Bima

uat Azra tidak menyangka akan

ntai Azra sementara mereka akan menikah? Terlebih lagi Bima yang sudah

erikan kepadaku, tapi sebelum kita menikah,

melakukan beberapa hal untuk menjaga keluarganya di masa depan nanti. Dia tahu benar pria yang akan menik

tapi kamu masih memberikan beberapa syarat untuk menikah d

tapi kalau tidak aku juga tidak akan memak

kan Bima mati karena penyakit yang dideritanya. Aku memberimu kes

i kamu masih melindunginya. Azr

kataan Daren. Bukannya bersyukur sudah ditolong untuk keselama

idupku kepada pria itu, tapi sebelumnya aku harus memastikan perhatian ibu dan Bima sebelum aku pergi

h kehidu

tinggi untuk kugapai. Sisa umurku ini harus ak

idak bisa bersamanya. Engkau justru mena

cinta yang kau teta

*

mencintai, tetapi mereka tidak d

ertahun-tahun lamanya. Namun, cinta sejati yang mereka mili

n saja. Apapun itu kebutuhannya, mereka hanya hidup bersama untuk saling m

nya untuk memenuhi

mengisi tempat kosong tanpa m

n. Berbagai macam jenisnya, semua berbeda-beda. Tid

*

Azra sudah berjalan dengan lancar. Azra hanya menunggu proses pemu

embuhan Bima membawa kebahagiaan yang sangat besar bagi keluarganya dan tunan

bahagia Neslia terpancar begitu mengeta

a lagi. Dia yang seorang dokter tentu tahu

agaimana kondisinya sekarang,

untuk membantumu?" tanya Tifah k

kannya sendiri," tolak Neslia yang

Neslia saat memeriksanya. Namun, senyuma

minta tolong ambilkan

ima minta ponselnya di saat pria itu baru mendapatkan kesadarannya? Han

ponsel itu. Pembicaraan antara tunangannya dengan seseorang d

i rawat di rumah sakit?" Bima menatap Azra dengan dingin melalui sambungan video call mer

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Antara Takdir dan Cinta
Antara Takdir dan Cinta
“"Azra Guzel Nawala, menikahlah denganku. Jadilah istriku dan ibu dari anak-anakku. Satu-satunya wanita yang akan melahirkan keturunanku." "Kamu sama sekali tidak minta pendapatku apakah aku mau menikah denganmu atau tidak. Perkataan yang kamu keluarkan menjelaskan kalau kamu tidak meminta persetujuanku untuk sebuah pernikahan yang akan dijalani. Seolah-olah pernikahan hanya permainan yang dengan mudahnya kamu ucapkan." "Oh, tidak! Bahkan kamu seperti memberikan perintah agar aku menikah denganmu." Azra Guzel Nawala. "Aku memang tidak sedang meminta pendapat dan persetujuan dari mu, Azra. Aku hanya memberitahumu." "Mau atau tidak, suka atau tidak, setuju atau tidak, kamu akan menikah denganku. Kamu tidak akan pernah menikah dengan pria manapun selain denganku. Sekali aku menginginkanmu, maka selamanya kamu akan menjadi milikku." "Kenapa, Azra? Jangan berpikiran aku kejam padamu. Aku mencintaimu, Azra," lirih Daren sembari berjalan perlahan mendekati Azra. "Kamu memang pria kejam! Kamu pria yang tidak mengerti arti cinta suci. Kamu hanya pria egois yang hanya tahu bahwa semua keinginan mu harus terpenuhi," sarkas Azra sembari terus menangis. "Lalu, apa itu arti cinta yang sebenarnya, Azra? Pria seperti apa yang mengerti bagaimana cinta suci? Apa pria seperti Bima yang menurutmu pantas mendapatkan cinta darimu?" tanya Daren membuat Azra bungkam. Beginikah kehidupan ini? Aku mencintai Bima, tapi pria itu jauh sangat tinggi untuk ku gapai. Sisa umurku ini haruskah aku habiskan bersama orang yang tidak aku cintai? Ya Tuhan, aku mencintai Bima, tapi aku tidak bisa bersamanya. Engkau justru menakdirkan aku menikah dengan orang asing. Beginikah takdir dan cinta yang engkau tetapkan kepadaku, Tuhan?”
1 Bab 1 Part 1 Pertemuan yang Mengesankan 2 Bab 2 Part 2 Berada Dalam Dilema 3 Bab 3 Part 3 Menikahlah Denganku 4 Bab 4 Part 4 Menjual Pernikahanku Kepadamu 5 Bab 5 Part 5 Donor Sum-sum Tulang Belakang 6 Bab 6 Part 6 Seharusnya Kamu Bersyukur, Azra 7 Bab 7 Part 7 Sakit yang Tak Berdarah 8 Bab 8 Part 8 Kapan Kita Menikah 9 Bab 9 Part 9 Kecurigaan Esana 10 Bab 10 Part 10 Freelancer 11 Bab 11 Part 11 Masih Mencintai Bima 12 Bab 12 Part 12 Digerebek Calon Mertua 13 Bab 13 Part 13 Azra Bagaikan Pelayan 14 Bab 14 Part 14 Mantan Tunangan Daren 15 Bab 15 Part 15 Teror Mengancam Nyawa 16 Bab 16 Part 16 Wanita Pilihan Peneror 17 Bab 17 Part 17 Ancaman Maureen 18 Bab 18 Part 18 Menuntut Penjelasan 19 Bab 19 Part 19 Pernikahan 20 Bab 20 Part 20 Malam Pertama 21 Bab 21 Part 21 Dalang Utama 22 Bab 22 Part 22 Ceraikan Azra 23 Bab 23 Part 23 Pernikahan Kedua Daren 24 Bab 24 Part 24 Menemui Ibu Mertua 25 Bab 25 Part 25 Kesucian Pernikahan yang Dipertaruhkan