icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

WANITA UNTUK MANUSIA BUAS Kisah Anindira

Bab 2 Tempat Asing

Jumlah Kata:1102    |    Dirilis Pada: 06/05/2023

empat

mesta. Anindira berdiri dalam keadaan terpe

... Heb

n. Mendadak menghilang terlupakan dengan pemandangan alam

*

G!

aki Anindira ber

ukan sekarang?!'' tanya

eraguan. Bulu-bulu halus di tubuhnya berdiri. Hatinya mulai merasakan kengerian yang

otaknya memproses sebuah peringatan dalam alam bawa

keadaan di sekitarnya. Rahangnya mengeras, ada perdebatan anta

saan takut di hatinya dan fakta bahwa ada air di depan sana, ''Kalau benar di sana ada sungai maka kemungkinan besar ada pemukiman penduduk. Atau, kalaupun tidak ada, setidaknya aku bisa men

i dalam otak kecilnya, menguji kemamp

ih, ker

tampilan-tampilan megah dari jajaran pepohonan besa

i lagi pujian terlo

pilan langit luas di atas kepalanya jika tidak tertutupi ol

enghalangi sinar matahari terang menyilaukan menerangi hutan dan panas menyengat. Tapi, hawanya terasa sejuk dan bersih. Hutan lesta

sulit untuk mengatupkannya kembali. Dia,

apa i

a yang membuatnya waspada. Tapi segera setelah dia mengeta

suara berbagai macam serangga musim

saling bergesek, dan juga kicau berbagai m

ar luas tak bertepi. Tampak menakjubkan dengan wibawanya, pepohonan yang m

diri, tinggi menjulang meni

ngat rimbun dan tinggi-tinggi. Seolah jika ada

pemandangan menakjubkan sesekali

put yang nyaman berg

. Hutan di wilayah mana yang aku masuki?'' Anindira bergumam dengan beberapa pertanyaan dalam kesendiriannya, ''Ma

tahu lokasinya kalau smartphone aja enggak bawa... bodoh, memang. Kenapa juga tadi enggak di kantongin t

ta besar. Tapi, hutan, kebun, d

ang berasal dari kampung. Kegiatan itu menjadi hal yang biasa dilakuka

tinggal di perkotaan tidak pernah mengganggu Anindira. Bertani di sawah, berburu di hutan, berkebun di halaman rumah adalah hal yang biasa di lakukan j

a mengingatkan dirinya sendiri, ''Aku sendirian

telah beberapa kali terpuruk lalu kembali tenang. Kali ini,

segera memantau situasi. Ini baru pohon-pohonnya doang..

i, dia juga berusaha untuk tetap tenang. Dia berusaha mencari jalan keluar. Saat ini, dia tidak bisa ber

rang pria di dalam hatinya, ''Dia,

ir yang selalu menatapnya dari kejauhan. Sepasang bola mata Sa

ung, ''Tidak ada apa pun... rasanya aku sudah berja

ada bekas goresan di pohon yang biasa ditinggalkan oleh para pendak

suki hutan yang belum

mulai menyebar

Anindira memekik bingung, meski sebisa mu

gan nada panik, ''Beneran enggak ada... enggak a

rena dia berada di hutan yang sangat tidak biasa. Dia terus berusaha mensugesti dirinya sendi

ayo kita telusuri saja jalan landai. Bag

ba jejak atau petunjuk. Setidaknya itu adal

in jauh dan malah semakin masuk menuju perbatasan *Hutan La

Hutan dan Hutan Larangan, yang biasanya hanya mereka yang d

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
WANITA UNTUK MANUSIA BUAS Kisah Anindira
WANITA UNTUK MANUSIA BUAS Kisah Anindira
“Dia tiba-tiba berada didunia lain... Dia diperkosa... Dia diserahkan pada pria lain oleh belahan jiwanya... Dia syok, trauma, menderita... Dia hamil... dan, ternyata, pria yang jadi ayah dari anak yang telah dikandung olehnya. Diam-diam selalu menjaga dan memperhatikannya tanpa sepengetahuannya. Dengan sabar menanti kesempatan kedua untuk bisa bersamanya, menebus kesalahan yang pernah dibuat olehnya. WARNING Ini POLYANDRI bukan POLIGAMI!!! Pasangan pertama tidak sengaja Pasangan kedua memang yang dicintainya Pasangan ketiga atas izin Pasangan kedua Pasangan keempat balas budi sekaligus politik. ** Bagaimana nasib pemuda yang berusaha agar bisa diterima oleh wanita yang sedang mengandung anaknya? Apakah dia akan mendapatkan kesempatan kedua? Dua pria disisi si wanita, bagaimana reaksi mereka? Maukah mereka membantunya? Penasaran?! Langsung aja ke aplikasi dan baca sampai selesai... Cerita ini telah selesai, dan sekarang saya sedang dalam proses pembuatan sequelnya. Mengisahkan tentang MALIA, cicit keturunan Anindira dan Hans yang menyeberang ke Dunia Modern. Judulnya, SINGA BETINA MILIKKU.”