icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Dendam Menantu Miskin

Bab 10 Perpisahan yang Menyakitkan

Jumlah Kata:1480    |    Dirilis Pada: 22/05/2023

na aja? Semalaman Bibi gak bisa ti

ak pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, ia urungkan niatnya karena mendengar suara motor mili

ang aku gak apa-apa, kok. Semuanya baik-baik saja,

Ranum terkejut. "Loh, itu kenapa kepala sa

gkhawatirkan ponakannya yang ia

i motor kok, terus aku ke klinik buat ngobatin luka ini," jawab Rend

. Lalu, kamu jadi mau pergi

lalu siap-siap berangkat. Keretanya berangkat jam enam pagi

ibi juga mau sholat." Ranum mengambil air wud

Tidak banyak yang akan ia bawa, hanya beberapa pasang pakaian saja. Tak sengaja ia melihat foto istrinya yang sedang menggendong buah hatinya yang masih bayi berada di atas nakas. A

tatapnya dengan penuh kerinduan. Jari-jarinya menya

asa sangat sakit. Apalagi saat ini ada anak diantara kita. Semakin berat aku untuk melepaskanmu, Viona." Rendra berbicara pada dirinya sendiri. Meskipun hatinya terasa sangat sakit, namun tak ada air mata yang keluar. Seorang Rendra bukanlah lelaki yang cengeng. Karena hinaan yang

m tasnya. Ia hanya ingin terus mengingat jika dirinya memiliki buah hati yang harus ia perjuangkan. Meskipun jika na

tap wajah anaknya. "Papa janji, sayang. Papa akan menjadi ora

dra

sudah membesarkan dirinya selama ini. Karena ia tau, tantenya itu memiliki hati yang sangat sensitif. Ia akan mudah

lihat sibuk memasukkan barang-barang y

berdiri di ambang pintu sembari terus melihat pona

garis-garis halus di sekitar wajahnya. "Aku sudah makan, Bi," jawabnya, kemudian

gitulah Ranum, ia selalu mengk

klinik. Disana ak

erangkat sekarang juga?" tanyanya kemudia

lakang punggungnya. Ranum mengeluarkan amplop dari saku dasternya.

mu beberapa hari kedepan sebelum kamu mendapatkan pekerjaan

enyumbang untuk listrik saja. Ranum tak pernah mempermasalahkan itu. Ia sangat mengerti dengan keadaan Rendra yang hanya sebagai karyawan kontrak di pabrik tempatnya bekerja. Tanpa sepengetahuan Rendra, ternyata Ranum mengikuti a

rusaha menolak pemberian tantenya, karena ia tau jika tantenya yang sudah ia anggap sebagai ibu kandungnya itu memiliki penyakit kista di rahimnya da

ak seperti saat ini. Untuk berobat, sudah Bibi siapkan. Kamu tidak perlu khawatir tentang itu." Ranum memasukkan a

, Bi

berangkat, nanti ket

a,

ubuh tantenya yang terlihat mulai kurus karena penyakit yang dideri

membasahi pipinya. "Sama-sama, Rendra. Bibi akan selalu menduk

embuat air matanya menetes. Sebenarnya Rendra sangat berat untuk meninggalkan tantenya itu seorang diri. Namun bagaimana lagi, tak ada

saat nanti, kamu pasti akan kembali ke rumah ini sebagai Rendra yang sukse

us meninggalkan Bibi seorang diri

rgilah, raih kesuksesan itu!" ucap Ranum dengan suara bergetar dan air mata yang terus menerus keluar membasahi pipinya. "Sudahlah, jangan cengeng! Kamu itu lelaki hebat dan kuat. Bibi

akasih

alanan. Makanlah, jangan sampai kamu telat makan. Bibi tidak mau maag kamu

asti akan ingat

rangkat. Sebentar lag

dan ibu. Ranum mengantarkan Rendra hanya sampai depan rumahnya

ri jika ada apa-apa. Rendra pasti akan mengirim u

dapat pekerjaan yang bagus saja sudah membuat B

dra pamit. As

llam. Hati-h

galkan rumah yang sudah ia tempati sejak kecil. Rasa sesak di dada itu pasti ada. Bagaimana tidak, Rendra tidak pernah meninggalkan rumah itu untuk waktu yang cu

a. Air matanya terus keluar. Menangisi

ng yang lebih tinggi. Sehingga kamu harus berusaha sendiri untuk menjadi

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Dendam Menantu Miskin
Dendam Menantu Miskin
“"Ceraikan anakku sekarang juga! Aku tidak sudi mempunyai menantu gembel sepertimu!" Rendra Gumilar, seorang buruh di salah satu pabrik yang berada di kotanya harus kehilangan istri dan anaknya yang baru saja dilahirkan beberapa bulan yang lalu karena keegoisan sang mertua. Pernikahan antara Rendra dan Viona tidak mendapat restu dari kedua orang tua Viona, karena Rendra berasal dari keluarga miskin. Rendra tidak bisa mempertahankan istri dan anaknya, karena memang keadaannya yang belum sukses. Tuan Brata--ayah kandung Viona-memaksa putrinya untuk menggugat cerai Rendra. Setelah kepergian Viona dan bayinya, Rendra mencoba bangkit dan berusaha untuk menjadi seorang pria yang sukses. Setelah sukses nanti, Rendra berniat untuk mengambil kembali istri dan anaknya. Apakah Rendra akan berhasil membuktikan kepada mertuanya bahwa ia bisa menjadi seorang laki-laki yang sukses kemudian mengambil kembali anak dan istrinya? Atau justru Rendra harus kehilangan mereka?”