Atlet Sekolah Menyebalkan Jadi Suamiku

Atlet Sekolah Menyebalkan Jadi Suamiku

Biebiefenimmm

5.0
Komentar
1.4K
Penayangan
27
Bab

Alina tak pernah meminta banyak-hanya ingin lulus dari Horizon International Academy dan menghilang tanpa jejak.  Namun, satu kesalahan mempertemukannya dengan Arion Mahendra Kwon, siswa atlet yang berkuasa, berbahaya, dan diincar timnas Indonesia. Tatapannya menusuk, sikap dinginnya, dan nama keluarganya yang terpandang membuat Arion tak tersentuh-dan Alina, hanya siswi miskin yang mendapat beasiswa, tak mungkin bisa mendekatinya. Tapi mereka terikat oleh satu rahasia gelap-pernikahan yang terpaksa mereka sembunyikan dari dunia.  Di antara ketegangan dan kebencian yang membara, perasaan yang tak terduga muncul di tengah gejolak itu. Ketika cinta mulai merayap di antara amarah dan penolakan, Alina takut kehilangan dirinya lagi. Namun, Arion tak hanya ancaman, dia adalah api yang bisa membakar habis sisa hidup Alina.  Dan di ambang kehancuran itu, hanya satu pertanyaan tersisa:  Akankah mereka bertahan, atau tenggelam dalam cinta yang berbahaya? Note : Follow akun Bakisah Biebiefenimmm. Instagram author biebiefenim_author 🌹 FB: Biebiefenim Author untuk info lebih lanjut agar tahu ilustrasi seluruh karakter dan kisi-kisi update terbaru. Thanks reader, Salam Sayangg dari Author 😘

Atlet Sekolah Menyebalkan Jadi Suamiku Bab 1 Arion, Pria Paling Heroik Sekaligus Paling Menyebalkan

"Ah, masih lama. Dua jam lagi..." gumam Alina sambil melirik jam dinding. Dia lagi rebahan mendengarkan musik di tempat tidur. Tapi dia merasa kayak ada yang salah..

"ASTOGE! JAM DELAPAN YA INI! UDAH JAM SEGINI AJA!"

Alina langsung panik. Ini jam delapan yang berarti dua jam lagi dia harus sampai sekolah! Tanpa mikir panjang, dia langsung menyambar handuk dan lari ke kamar mandi.

Setelah mandi dan pakai baju dengan kilat, Alina berdiri di depan cermin. Dia mengambil liptint merah muda dan maskara tipis, biar kelihatan fresh tapi nggak menor. Ketika sudah puas dengan penampilannya, dia buru-buru mengunci pintu rumah dan cek peta di ponsel untuk lihat rute ke sekolah.

"Serius harus jalan sejauh ini? Duh, kenapa gak ada angkot lewat sih disekitar sini?" Dia menghela napas panjang. Sebenarnya satu kilometer bukan masalah. Tapi siang itu panas banget, matahari terik kayak mengajak duel. Bikin dia jadi mikir dua kali buat jalan.

"Dua puluh menit ke sekolah, nembus cuaca kayak oven... fix ini sih tantangan baru," batinnya sambil menyiapkan mental buat berangkat.

"Yaudah deh, gas aja," gumamnya sambil jalan cepat.

Alina menyusuri jalan sambil melihat maps, melihat tembok tinggi di depannya yang nggak biasa. Seperti bukan pagar sekolah kebanyakan, ini lebih mirip tembok rumah sultan. Alina langsung bengong sambil terus jalan.

Dia lihat atap biru tua gedung utama sekolah. Temboknya tinggi melingkari kompleks itu. Pagarnya juga lebih mirip pagar rumah orang tajir. Dari luar, sekolahnya tampak lebih mewah dari apa yang disebut di brosur. Horizon International Academy benar-benar besar, luasnya sampai 30 hektare. Nggak cuma buat kelas, lahan itu juga buat fasilitas lain yang super lengkap.

Alina akhirnya sampai di jalan menuju gerbang utama. Di depannya berdiri gerbang besi dengan tulisan huruf "HIA" di tengahnya. Di atasnya terdapat bendera biru dan merah bertuliskan, "SELAMAT DATANG SISWA DAN SISWI BARU."

"Ya ampun formal banget," pikirnya sambil masuk. Gerbangnya terbuka lebar, untung nggak ada satpam yang jaga. Mungkin karena ini adalah hari kedatangan murid baru.

Langkahnya otomatis melambat. Dia nggak mau terlihat mencolok. Soalnya, hampir semua murid lain pasti pada datang memakai mobil-mobil mewah. Sementara Alina? Jalan kaki, bro.

Belum sempat dia masuk gerbang, tiba-tiba...

CEKREK!

CEKREEEK!

Cahaya kamera mendadak menyorot ke wajahnya. Alina langsung melindungi matanya dengan tangan, kaget banget. Teriakan-teriakan mulai terdengar. Langkahnya terhenti. Wartawan mulai bermunculan dari segala arah.

"Alina, bagaimana perasaanmu sekarang?"

"Rasanya bisa diterima di sini bagaimana?"

"Benarkah kamu...?"

Pertanyaan bertubi-tubi itu bikin otaknya nge-blank. Sebelum dia sempat mengetahui apa yang terjadi, seseorang muncul entah dari mana. Seorang cowok tinggi, terganteng yang pernah Alina lihat. Dia pakai kacamata hitam dan topi. Cowok itu langsung masuk ke kerumunan dan berdiri di samping Alina.

Tanpa minta izin dulu, lengannya melingkar di pinggang Alina. Refleks, dia menarik Alina lebih dekat sambil menghalau kepadatan. Gesturnya tenang, kayak sudah sering banget mengahadapi wartawan kayak gini. Dengan suara rendah tapi tegas, dia berkata kepada orang-orang di sekitarnya,

"Hei... Kasih dia jalan dong," katanya, suaranya kalem tapi bikin semua orang di situ diam.

Alina hampir nggak sadar waktu cowok itu menuntun dia ke sebuah mobil mewah yang terparkir di dekat mereka. Sebelum sempat protes, Alina sudah duduk di kursi penumpang, sementara pria itu menutup pintu di sebelahnya.

Cowok itu pun masuk mobil, lalu menyentuh kedua pundak Alina sambil menatap kedua matanya.

"Lo oke kan?" tanyanya. Tatapannya dalam banget.

Alina berani bersumpah kalau saat itu jantungnya beneran kayak mau copot.

Alina cuma bisa mengangguk pelan. "Eh... iya. Gue... gue baik-baik aja kok," jawabnya gugup. Suara tenggelam saat berbicara di dalam mobil yang begitu mewah.

Cowok itu melirik Alina sekilas sebelum menyalakan mesin mobil. "Lo nggak boleh jalan sendirian di tempat kayak gini."

Kalimat itu membuat Alina bingung. "Maksud lo?"

Cowok itu menghela napas. "Wartawan tadi tuh bukan dari media resmi. Mereka cuma cari gosip murahan. Sekolah ini sering banget jadi target, soalnya banyak anak-anak dari keluarga terkenal yang sekolah di sini."

Alina cuma bengong.

Benar juga. Apa pentingnya dia mata para wartawan? Dia bukan siapa-siapa. Pandangannya tanpa sadar beralih ke kaca mobil, melihat pantulan dirinya sendiri. Alina jadi makin sadar betapa berantakannya dia sekarang. Tapi dia berharap cowok itu mengira wajahnya merah hanya karena kepanasan bukan deg-degan.

Tapi perhatian Alina teralihkan saat melihat logo kecil di lengan kaus polo cowok itu. Logo itu memuat nama ARION , diakhiri huruf Korea "권" (Kwon) dengan gaya elegan. Saat itulah Alina baru sadar di samping siapa dia duduk.

Jantungnya langsung berdegup kencang dan wajahnya langsung memanas.

Cowok ini bukan orang biasa. Dia Arion Mahendra Kwon, kapten tim sepak bola Horizon Tigers. Nama dia udah terkenal banget di televisi, apalagi sebagai anak orang kaya dan atlet berbakat. Alina ngerasa kayak ada di dalam mimpi.

Dia nanya pelan, "Eh, ini nggak bakal jadi masalah kan? Maksudnya, buat lo... atau kita, eh, gue maksudnya."

Arion cuma menyeringai santai. "Masalah? Tenang aja. Mereka nggak bakal berani ngapa-ngapain lo, asal lo nggak tampil kayak gini terus." Matanya melirik blouse gombrong yang dipakai Alina, terus ke celana jins robeknya.

"Blouse lo kegedean, terus celana lo sobek... Lo keliatan kayak habis nyungsep," komentar Arion sambil ketawa kecil.

Wajah Alina langsung merah. Dia baru sadar blouse ini salah ambil karena dia terburu-buru tadi pagi. Ini blouse milik Vera, teman serumahnya. Jins-nya juga robek karena tadi nyangkut di pagar waktu dikejar anjing di jalan.

Duh, malu banget!

Sambil membelokkan setirnya, Arion tiba-tiba mengambil sesuatu dari kursi belakang.

"Kayaknya lo butuh ini," kata Arion lagi sambil menyodorkan sebuah jaket hitam ke Alina. "Pakai. Atau gue robek jeans lo jadi lebih lebar sekalian biar makin matching."

Walaupun pakai kacamata hitam, jelas banget dia ngelihatin sobekan jins di paha Alina yang kelihatan kontras itu. Senyuman nakalnya bikin Alina merasa deg-degan, wajahnya langsung merah. Padahal mereka baru aja kenal, tapi cowok itu kayak punya pesona yang susah banget dihindarin.

"Apaan sih lo!" sergah Alina dengan suara tinggi. Wajahnya makin merah. "Lo tuh orang mesum ya?! Jangan liat gue kayak gitu!"

Arion cuma ketawa kecil sambil mengangkat bahu. "Tenang, gue cuman ngasih saran. Lo nggak mau kan keliatan kayak gembel pas ketemu mereka?"

"Mereka siapa sih?" tanya Alina curiga.

Arion gak langsung jawab. Dia hanya menunjukkan ke luar kaca mobil. Pandanga

n Alina mengikuti arah tunjukannya.

Di sana, Alina melihat sekelompok orang berkumpul di halaman berumput Horizon International Academy. Mereka berdiri dalam kelompok-kelompok kecil, dikelilingi oleh kamera dan peralatan wawancara. Beberapa di antara mereka mulai melirik mobil Arion yang mendekat..

"HAH?!"

Alina otomatis panik.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Biebiefenimmm

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy
5.0

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Atlet Sekolah Menyebalkan Jadi Suamiku Atlet Sekolah Menyebalkan Jadi Suamiku Biebiefenimmm Romantis
“Alina tak pernah meminta banyak-hanya ingin lulus dari Horizon International Academy dan menghilang tanpa jejak. Namun, satu kesalahan mempertemukannya dengan Arion Mahendra Kwon, siswa atlet yang berkuasa, berbahaya, dan diincar timnas Indonesia. Tatapannya menusuk, sikap dinginnya, dan nama keluarganya yang terpandang membuat Arion tak tersentuh-dan Alina, hanya siswi miskin yang mendapat beasiswa, tak mungkin bisa mendekatinya. Tapi mereka terikat oleh satu rahasia gelap-pernikahan yang terpaksa mereka sembunyikan dari dunia. Di antara ketegangan dan kebencian yang membara, perasaan yang tak terduga muncul di tengah gejolak itu. Ketika cinta mulai merayap di antara amarah dan penolakan, Alina takut kehilangan dirinya lagi. Namun, Arion tak hanya ancaman, dia adalah api yang bisa membakar habis sisa hidup Alina. Dan di ambang kehancuran itu, hanya satu pertanyaan tersisa: Akankah mereka bertahan, atau tenggelam dalam cinta yang berbahaya? Note : Follow akun Bakisah Biebiefenimmm. Instagram author biebiefenim_author 🌹 FB: Biebiefenim Author untuk info lebih lanjut agar tahu ilustrasi seluruh karakter dan kisi-kisi update terbaru. Thanks reader, Salam Sayangg dari Author 😘”
1

Bab 1 Arion, Pria Paling Heroik Sekaligus Paling Menyebalkan

07/02/2025

2

Bab 2 Bertemu Dengan Clarissa Si Ratu Drama

07/02/2025

3

Bab 3 Murid Beasiswa Tampan

07/02/2025

4

Bab 4 Pertikaian Arion dan Darren

07/02/2025

5

Bab 5 Kebaikan Alina Menolong Kakek Tua

07/02/2025

6

Bab 6 Terjebak Perjodohan Tak Terduga

07/02/2025

7

Bab 7 Ruangan Rahasia Arion

07/02/2025

8

Bab 8 Dituduh Jalang Karena Kesalahpahaman

07/02/2025

9

Bab 9 Alina : Jaga Harga Diri dan Nggak Mengejar Harta

07/02/2025

10

Bab 10 Sehari Sebelum Pernikahan

07/02/2025

11

Bab 11 Fitting Gaun Pengantin

08/02/2025

12

Bab 12 Tidak Sengaja Bertemu Sosok Daniel

08/02/2025

13

Bab 13 Menuju Pernikahan Arion dan Alina

08/02/2025

14

Bab 14 Cincin, Janji, dan Drama Seumur Hidup

08/02/2025

15

Bab 15 Jamuan Malam yang Berakhir Panas

08/02/2025

16

Bab 16 Musuh Dalam Keluarga

08/02/2025

17

Bab 17 Kehangatan Dalam Balutan Aroma Memabukkan

08/02/2025

18

Bab 18 Diatur Setelah Nikah : No More GO-JEK!

08/02/2025

19

Bab 19 Hari Pertama Alina di Sekolah

08/02/2025

20

Bab 20 Dipanggil Ke Kantor Kepala Sekolah

08/02/2025

21

Bab 21 Tersesat di Dunia Para Siswa Kaya

04/04/2025

22

Bab 22 Obrolan Dengan Murid Lama

05/04/2025

23

Bab 23 Menghindar Dari Serangkaian Penghinaan

07/04/2025

24

Bab 24 Jebakan dan Tatapan yang Menghukum

09/04/2025

25

Bab 25 Wawancara dan Permainan Peran

13/04/2025

26

Bab 26 Hari Yang Penuh Cobaan

15/04/2025

27

Bab 27 Siang Itu Bersama Darren

17/04/2025