Jatuh Cinta Pada Luka

Jatuh Cinta Pada Luka

Michel yeremia putri

5.0
Komentar
2
Penayangan
30
Bab

Karena sebuah pertempuran brutal antar keluarga mafia yang saling berebut wilayah kekuasaan, Damian Verano tertembak dan terluka parah. Tubuh pria berusia tiga puluh dua tahun itu terjatuh ke dalam aliran sungai yang deras, tubuhnya terbawa arus selama tiga hari tiga malam-terombang-ambing di antara hidup dan mati. Anehnya, ia masih hidup. Dan lebih mengejutkan lagi, saat matanya terbuka, ia mendapati dirinya terdampar di tepian sungai di sebuah desa terpencil. Di hadapannya, berdiri seorang gadis muda berwajah lembut, mengenakan kain jarik dan kebaya lusuh, namun pesonanya menampar kesadarannya yang hampir lenyap. Selama ini hanya Sierra yang mampu membuatku tergila-gila... Tapi kenapa... melihat gadis ini, jantungku berdebar tak menentu? Apa ini yang mereka sebut cinta pada pandangan pertama? Gila. Aku bahkan tidak tahu siapa dia... Gadis itu bernama Alira, delapan belas tahun, penduduk desa yang hidupnya jauh dari hiruk pikuk kota dan kekerasan dunia bawah tanah. Gadis sederhana yang bahkan tak tahu siapa Damian sesungguhnya. Akankah cinta tumbuh dari perbedaan yang begitu jauh? Mampukah seorang bos mafia kejam menyatu dengan gadis dusun polos yang tak tahu apa-apa tentang kelamnya dunia yang ia tinggalkan?

Jatuh Cinta Pada Luka Bab 1 Lelaki Asing dari Sungai

Hujan mengguyur hutan sepanjang malam. Petir menggelegar sesekali, menyambar udara yang sudah pengap oleh aroma lumpur dan akar-akaran yang membusuk. Sungai yang biasanya tenang, kini meluap liar, menghantam batu-batu besar dan merobohkan dahan-dahan tua.

Dan di antara arus deras yang tak bersahabat itu, tubuh seorang pria hanyut, tenggelam dan muncul kembali, wajahnya pucat, luka terbuka di bahunya terus mengucurkan darah yang mulai bercampur dengan air sungai. Namanya Damian Verano, kepala mafia dari keluarga Verano yang paling ditakuti di selatan.

Tiga hari lalu, dia adalah raja. Hari ini, dia hanyalah bangkai yang belum mati.

Peluru bersarang di bahunya, menghantam dekat tulang selangka. Dia tertembak oleh orang kepercayaannya sendiri. Di pengkhianatan itu, Damian kehilangan segalanya. Kendalinya. Kekuatannya. Bahkan harga dirinya.

Mentari pagi muncul malu-malu dari balik kabut pegunungan. Di sebuah desa terpencil yang nyaris tak terjamah peradaban, seorang gadis muda sedang berjalan menyusuri pinggiran sungai dengan keranjang anyaman bambu di tangannya. Namanya Alira. Usianya baru delapan belas tahun, tetapi sorot matanya menyimpan kedewasaan yang dibentuk oleh kerasnya hidup.

Ia hendak mencuci beberapa lembar pakaian, seperti yang biasa dilakukan setiap pagi. Tapi langkahnya terhenti mendadak saat melihat sesuatu di tepi sungai. Lebih tepatnya, seseorang.

Seorang pria tergeletak, setengah tubuhnya di dalam air, bajunya compang-camping, darah mengering menodai bagian dada dan lengan. Wajahnya asing, tak seperti warga desa mana pun yang pernah ia lihat.

Alira mendekat pelan-pelan, degup jantungnya makin cepat. Apakah dia sudah mati? pikirnya panik. Tapi saat hendak menyentuh tubuh itu dengan sebatang kayu, pria itu mengerang pelan. Kepalanya bergerak sedikit.

Dia hidup.

"Ya Allah..." bisik Alira, segera meletakkan keranjangnya dan mendekat lebih hati-hati. "Pak? Halo? Anda bisa dengar saya?"

Tak ada jawaban. Pria itu hanya menggertakkan gigi, matanya sedikit terbuka. Pandangannya buram, tapi cukup untuk menangkap sosok perempuan muda di hadapannya.

Wajah itu... berbeda dari yang pernah ia lihat. Mata yang tulus. Suara yang tak bergetar oleh rasa takut, tapi oleh kepanikan yang jujur.

"Jangan bergerak. Saya akan panggil Pak Rasim... Anda butuh pertolongan," gumam Alira sambil mencoba menopang tubuh besar pria itu, meski jelas tubuhnya sendiri terlalu kecil untuk itu.

Damian hanya sempat berbisik pelan, suaranya nyaris hilang, "Jangan... polisi..."

Kalimat itu membuat Alira terpaku. Siapa pria ini sampai begitu takut pada aparat?

Tapi kemudian ia sadar-entah siapa dia, ia tetap manusia yang hampir mati.

Dan Alira bukan tipe yang tega meninggalkan orang seperti itu.

Butuh dua orang laki-laki dewasa untuk mengangkat tubuh Damian ke pondok pengobatan milik Pak Rasim, satu-satunya mantri yang tinggal di desa. Butuh empat jam dan tiga jahitan besar untuk menutup luka tembaknya. Selama itu, Damian terus setengah sadar, hanya sesekali menggeram menahan sakit.

"Ini luka tembak," kata Pak Rasim pelan sambil menyeka keringatnya. "Kita harus lapor aparat."

"Tidak, Pak..." Alira buru-buru menolak, entah kenapa hatinya terasa berat. "Dia... takut polisi. Mungkin ada alasan."

Rasim memandangnya dengan dahi berkerut. "Alira, kita enggak bisa sembunyiin orang kayak gini. Kita enggak tahu siapa dia."

"Saya yang akan jaga dia, Pak," jawabnya mantap. "Sampai dia bisa bicara, kita jangan ambil kesimpulan."

Dan dengan itu, Alira pun mulai merawat Damian secara diam-diam.

Hari ketiga, Damian membuka matanya dengan lebih jernih. Atap jerami. Bau kayu bakar. Dan suara lembut dari seseorang yang sedang mengganti perban di bahunya.

Dia menyipitkan mata. Perempuan itu lagi.

"Siapa kamu?" suaranya serak, dalam.

Alira menoleh cepat, sedikit terkejut, tapi tak gentar. "Saya Alira. Saya yang temukan Anda di sungai. Anda sudah tiga hari di sini."

"Kenapa... kamu tolong aku?"

Alira mengangkat bahu. "Saya bukan orang yang suka melihat orang mati sia-sia."

Damian diam beberapa detik. Matanya menilai, menelusuri wajah gadis itu. Rambut hitam panjang, mata coklat lembut, kulit sawo matang yang bersih. Terlihat seperti perempuan desa pada umumnya. Tapi sorot matanya... berbeda.

"Nama kamu siapa?" tanya Alira, mencoba tersenyum.

Damian tak langsung menjawab. Dia masih menimbang. Dunia tempatnya berasal bukan dunia yang bisa dipercaya. Tapi untuk saat ini, ia terlalu lemah untuk bohong.

"Damian."

"Damian apa?"

"Verano."

Alira mengangguk pelan, meski jelas tak kenal. "Nama yang bagus."

Damian hanya mengerang kecil, memalingkan wajah. Dia bahkan tak tahu siapa aku... pikirnya, setengah lega, setengah heran.

Hari berganti. Damian mulai bisa duduk, lalu berdiri dengan bantuan. Alira yang memasak untuknya, mencuci pakaiannya, dan mengajarinya nama-nama pohon di sekitar desa. Damian-yang biasanya hidup dengan senjata dan darah-mulai mengenal dunia yang tak pernah ia sentuh. Dunia yang sunyi, bersahaja, tapi... menenangkan.

Dan setiap kali Alira tersenyum padanya, ada sesuatu dalam dada Damian yang terasa asing.

Perasaan ini... tidak seharusnya ada, pikirnya. Aku harus pergi sebelum semuanya jadi rumit.

Tapi entah kenapa, kakinya seperti tak ingin melangkah ke mana-mana. Seolah, gadis itu... adalah satu-satunya rumah yang pernah ia rasakan.

Di luar pondok, malam mulai turun. Alira menyuapi api di tungku dengan potongan kayu kecil.

"Damian," katanya pelan. "Kamu punya keluarga?"

Pertanyaan itu menghantam Damian seperti peluru lain. Ia memalingkan wajah ke jendela, ke arah gelap yang tak berujung.

"Tidak ada yang penting," jawabnya pendek.

Alira tak bertanya lebih jauh. Tapi malam itu, saat ia menatap wajah Damian yang tertidur, ada firasat aneh di hatinya. Bahwa pria ini membawa luka yang lebih dalam dari sekadar luka di bahunya.

Dan ia... ingin menyembuhkan semuanya.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Michel yeremia putri

Selebihnya

Buku serupa

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Jatuh Cinta Pada Luka Jatuh Cinta Pada Luka Michel yeremia putri Romantis
“Karena sebuah pertempuran brutal antar keluarga mafia yang saling berebut wilayah kekuasaan, Damian Verano tertembak dan terluka parah. Tubuh pria berusia tiga puluh dua tahun itu terjatuh ke dalam aliran sungai yang deras, tubuhnya terbawa arus selama tiga hari tiga malam-terombang-ambing di antara hidup dan mati. Anehnya, ia masih hidup. Dan lebih mengejutkan lagi, saat matanya terbuka, ia mendapati dirinya terdampar di tepian sungai di sebuah desa terpencil. Di hadapannya, berdiri seorang gadis muda berwajah lembut, mengenakan kain jarik dan kebaya lusuh, namun pesonanya menampar kesadarannya yang hampir lenyap. Selama ini hanya Sierra yang mampu membuatku tergila-gila... Tapi kenapa... melihat gadis ini, jantungku berdebar tak menentu? Apa ini yang mereka sebut cinta pada pandangan pertama? Gila. Aku bahkan tidak tahu siapa dia... Gadis itu bernama Alira, delapan belas tahun, penduduk desa yang hidupnya jauh dari hiruk pikuk kota dan kekerasan dunia bawah tanah. Gadis sederhana yang bahkan tak tahu siapa Damian sesungguhnya. Akankah cinta tumbuh dari perbedaan yang begitu jauh? Mampukah seorang bos mafia kejam menyatu dengan gadis dusun polos yang tak tahu apa-apa tentang kelamnya dunia yang ia tinggalkan?”
1

Bab 1 Lelaki Asing dari Sungai

27/05/2025

2

Bab 2 tiga hari lalu

27/05/2025

3

Bab 3 Penduduk berkumpul

27/05/2025

4

Bab 4 Rahasia Terpendam

27/05/2025

5

Bab 5 Luka yang Terbuka Kembali

27/05/2025

6

Bab 6 memberikan suasana yang tak biasa

27/05/2025

7

Bab 7 rumah keluarga Damian kembali hening

27/05/2025

8

Bab 8 Mimpi buruk kembali menghantuinya

27/05/2025

9

Bab 9 Luka Lama

27/05/2025

10

Bab 10 Pengkhianatan di Dalam Rumah

27/05/2025

11

Bab 11 Luka yang Belum Mengering

27/05/2025

12

Bab 12 membawa beban yang lebih berat

27/05/2025

13

Bab 13 lebih suram dari biasanya

27/05/2025

14

Bab 14 seperti menyembunyikan rahasia

27/05/2025

15

Bab 15 berkas-berkas yang berserakan

27/05/2025

16

Bab 16 Senja mulai memudar

27/05/2025

17

Bab 17 Di Ambang Kehancuran

27/05/2025

18

Bab 18 membelakangi Alira dan Marcus

27/05/2025

19

Bab 19 Malam itu sunyi

27/05/2025

20

Bab 20 Rintik hujan semakin deras

27/05/2025

21

Bab 21 keheningan menjadi jembatan

27/05/2025

22

Bab 22 Alira kembali ke markas kecil

27/05/2025

23

Bab 23 Setelah kemenangan

27/05/2025

24

Bab 24 seakan menjadi saksi

27/05/2025

25

Bab 25 Jebakan di Dalam Keluarga

27/05/2025

26

Bab 26 Semua mengarah pada satu nama

27/05/2025

27

Bab 27 menandakan keberadaan

27/05/2025

28

Bab 28 seseorang yang dekat

27/05/2025

29

Bab 29 rasa lega

27/05/2025

30

Bab 30 pengalaman

27/05/2025