Login to Bakisah
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Cinta Itu Luka!

Cinta Itu Luka!

znzf01

5.0
Komentar
127
Penayangan
8
Bab

Open Video berbayar! Open video pribadi real GRATIS ya... Yang minat bisa chat aku dan bisa langsung booking, banyak bacot skip dan blok. Berawal dari sebuah aplikasi menjadi rutinitas yang menjadikan sebagai mata pencarian. Itulah aku Salwa dwi putri berusia 23 tahun. Bekerja sebagai penghibur pria hidung belang, video berbayar itu adalah nama perusahaan yang aku buat sendiri, yang minat bisa pc aku atau kirim Dm aja. Eits... malah jual diri sendiri, Laura nama yang aku gunakan ketika aku berkerja sebagai video berbayar dan open bo. Logika saja siapa yang tidak menginginkan uang dengan cara bersantai dan merasakan kenikmatan tanpa Membayar pria sewaan yang berbadan kotak-kotak, walaupun kadang aku melayani pria botak yang selalu memakai minyak urut, Sial. itu aib ku.. "Apa kau tidak mempunyai mata? Tanya seorang pria berjas yang baru saja menabrakku tengah asik menulis tulisan ini. Brukk...

Bab 1 Pekerjaanku

[Bisa bayar berapa? Bisa lewat rekening atau aplikasi lainnya?]

[terserah saja om, yang penting om puas uang pun pas,]

[lewat reking saja,]

TING....

Notif bank...

Penambahan saldo anda sebesar 100.0000.000,00- dari rekening 0102*******

[Hotel biasa kan om?]

[Iya sayang, aku tidak tahan lagi,]

Ya... begitulah isi pesan di ponselku. Bekerja sebagai open vcs dan open bo membuat hidupku berkecukupan tidak kalah saing dengan nyonya-nyonya yang berjalan dengan hells dan tas branded.

Aku bangun dari tidurku dan beranjak berjalan ke ruang ganti memilih pakaian yang membuat pelanggan selalu puas dengan penampilan ku. Mataku tertuju pada dress berwarna kuning kesukaan pelanggan yang baru saja mengirim pesan kepadaku.

Laura itu adalah nama yang aku gunakan ketika sedang bekerja sebagai open bo dan vcs berbayar.

TOK.... TOK...

Suara ketukan pintu membuatku yang sedang berhias berhenti sejenak dan menatap siapa pelaku yang berada di balik pintu kamar.

''Nona... apa kau sudah sarapan?'' Tanya wanita paruh baya yang berjalan mendekatiku dengan tangan membawa nampan berisi nasi goreng makanan favoritku.

''Tidak Bi... aku sudah ditunggu pelangganku,'' ujarku kembali memoles lipstick pada bibir yang selalu di sukai oleh pelangganku. Bibir tebal sexy yang selalu aku jaga dan disukai pelangganku ketika aku meng...

Tidak perlu aku teruskan, aku rasa kalian pasti tau untuk apa, ups... pasti kalian traveling ya, tidak apa- apa itu normal dan ya kebutuhan juga hahahaha..... kebutuhan untukku karena aku mendapatkan uang.

Ah ya.. dia adalah Bi sum yang bekerja di rumahku, tidak tau pasti berapa usianya yang pasti semuanya sudah kendor. Jika kalian berminat silahkan pc aku ya, jangan...awas saja ku tinju kalian :v

Dia adalah ibu keduaku setelah tragedi sial itu, dia tidak pernah marah ataupun berkomentar seperti netizen-netizen yang selalu mengomentari hidupku.

''Baiklah, aku akan pergi. Bagaiamana apa penampilan ku sangat menggoda?'' Tanyaku sambil mengedipkan mata.

''Kau sangat cantik nona Salwa,'' ucap bi sum menatapku dengan kedua jempol yang tertuju padaku.

''Bi.. apa kau lupa? Aku laura,'' jelasku menatap bi sum sembari mengibas rambut.

''ya.. Nona Laura,'' kekeh Bi Sum.

''Aku akan pergi, jaga rumah baik-baik, banyak yang akan meningincar rumah orang kaya seperti kita,'' ujarku sambil terkekeh dan brjalan keluar dari kamar.

''Siap bos Laura,'' ujar bi sum samba berpura-pura hormat.

Aku hanya tertawa dan menggelengkan kepala melihat tingkah waita paruh baya itu.

Aku berjalan menuruni anak tangga memasuki garasi mobil, aku selalu mengunakan mobil merah bermerk Ferrari Portofino yang termasuk mobil termurah di kalangannya. Kalian bisa lihat di beberapa halaman web tentang mobil yang aku gunakan sekarang.

Jalanan yang tidak terlalu ramai membuatku dengan mudah sampai ketujuanku, hotel berbintang lima. Aku berjalan masuk dan memberikan kunci mobil kepada para penjaga di luar. Kami sudah sering bertemu di hotel itu tak jarang mereka juga menggodaku. Sial...

''Kamar yang dipesan tuan Dean,'' ujarku sambil menatap resepsionis yang sudah sering bertemu denganku. Namanya Tina gadis yang berusia 30 tahun berbadan sexy, aku sangat berminat menjadikan dia bagian dariku. Aku tau dia juga sering melayani manager hotel ini, hahahaa...

'Ini Ra,'' ucap Tina sambil memberikan card.

Aku hanya mengangguk dan berjalan menuju kamar yang berada di bawah dan itu adalah kamar vip di hotel itu.

Ceklek...

Pintu kamar hotel itu terbuka, seperti biasa aku akan selalu menambah lipstick dan memakai wangi-wangian, membuka dress kuning itu menyisakan bra dan cd saja, kalian tau dong pekerjaanku menuntuku agar terlihat sexy dan selalu menggoda.

Tok... tok...

Suara ketukan pintu membuat aku langsung tersenyum dan berjalan mendekati pintu kamar itu. Ya... pria yang dari tadi ku tunggu dan pria yang telah menyewaku. Aku menarik nafas dan menurunkan satu tali braku tersenyum sembari menarik pelan tangannya masuk dan mengunci kamar itu. Seperti hewan peliharaan yang di tarik oleh si tuan, aku membawanya duduk di sofa yang berada di kamar itu.

''Om... apa kau ingin minum?'' ujarku dengan sedikit mengigit bibir bawah sembari menggodanya.

Pria itu hanya mengangguk dan tersenyum menatapku, matanya tertuju pada tubuhku dan menatap dua gundukan yang menyembul serta bibir tebal milikku.

''Kau terlihat sangat sexy Ra,'' ujar pria itu yang bernama Dean, pria yang selalu berlangganan denganku.

''Tentu om, aku seperti ini hanya untuk om saja,'' ucapku sambil menuangkan bir dan berjalan duduk dipangkuannya.

Dean tersenyum melihatku matanya tertuju pada gundukan yang menyembul ini, berlahan ia mulai meranggkulku dengan sesekali meremas pant*atku, aku memberinya segelas bir dan membantunya meminumkan bir itu ke dalam mulutnya. Ya... walaupun aku tau dia bisa minum sendiri tapi ini lah pekerjaanku membuat dia puas akan layanan yang aku berikan.

''Aku tambah lagi ya,'' sahutku yang hendak berdiri, namun tangan besar itu menahanku agar tidak berdiri. Aku hanya diam dan tersenyum tipis menatap pria yang berada dekat denganku.

''Come on baby, aku sudah tidak tahan lagi,'' bisik Dean di telingaku dan sesekali menjilatnya membuat aku merasakan sensi yang sangat berbeda. Ya ini lah yang aku katakan awal kenikmatan.

Aku tidak menolak apa pun yang pria itu lakukan, aku hanya diam dan menikmati setiap jilatan di telingaku.

''Sebentar sayang,'' ucapku sambil menghalangi cumb*annya, aku berjalan mengambil sebotol bir dan kembali duduk di atas pangkuannya.

''Aku selalu puas dengan layananmu sayang,'' ucap Dean yang mengecup pelan bibir tebalku.

''sure honey...'' desisku yang menjilat telingannya.

Tanpa basa basi lagi dia menarik tanganku dan mengerahkan botol bir itu kemulutnya, meneguk minuman itu. Sementara tanganku mulai bergerak membuka Dasi dan jasnya dengan satu tangan, tidak ada penolakkan ketika aku membuka kemejanya, dia kembali meneguk bir itu dan sesekali meremas gundukan yang menyembul.

''Wait,'' ujarku sembari melempar jas dan dasi itu ke sembarang arah, dia berhenti dan menatapku penuh nafsu dan gairah, aku mengecup pelan bibirnya meraih botol bir yang masih tersisa setengah. Perlahan aku meminum bir itu meneguk menumpahkan dengan sengaja bir itu sehingga membasahi gundukanku membuat Dean terkekeh dan menjilat penuh nafsu seperti hewan yang mengonggong menjilati tulang.

Mmphh... shh... ahh...

Desah itu mulai terdengar dan membuat aku tersenyum tipis mengenadah membiarkan pria ini menjilati leherku, memejamkan mata dan menikmati setiap jilatannya membuat aku sesekali menggigit bibir.

ya... ini adalah nikmat dunia tanpa mengeluarkan sepersen pun dollar. Hahahaha, aku yakin kalian merasakan hal yang berbeda ketika membaca bab ini.

Ahh...

Sial desahanku tidak sengaja keluar membuat Dean semakin brutal menghisap dan menjilat gundukanku. Kedua tangannya meraup kepalaku dan melumat bibir tebal milikku.

Mmphh... ck.. ck... [suara setiap lumatan yang dia berikan kepadaku]

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku