5.0
Komentar
339
Penayangan
15
Bab

Akibat perceraian kedua orangtuanya. Suara, yang masih berusia 12 tahun harus tinggal sendirian di sebuah rumah tua yang sudah lama kosong. Karena, ibunya harus bekerja demi menyambung hidup, serta untuk biaya pendidikannya. Sedangkan, sang ayah, yang sebenarnya adalah ayah tiri, terus mengancam sang ibu. Sehingga, Suara lah yang kena dampak menerima serangan gaib, dari mantan ayah tiri, dan juga menerima banyak gangguan dari penghuni rumah tua yang ditempatinya setiap malam. Lalu, apa tanggapan ibu, saat Suara mengadukan hal tersebut? Apakah sang ibu percaya? Atau, justru menganggap anak sudah gila? Akankah ada seseorang yang akan menolong Suara? Atau, ia harus berjuang sendiri demi dapat keluar dari masalahnya. Karena, sejak kecil hingga dewasa suara sudah diikuti oleh banyak bangsa lelembut. Serta, tanpa ia sadari, ia memiliki pendamping yang tak kasat mata.

SUARA Bab 1 TOILET SMPN 2

Sebenarnya, aku bukanlah murit yang bandel. Tapi, karena

teman-temanku suka membangkang dengan peraturan sekolahan yang ada, lambat laun akupun juga terbawa oleh mereka.

Seperti biasa. Di hari Kamis aku mengikuti kegiatan

extrakulikuler pencak silat, yang ada di SMP ku. Kegiatan dimulai pada jam satu. Tapi, jam satu kurang lima menit, aku malah memesan baso sama teman-temanku di kantin sekolahan.

Belum juga habis separo, baru makan satu butir pentol aja, kakak

pelatih sudah datang. Bingung pasti, antara mau dibuang atau dimakan.

Dibuang sayang mau dimakan panas banget.

Takut kena hukumuman suruh dowwer sampai dua kali putaran

lapangan sepak bola lagi, dengan mantap kutinggalkan tuh, makanan favorit sejuta umat. Aku bergegas ke kamar mandi wanita untuk ganti seragam pencak.

Karena sudah penuh, dan hanya ada satu kamar mandi yang tersisa, dan kabarnya, kamar mandi satu ini memang keramat tak boleh di masukki. Tapi, terpaksa

aku memasukkinya. Karena masih enneg dengan hukuman minggu lalu, aku sampe lemes dan muntah-muntah, si pelatih gak kasih ampun. Jadi, pura-pura aja gak

sanggup lagi, padahal males. 🤪

Mengenai kamar mandi keramat ini, kabarnya dulu, dulu banget

tepatnya kapan juga aku tidak tahu. Ada seorang siswi yang melahirkan di kamar mandi ini. Dan membuang bayinya yang masih hiddup ke dalam wc. Walau sempat

bingung juga, kulihat lubang wc segitu, terus, bayinya segede apa kok bisa bisa masuk? Apa mungkin dia lahiran premature?

Next. Tak lama kemudian, setelah bayi itu hanyut ke dalam

closet si ibu berteriak histeris. Keesokannya ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa oleh penjaga sekolah. Sejak saat itu, banyak desas desus kalau di sekitar toilet itu angker. Banyak yang melihat penampakan seorang wanita

menggendong anak, kadang juga seorang anak yang berlari-lari sambil tertawa sendiri. (gak tau, waras apa tidak.)

Tidak terjadi masalah saat aku ganti baju di sana. Sampai

keluarpun juga tetap semua baik-baik saja. Padangan mata juga tidak berubah. Wajah teman ya, masih tetap dengan wajahnya masing-masing. Tidak berubah angker, apalagi horor.

Tapi, saat mendengarkan kakak Pembina marah pada kami yang

bandel tadi, tiba-tiba saja kok pengen ketawa. Mana gak bisa ditahan lagi,

padahal ga ada yang lucu, gak ingat kejadian lucu dan tidak ada yang

menggelitiki perut.

Akhirnya tertawa pun tak dapat dihindari. Aku tertawa ngakak

sampe jungkir balik saat latihan, jam istirahat pun juga masih ngakak. Jangan tanya bagaimana reaksi teman-teman. Apalagi para pelatih yang galaknya au ah... gak usah diceritain. takut yang bersangkutan keselek.

mereka marah besar padaku. Tapi, apa daya, aku tak bisa menghentikan tawaku sampai kegiatan berakhir. Jam lima sore, ya hanya aku tertawakan saja.

Karena aku ke sekolah naik angkutan umum, horror banget, kan kalau aku terus tertawa. Nanti yang ada dikira stress lagi. Padahal

waras, dan tertawa bukan mauku. Tapi, itu juga di luar kenadaliku.

Aku memberanikan diri meminta salah satu kakak pelatih yang

naik motor untuk mengantarkanku kembali ke kos-kosan. Ya, masih kelas satu SMP

bahkan aku dulu sudah jadi anak kos. Karena orang tua tinggal di luar kota.

"Mas, minta tolong dong. Perutku sakit, nih. Anterin aku

pulang, ya?" ucapku memohon.

Kulihat dari raut wajah mas Ahmad (nama samaran) juga santai

saja. Tidak keberatan.

"Ya sudah, ayo sini kuantar."

Akupun naik ke atas motor bebek dan masih saja tertawa.

Padahal ga ada yang lucu, sebenarnya aku juga lelah. Soal do'a, jangan tanya

lagi, ayat kursi, al-fatehah juga sudah kubaca berulang kali sampai kubayangkan

siksa kubur. Tapi, gak mempan.

Begitu motor yang kami naiki sudah keluar dari pagar

sekolah, tertawaku sudah berkurang tak separah sebelumnya. Terlebih setlah melewati taman bacaan yang letaknya kurang lebih limaratus meter dari sekolahanku, aku sudah bisa diam. Tinggal perut aja, rasanya kaya kram.

"Kok diam, gak ketawa lagi, Ra?" tanyanya, memulai percakapan.

"Gak," jawabku singkat. Karena lemes, perut juga sakit.

"Kamu kenapa sih, tadi itu kok tiba-tiba saja ketawa kek

orang kesurupan? Kamu sadar tidak sih tadi itu?"

Sepertinya dia mulai kepo dengan apa yang terjadi padaku.

Tapi, karena aku berfikir dia hanya ingin tahu saja, bukan peduli, ya sudahlah.

Diam lebih baik. Gak usah dijawab. Kalau pun dia ngambeg dan menurunkan aku di

sini. Tigaratus meter lagi juga sudah sampai di tempat tinggalku.

Ternyata dia cukup baik juga jadi orang. Dia tidak

menurunkanku di tengah jalan. Melainkan tepat di depan pagar rumahn yang aku

tinggali.

"Benar ini, kan rumah kamu?" tanyanya sambil melihatku yang

tiba-tiba saja diam. Mungkin dia sudah berfikir macam-macam tentangku. Tapi, aku ini normal tidak apa-apa. Cuma lemes saja.

"Iya, benar Mas. Makasih, ya?" ucapku dan langsung ngeloyong

begitu saja memasuki pagar dan membiarkan dia tetap di depan pagar tanpa kuajak

basa-basi mampir dulu. Aku takut, gimana kalau nanti dia mampir beneran? Yang

ada nanti malah dikira orang sekitar kami ngapa-ngapain lagi.

Oh, iya. Mas Ahmad itu salah satu pelatih yang baik dan sabar. Dia orangnya tinggi, besar berkulit putih matanya sipit. Kaya orang cina. Padahal, aslinya, aku gak tahu, belum pernah nanya. Dia masih sekolah, kalau tidak salah dia kelas dua SMK.

Dengan rasa jengah dan bosan aku menapakki tangga rumah dan

menaiki teras yang cukup tinggi. Kira-kira satu meteran. Selama dua bulan sudah aku menempati rumah tua ini. Rumahnya besar, memanjang ke samping seperti ada

dua ruang tamu dan dia pintu masuk, yang maha luas tapi, kamarnya sempit, hanya muat dimasuki satu

tempat tidur berukuran 200x140cm an dan satu meja kecil, yang bahkan untuk aku

belajar juga tidak muat dengan buku-bukuku, itu sudah cukup sesak. Khas sekali dengan bangunan

kuno.

Di rumah ini ada dua dapur. Yang bagian depan dapur digunakan untuk

memasak menggunakan kompor. Tempatnya juga luas banget, dan ke belakang lagi

ada pintu di sana ada tempat mencuci piring dari semen, dan dua buah tungku yang berjajar.

Jika kalian penasaran dengan kejadian aneh yang ada di sini,

yang tentunya kualami sendiri, jangan tanya. Banyak. Sampai aku sebagian besar lupa. Saking banyaknya.

Selain model rumahnya yang kuno, letak bangunan ini juga ke

dalam banget jauh dari jalan raya. Samping kebun yang luas dan belakang rumah ada rimbunan pohon bambu.

kiri kanan kebun. Jadi, kalau malam hari ya sunyi. Sekalipun Cuma serratus

limapuluh meter ke depan sudah jalan raya. Tapi, kalau malam ya gelap. Akan terasa jauh jika seandainya dikejar setan.

Aku juga heran, kenapa ibuku mencarikan aku tempat kok kaya

gini. Sebelumnya memang aku ngekos. Tapi, si pemilik kosnya julid. Skip aja,

terlalu sakit kalau diceritain. Jadi, dia memindahkanku di tempat ini. Tempat

yang sebenarnya lebih cocok untuk uji nyali daripada tempat untuk beristirahat kala lelah dari pulang sekolah.

Ku lempar tas ke atas kursi tua, dan aku segera masuk ke

dalam kamar yang hanya ditutup dengan kelambu warna kuning dan menghempaskan

badanku di atas kasur kapuk yang ditutupi dengan sprei batik. Adem dan nyaman memang. Tapi, tak bisa kuteruskan. Atau, aku malah ketiduran, karena ini juga sebentar lagi sudah magrib.

Dengan lngkah berat dan malas kulangkahkan kakiku yang

tearasa berat ini menuju kamar mandi. Ya, badan sakit semua karena walau

keadaan tak sadar dan terus tertawa para pelatih tetap melatihku dengan keras tadi. Tapi, ada keanehan. Biasanya orang yang tertawa itu lemah. Cuma, aku tadi bisa menang saat adu gulat.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh All1110

Selebihnya

Buku serupa

Pemuas Nafsu Keponakan

Pemuas Nafsu Keponakan

kodav
5.0

Warning!!!!! 21++ Dark Adult Novel Aku, Rina, seorang wanita 30 Tahun yang berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja di kapal pesiar, meninggalkanku untuk sementara tinggal bersama kakakku dan keponakanku, Aldi, yang telah tumbuh menjadi remaja 17 tahun. Kehadiranku di rumah kakakku awalnya membawa harapan untuk menemukan ketenangan, namun perlahan berubah menjadi mimpi buruk yang menghantui setiap langkahku. Aldi, keponakanku yang dulu polos, kini memiliki perasaan yang lebih dari sekadar hubungan keluarga. Perasaan itu berkembang menjadi pelampiasan hasrat yang memaksaku dalam situasi yang tak pernah kubayangkan. Di antara rasa bersalah dan penyesalan, aku terjebak dalam perang batin yang terus mencengkeramku. Bayang-bayang kenikmatan dan dosa menghantui setiap malam, membuatku bertanya-tanya bagaimana aku bisa melanjutkan hidup dengan beban ini. Kakakku, yang tidak menyadari apa yang terjadi di balik pintu tertutup, tetap percaya bahwa segala sesuatu berjalan baik di rumahnya. Kepercayaannya yang besar terhadap Aldi dan cintanya padaku membuatnya buta terhadap konflik dan ketegangan yang sebenarnya terjadi. Setiap kali dia pergi, meninggalkan aku dan Aldi sendirian, ketakutan dan kebingungan semakin menguasai diriku. Di tengah ketegangan ini, aku mencoba berbicara dengan Aldi, berharap bisa menghentikan siklus yang mengerikan ini. Namun, perasaan bingung dan nafsu yang tak terkendali membuat Aldi semakin sulit dikendalikan. Setiap malam adalah perjuangan untuk tetap kuat dan mempertahankan batasan yang semakin tipis. Kisah ini adalah tentang perjuanganku mencari ketenangan di tengah badai emosi dan cinta terlarang. Dalam setiap langkahku, aku berusaha menemukan jalan keluar dari jerat yang mencengkeram hatiku. Akankah aku berhasil menghentikan pelampiasan keponakanku dan kembali menemukan kedamaian dalam hidupku? Atau akankah aku terus terjebak dalam bayang-bayang kesepian dan penyesalan yang tak kunjung usai?

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gemoy
5.0

Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku. ''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. ''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur. lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman. ''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku. jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi . Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri. ''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga. Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku. ''Jangan nak... ibu mohon.... Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat. Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............ Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat! Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar. Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar. Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"

Cinta yang Tersulut Kembali

Cinta yang Tersulut Kembali

Calli Laplume
4.9

Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
SUARA SUARA All1110 Horor
“Akibat perceraian kedua orangtuanya. Suara, yang masih berusia 12 tahun harus tinggal sendirian di sebuah rumah tua yang sudah lama kosong. Karena, ibunya harus bekerja demi menyambung hidup, serta untuk biaya pendidikannya. Sedangkan, sang ayah, yang sebenarnya adalah ayah tiri, terus mengancam sang ibu. Sehingga, Suara lah yang kena dampak menerima serangan gaib, dari mantan ayah tiri, dan juga menerima banyak gangguan dari penghuni rumah tua yang ditempatinya setiap malam. Lalu, apa tanggapan ibu, saat Suara mengadukan hal tersebut? Apakah sang ibu percaya? Atau, justru menganggap anak sudah gila? Akankah ada seseorang yang akan menolong Suara? Atau, ia harus berjuang sendiri demi dapat keluar dari masalahnya. Karena, sejak kecil hingga dewasa suara sudah diikuti oleh banyak bangsa lelembut. Serta, tanpa ia sadari, ia memiliki pendamping yang tak kasat mata.”
1

Bab 1 TOILET SMPN 2

20/06/2022

2

Bab 2 RUMAH KUNO

20/06/2022

3

Bab 3 TEROR

20/06/2022

4

Bab 4 GOSIP

20/06/2022

5

Bab 5 KECEWA

20/06/2022

6

Bab 6 MALAM

20/06/2022

7

Bab 7 GADIS BELIA

20/06/2022

8

Bab 8 EKTRA KURIKULER

20/06/2022

9

Bab 9 DIHUKUM KARENA BENGONG

20/06/2022

10

Bab 10 BERTEMU MASALAH BARU

20/06/2022

11

Bab 11 MAKHLUK MENGERIKAN DI RUMAH MAKAN

24/06/2022

12

Bab 12 SALUT

24/06/2022

13

Bab 13 PRASANGKA

24/06/2022

14

Bab 14 TERANCAM

24/06/2022

15

Bab 15 HISTERIS

24/06/2022